My Boss & His 3 Sons

My Boss & His 3 Sons
Bab 67: Diterima



Satu bulir air mata itu jatuh dari pelupuk mata Emma tanpa diundang bersamaan dengan derasnya hujan membasahi tubuh mereka.


"Aku mencintai mu Emma," ujar Javier memutar tubuh Emma hingga keduanya saling berhadapan.


"Aku tau kamu tidak menerima cintaku saat itu, karena aku meninggalkan mu hanya karena mengejar wanita yang mirip dengan Caroline mantan istri ku. Tapi sungguh, aku tidak bermaksud untuk meninggalkan mu, aku..aku hanya ingin memastikan wanita itu saja. Setelah melihatnya pertama kali, aku menyuruh seseorang untuk menyelidiki kembali kasus kecelakaan istriku dan mereka mengatakan bahwa Caroline masih hidup. Tak sengaja aku melihatnya lagi saat dimana aku menyatakan perasaanku padamu, spontan aku mengejarnya karena tak ingin kehilangan jejaknya lagi. Aku ingin tau kenapa ia melakukan semua ini. Pikiranku sangat kacau saat itu. Mungkin di pikiran mu saat itu aku masih mencintai Caroline. Percayalah, sejak aku bertemu dengan mu, pikiran dan hatiku hanya diisi oleh kamu seorang, tidak ada yang lain. Kamu membuatku melupakan Caroline, bahkan jika ia kembali pun, aku akan tetap memilihmu," ucap Javier membawa tangan Emma ke dadanya.


"Lalu bagaimana dengan para kekasih mu itu," tanya Emma mulai kesal membayangkan wajah-wajah genit dari kekasih kekasih Javier.


"Kekasih yang mana, aku tidak punya kekasih, aku saja sedang melamar mu untuk menjadi kekasihku sekarang ini," balas Javier membuat Emma merona sembari terisak.


"Mereka yang mendekati ku, ya untuk sementara aku memanfaatkan mereka untuk membuat mu cemburu, tapi tidak berhasil. Yang ada aku yang selalu cemburu melihat kedekatan mu dengan pria lain," ujar Javier.


"Aku mencintaimu Emma Fiorella, maukah kamu menjadi calon istriku," ucap Javier sungguh-sungguh.


Emma mengangguk, "aku juga mencintaimu Javier Maximilano," ujar Emma memeluk tubuh Javier. Sungguh, Javier sangat senang saat ini. Emma menerima cintanya.


"Terima kasih, terima kasih sayang. Aku sangat-sangat bahagia sekarang," ujar Javier menatap wajah Emma lalu mengangkat tubuhnya, membawa tubuh Emma berputar-putar sembari tertawa bahagia. Javier menurunkan tubuh Emma dengan perlahan. Javier menyatukan keningnya dengan Emma. Menatap wajah cantik Emma yang dibasahi oleh hujan.


Entah sejak kapan, keduanya sedang berciuman di bawah derasnya hujan dan hitamnya langit. Lidah keduanya saling memajukan mulutnya dan berperang lidah satu sama lain. Merasakan setiap hembusan nafas masing-masing.


Emma yang dimabuk oleh ciuman hebat Javier bahkan tidak sadar jika tangan Javier kini mere*as dada Emma.


Suara klakson mobil Stella membuat sepasang kekasih yang sedang memadu kasih itu berhenti.


Javier mengeram marah merasa kegiatannya terganggu.


"Sial.., siapa yang berani menggangguku.." geram Javier merapatkan giginya menahan marah.


"Stella datang Jav," ucap Emma mengancingkan bajunya yang tidak tau sejak kapan terbuka.


"Sayang aku masih ingin mencium mu," ucap Javier mendekatkan wajahnya langsung di tahan Emma.


"Ada Stella Jav, aku malu tau.." ujar Emma merona.


"Sebaiknya kamu pulang saja," ucap Emma mendorong tubuh Javier agar pergi.


"Sayang...kamu mengusir ku," balas Javier pura-pura cemberut.


"Cup..sudah sana kamu pulang. Ingat minta maaf pada anak-anak. Tadi kamu sudah membentak mereka," ujar Emma mengecup wajah Javier.


"Baiklah aku pergi dulu, bye...." ucap Javier mengecup kepala Emma lalu pergi dengan hati yang berbunga-bunga. Sejak tadi ia tidak berhenti tersenyum.