
Javier tampak bersiap-siap menuju kantornya. Ia sudah menghubungi wali kelas ketiga anaknya untuk meminta izin bahwa hari ini ketiga anaknya tidak masuk. Mengingat kondisi ketiga anaknya yang masih kelelahan setelah pulang dari Miami.
Di dalam ruangannya Javier sedang melihat perkembangan saham miliknya dan mendengar pintu ruangannya terbuka, ia melirik ke arah pintu, melihat Emma yang masuk ke ruangannya.
"Saya ingin mengantar kopi anda Pak," ujar Emma menaruh kopi Javier di atas mejanya. Sejak kejadian dimana Emma menolak cintanya, hubungan keduanya menjadi renggang. Javier kembali bersikap dingin pada Emma.
"Saya ingin mengingatkan kembali jika hari ini ada rapat bulanan dengan semua manager dan kepala divisi jam 2 siang Pak," ujar Emma. Javier hanya diam saja tidak menanggapi perkataannya.
"Kalau begitu saya permisi dulu Pak," ucap Emma lalu pergi meninggalkan Javier yang menatap sendu punggungnya.
Siang harinya Javier menghadiri rapat bulanan dengan karyawannya dan tak lupa Emma juga ada disana untuk mencatat hal-hal penting saat meeting sedang berlangsung.
"Astaga...kenapa aku mengantuk sekali," batin Emma menutup rapat bibirnya agar tidak jadi menguap.
"Ya ampun...aku tidak tahan lagi, bagaimana ini," batin Emma menahan matanya yang setengah menutup menahan kantuk agar tetap terbuka. Sepertinya ia kelelahan karena kurang istirahat. Semalam mereka menghabiskan waktu untuk mengelilingi kota Miami hingga malam dan tiba di California setelah jam 3 pagi. Hingga akhirnya Emma tidak menyadari jika dirinya sudah tertidur dengan kepala disandarkan di atas meja. Semua orang yang ada di ruang meeting spontan terkejut melihat Emma yang tertidur saat rapat.
Javier bangkit dari kursi kebanggaannya kemudian melepas kancing tengah jas yang dikenakannya. Sontak semua orang yang ada disana terlihat takut jika Javier marah, mereka tau pimpinannya tidak suka dengan ketidaksiapan dan ketidakdisiplinan saat rapat. Mungkin Javier akan segera meninggalkan ruangan mereka. Karena sebelumnya mereka sudah pernah mengalami hal tersebut. Namun sayang, ternyata tidak seperti yang mereka pikirkan. Semua orang yang ada di ruangan itu terkejut saat Javier mengangkat tubuh Emma dengan hati-hati dan membawanya ke pangkuannya. Mereka mulai bertanya-tanya ada hubungan apa bos mereka dengan Emma.
"Apa yang sedang kalian lihat," ucap Javier menatap dingin karyawannya.
"Lanjutkan," ucap Javier. Merasa Emma tidur dengan tidak nyaman di pangkuannya meninggalkan ruang meeting dan memerintahkan Carlos untuk menggantikannya.
Javier menggendong tubuh Emma ala bridal style menuju kamar khusus yang ada di ruang kerjanya.
Dengan hati-hati Javier membaringkan tubuh Emma di atas ranjang. Javier melepaskan sepatunya dan high heels yang dipakai Emma. Ia merangkak naik ke atas tempat tidur dan membaringkan tubuhnya di samping Emma. Javier menumpu kepalanya dengan tangan seraya menatap wajah Emma. Tidak tahan, Javier langsung mengecup bibir Emma yang sejak tadi menganggu pikirannya. Javier kemudian tidur dengan memeluk tubuh Emma.
Emma beberapa kali menggeliat sebelum ia bangun dan merasakan sesuatu menimpa perutnya. Ia menyadari jika saat ini ia sedang berada di kamar yang ada di ruang kerja Javier. Emma menoleh ke kiri dan melihat Javier tidur disampingnya dengan tangan yang memeluk tubuhnya.
"Ya Tuhan, kenapa aku bisa tidur disini bersamanya," gumam Emma. Dengan cepat ia bangun dan pergi dari sana. Hingga bertemu dengan Carlos di depan ruangan Javier dengan wajah penuh tanya. Carlos lalu mengajak Emma ke ruangannya.