My Boss & His 3 Sons

My Boss & His 3 Sons
Bab 79: Mencoba Suasana Baru



"Sayang..." panggil Javier berjalan menuju ruang makan.


"Ada apa Jav.." balas Emma yang sedang sibuk menyiapkan makanan di meja dibantu oleh Camala.


"Pasangkan dasi ku," ucap Javier menyerahkan dasinya pada Emma.


"Dad mommy sedang sibuk, kenapa tidak daddy saja yang memasangnya sendiri. Daddy akhir-akhir ini seperti anak kecil saja," pungkas Leon yang duduk bersandar di kursi.


"Terserah daddy dong mau manja atau tidak. Mommy kalian kan calon istri daddy," ujar Javier bangga mengecup bibir Emma. Wanita itu tersentak dengan perlakuan Javier yang tiba-tiba.


"Morning kiss sayang..." ujar Javier tersenyum polos.


"Dasar daddy yang tidak ingat umur," timpal Cio membuat Javier melongo. Mereka selalu saja mengatai Javier tua. Memangnya kenapa kalau ia sudah tua dan bermanja-manja. Toh dengan calon istri sendiri.


Setelah sarapan, Javier dan Emma berangkat ke kantor. Sebenarnya Javier sudah melarang Emma untuk bekerja, hanya saja Emma mengatakan jika ia masih ingin bekerja sebelum mereka menikah minggu depan.


"Mommy sama daddy pergi dulu ya boys," ujar Emma mencium wajah ketiga putranya bergantian.


"Ingat, baca buku dulu baru bermain-main," ujar Emma. Wanita itu ingin membiasakan ketiga anak itu untuk membaca buku setidaknya dua atau tiga halaman per hari," ujar Emma.


"Oke mom," balas ketiganya.


"Bibi, tolong jaga anak-anak ya," ujar Emma.


"Baik nona, itu sudah menjadi tugas saya," ujar Camala. Javier dan Emma lalu pergi ke kantor.


Di kantor


"Pak, saya ingin mengantarkan berkas yang perlu anda tanda tangani," ujar Emma meletakkan berkas yang dibawanya di meja Javier. Setelah Javier menandatanganinya, pria itu bangkit dari kursinya.


"Akhh.." pekik Emma saat Javier mengangkat tubuhnya dengan tiba-tiba.


"Satu ronde ya sayang..." ucap Javier membuka pintu kamarnya yang ada di ruang kerjanya.


"Jav, kamu gila apa. I..ini di kantor" ujar Emma.


"Kita coba suasana baru sayang.." balas Javier merebahkan tubuh Emma di atas tempat tidur.


"Tidak...tidak..tadi pagi kita sudah melakukannya," ucap Emma bangkit dari tempat tidur. Yap, tadi pagi Javier mengajaknya mandi bersama dan berjanji pada Emma tidak akan menyentuhnya, tapi apa, Javier bahkan tidak bisa memegang janjinya.


"Lihat...dia bahkan sudah berdiri sekarang," ujar Javier melepaskan celananya menyisakan boxer hitamnya.


Sejak bersama Emma, Javier seakan tidak bisa mengontrol gairahnya.


"Dasar maniak.." timpal Emma.


"Siapa suruh kamu terlalu nikmat. Jadi jangan salahkan aku yang selalu menginginkan mu," tukas Javier menyerang bibir Emma. Akhirnya Emma luluh dengan permainan Javier.


"Javvhhh..ponsel muhh berbunyihhh," d*esah Emma saat mendengar ponsel Javier berdering.


"Biarkan saja sayang," ujar Javier mengulum puncak dada Emma dan satu tangannya bermain di area sensitif Emma.


"Si...siapa tau i..ituhh penting Javhh.." lanjut Emma yang juga sudah dikuasai oleh kabut gairah. Javier yang kesal karena ponselnya berdering langsung menonaktifkannya.


"Jav...jangan seperti ituhhh," lenguh Emma saat Javier menggoda area sensitifnya dengan menggeseknya.


"Ouhhh..Jav, akuh tidak tahan lagi..aku...aku menginginkannya," ujar Emma menutup matanya.


"Menginginkan apa sayang.." goda Javier menatap wajah Emma menyeringai.


"Jav...jangan mempermainkan ku," ujar Emma tidak tahan lagi. Javier lalu mendorong miliknya ke dalam milik Emma yang sempit.