My Boss & His 3 Sons

My Boss & His 3 Sons
Bab 86: Kedatangan Xander



"Zio..., Jav..." panggil Emma membangunkan dua laki-laki yang sedang tidur nyenyak di atas tempat tidur. Emma membuka gorden kamar. Cahaya matahari langsung berebut masuk mengisi setiap sudut di ruangan tersebut. Dua orang yang sedang tidur dibatas ranjang tampak menggeliat karena sinar matahari mengenai wajah mereka. Javier membuka matanya dan melihat Emma berjalan ke arah mereka.


"Morning baby, can i get my morning kiss," pungkas Javier. Emma lalu mengecup bibir Javier.


"Zio...ayo bangun nak. Kita sarapan dulu," ujar Emma mengusap wajah Zio. Anak itu lalu membuka matanya dan merentangkan kedua tangannya mengode untuk di tarik. Emma tersenyum melihat tingkah Zio, ia lalu menarik tangan Zio hingga tubuh anak itu terangkat dan duduk.


"Good morning boy.." sapa Emma mengusap rambut kepala Zio.


"Morning mom," balas anak itu dengan manjanya memeluk pinggang Emma.


"How was your sleep?" tanya Emma.


"Slept well mom," balas Zio.


"Bagus...sekarang kita cuci muka dulu baru sarapan," ujar Emma membawa Zio ke kamar mandi.


Setelah sarapan, Javier kembali ke rumahnya bersama Emma dan Zio.


"Mom.. " ucap Leon saat melihat Emma datang bersama Javier dan Zio. Tadi pagi mereka khawatir saat tidak mendapati Zio di rumah. Untung saja Javier mengabari mereka kalau Zio sedang bersamanya.


"Hai sayang...kamu sudah sarapan?" tanya Emma.


"Sudah mom, mommy Caroline yang memasak tadi," jawab Leon.


"Mommy Caroline dimana?" tanya Emma saat tidak melihat keberadaan Caroline disana.


"Mommy Caroline sedang menemani Cio berenang mom," ujar Leon kembali duduk di sofa.


"Jav..kalian sudah kembali," ucap Caroline yang baru saja datang bersama Cio. Javier mengangguk.


"Tuan seseorang memaksa dirinya untuk masuk ke dalam rumah ini," ujar satpam dengan raut wajah paniknya menghampiri Javier.


"Siapa?" tanya Javier.


"Aku," suara bariton seorang pria yang berdiri di daun pintu menarik perhatian mereka.


"Xa...Xander.." gumam Caroline ketakutan berlindung di balik tubuh Javier.


"Jadi kamu sedang di sini yah..bertemu dengan suami lama mu dan anak-anakmu. Apa kamu sedang ingin mencari perlindungan sekarang. Ck..asal kamu tau, sampai kapan pun aku tidak akan pernah melepaskan mu," ucap Xander menyeringai melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah Javier.


Javier yang sudah dikuasai oleh Emosi dengan cepat menerjang Xander.


"Bughh..." satu pukulan mendarat di rahang tegas Xander.


"Sialan, dasar brengsek kamu. Ternyata selama ini kamu yang menyembunyikan Caroline HAH," bentak Javier pada Xander yang terjatuh di lantai.


Emma yang melihat anak-anak ketakutan langsung merangkul mereka.


"Sayang tidak usah takut, semuanya akan baik-baik saja," tukas Emma.


"Bibi Camala, tolong bawa anak-anak ke kamar," ujar Emma pada Camala yang baru saja datang karena mendengar suara keras Javier.


"Kalian sama bibi Camala dulu ya nak, nanti mommy akan menyusul kalian," ujar Emma tidak ingin membiarkan ketiga anak itu melihat adegan di ruang tengah. Ketiga anak itu lalu mengangguk paham.


"Bangun...bangun kamu sialan," teriak Javier meremas kerah baju Xander dan meninjunya kembali. Sekuriti ingin melerainya namun Javier melarangnya.


"Ck.." Xander tampak berdecak menghapus darah yang mengalir dari sudut bibirnya.


"Kamu yang mengambilnya dari ku sialan," ucap Xander emosi membalas pukulan Javier hingga mengenai wajah Javier.


"Aku tidak pernah mengambilnya dari mu sialan, aku bahkan tidak tau jika kalian dulu sepasang kekasih, Caroline diancam oleh pamannya untuk meninggalkanmu," balas Javier melayangkan serangan bertubi-tubi pada Xander.


Xander yang tak mau kalah membalas setiap pukulan Javier.