
Setelah kepulangan kedua orang tua dan mertuanya, Emma menemani ketiga putranya bermain di halaman rumah. Jangan lupakan, Arthur juga ada disana. Carolin baru saja mengabari Emma jika ia akan sedikit terlambat untuk menjemput putranya karena ada urusan. Emma senang karena ketiga putranya juga sangat kompak dengan Arthur adik mereka.
"Mom..." panggil Artur berlari mendekati Emma. Ya, anak itu juga memanggil Emma dan Javier dengan panggilan mommy dan daddy. Emma bangkit dari kursinya dan membawa Arthur ke dalam gendongannya.
"Ya sayang...ada apa," ucap Emma mencubit gemas wajah gembul Arthur.
"Mommy Althul haus.." ucap Arthur dengan cadelnya. Anak itu sangat nyaman berada didekat Emma. Tak butuh waktu yang lama untuk anak itu bisa beradaptasi dengan Emma.
"Ohh..anak mommy yang tampan ini haus ya," ujar Emma gemas menggesekkan hidungnya ke hidung Arthur membuat anak berusia 3 tahun itu tertawa karena geli. Emma duduk memangku Arthur, dan membantunya minum dari botol minumnya.
"Cup," Emma kaget saat kepalanya dikecup. Ia mendongak ke atas dan melihat Javier berdiri dibelakangnya. Ia lalu tersenyum.
"Hai little prince," ucap Javier mengusap rambut kepala Arthur. Anak itu lalu tersenyum menampilkan dua gigi depannya yang ompong.
"Kamu ingin honeymoon kemana sayang?" tanya Javier merangkul bahu Emma.
"Aku pengen sih, tapi aku gak tega ninggalin anak-anak," ujar Emma.
"Anak-anak bisa kita titip ke mommy selama kita honeymoon," ujar Javier.
"Jangan dong, bagaimana kalau mereka juga ikut," seketika Javier membulatkan kedua matanya.
"Sayang, ini honeymoon bukan liburan. Yang ada aku gak bakalan bisa berduaan dengan kamu. Aku kan pengen menghabiskan waktu berduaan denganmu selama beberapa hari ini," ucap Javier protes.
"Tidak..tidak...pokoknya yang pergi itu hanya kita berdua. Aku tidak ingin mereka mengganggu kita. Anak-anak akan ikut saat kita liburan nanti, lagi pula selama ini waktumu lebih banyak bersama mereka, kamu harus adil sayang," tukas Javier iri.
"Hmmm...ya sudah deh. Aku mengalah," jawab Emma pasrah.
"Ya ampun...Arthur tidur sayang. Sepertinya ia kelelahan satu harian bermain dengan kakak-kakaknya," ujar Emma menyadari Arthur yang sudah tidur pulas di pangkuannya.
"Besok mereka akan kembali ke Miami, aku pasti akan merindukan bayi kecilku ini," pungkas Emma mengecup bibir mungil Arthur.
"Kalau kamu mau, kita bisa membuat bayi laki-laki kita sekarang," goda Javier menaik turunkan alisnya.
"Kamu buat saja sendiri," ucap Emma menarik hidumg mancung suaminya.
"Kalau aku sendiri bayinya tidak akan jadi dong sayang," Javier mencium leher menggairahkan milik Emma.
"Lagi pula sendiri itu tidak enak, rasanya akan semakin klop kalau milikku berada di dalam milikmu yang sangat ketat itu dan menjepit milik ku," ucap Javier dengan tatapan genitnya.
"Mesum.." ledek Emma.
"Aku tidak peduli...yang penting aku mesum cuma sama istriku aja," balas Javier mengecupi leher Emma membuat wanita itu kegelian.
"Udah ah, aku mau menidurkan Arthur di kamar dulu, sebaiknya kamu panggil anak-anak kita, ini sudah sore. Mereka harus segera mandi," ucap Emma mengecup bibir Javier, melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah. Javier lalu memanggil ketiga putranya yang sedang bermain dan mengajak mereka masuk ke dalam rumah.