
Hari ini Javier membawa ketiga anaknya dan juga Emma ke Denver untuk menemui keluarga Emma. Setelah tiba
"Mom, apakah rumah grandma masih jauh?" tanya Zio yang duduk di kursi belakang mobil.
"Tidak nak, sebentar lagi kita akan sampai kok," ujar Emma. Sepertinya anak itu sudah bosan. Dari naik pesawat hingga sekarang naik mobil.
Tak lama kemudian mereka tiba di depan rumah Emma. Rumah minimalis berlantai dua. Tidak semegah rumah milik Javier. Di depan pintu rumah, Neina dan Alberto berdiri menyambut mereka, lebih tepatnya ketiga anak kecil yang sangat mereka rindukan.
Emma dan Javier turun dari mobil, begitu juga dengan anak-anak yang bersorak kegirangan, berlari menghampiri kedua orang tua Emma.
"Grandma, grandpa..." panggil ketiganya berlari kesenangan.
"Hei...hati-hati sayang.." ucap Emma melihat Zio hampir saja terjatuh.
"Mereka senang banget.." ucap Javier tersenyum. Emma mengangguk.
"Selamat siang paman, bibi. Saya Javier. Senang bertemu dengan kalian," ucap Javier mengenalkan dirinya. Kedua orang tua Emma menyambut hangat Javier calon menantu mereka. Neina bahkan mengatakan pada Javier untuk memanggilnya mommy saja.
"Ayo masuk dulu, kalian pasti sudah lapar kan. Mommy tadi sudah masak makanan yang banyak untuk kalian," ujar Neina mengajak mereka masuk ke dalam rumah.
"Yeay.., apa grandma masak cumi juga?" tanya Zio.
"Tentu saja, grandma masak cuminya banyak. Spesial untuk cucu-cucu grandma yang tampan-tampan ini," balas Neina senang. Mereka lalu berjalan menuju meja makan untuk menyantap makan siang yang sudah disiapkan Neina.
Sore harinya keluarga itu duduk di ruang tengah sembari menikmati cemilan yang di buat oleh Neina dan Emma. Gabriel adik Emma juga ada disana karena sudah pulang dari rumah sakit tempatnya praktek.
Satu minggu kemudian, mereka sudah pulang dari Denver. Saat ini Emma dan anak-anak sedang berada di bioskop mini yang ada di rumah Javier menonton kartun Toy Story di atas sofa panjang dan besar yang mampu menampung 10 orang. Ketiga anak itu tampak bergelayut manja di samping Emma. Sejak kepulangan mereka dari Denver, ketiga anak Javier membujuk Emma agar tinggal di rumah mereka. Dan akhirnya Emma mengalah pada anak-anak. Toh juga ia akan tinggal disana 1 minggu lagi. Javier memutuskan pernikahan mereka akan dilaksanakan satu minggu lagi. Padahal ia menyarankan pernikahannya dilaksanakan satu bulan lagi. Hanya saja semuanya berpihak pada Javier.
"Sayang.." panggil Javier manja. Baru saja ia masuk ke dalam bioskop mini itu. Javier merangkak naik ke sofa hendak bergelayut manja di paha Emma. Namun kalah dengan Zio yang duduk lebih dulu di pangkuan Emma lebih dulu. Javier akhirnya duduk bersandar di samping Leon.
"Pekerjaan mu sudah selesai?" tanya Emma.
"Sedikit lagi, besok aku akan melanjutkannya," ujar Javier.
Satu jam kemudian, anak-anak sudah tidur. Emma lalu memperbaiki posisi tidur mereka.
"Sayang apa kamu belum mengantuk?" tanya Emma. Ya, akhir-akhir ini Emma terkadang memanggil Javier dengan panggilan sayang.
"Ada apa?, kamu ingin melakukan sesuatu?" tanya Javier tersenyum nakal. Tentu saja Emma paham dengan maksud Javier.
"Dasar mesum," timpal Emma melemparkan bantal sofa ke wajah Javier. Sepertinya Javier tidak ada puasnya. Bahkan saat di rumah orangtuanya, Javier selalu mencuri-curi kesempatan untuk melakukannya.
"Aku mau tidur, kamu menonton sendiri saja," pungkas Emma menutupi tubuhnya dengan Selimut lalu memeluk anak-anak.
"Ayo dong, sekali saja," ujar Javier membaringkan tubuhnya di samping Emma dan memeluknya.
"No Jav, aku sangat mengantuk," ucap Emma. Javier akhirnya mengurungkan niatnya itu.