My Boss & His 3 Sons

My Boss & His 3 Sons
Bab 80: Kembalinya Caroline



"Ouchh..kau selalu sempit seperti saat pertama kita melakukannya," rancau Javier menutup matanya merasakan kenikmatan. Emma melingkarkan kakinya di punggung Javier saat Javier mulai memompa miliknya.


"Ohhh shiiitttt, kau sangat nikmat Emma," rancau Javier menghentak kuat miliknya semakin dalam. Javier meraup puncak dada Emma tidak ingin membiarkannya menganggur. Emma sangat suka mendengar Javier saat pria itu mende*ah. Suaranya terdengar sangat indah dan sexy.


"Jav..aku..aku ingin keluar.." rancau Javier.


"Keluarkan untuk ku sayang," ucap Javier mempercepat hunjamannya. Hingga akhirnya Emma mencengkram kuat tubuh Javier karena mencapai puncaknya untuk yang kedua kalinya. Javier menghentikan gerakannya, menatap wajah Emma, membiarkan Emma menikmati puncaknya.


Javier kembali memompa miliknya, "Ahh..ouchhh.." rancau Javier. Emma memeluk erat tubuh Javier, memejamkan matanya. Menikmati setiap hentakan Javier. Tubuh Emma bergetar kembali saat merasakan kenikmatan itu hampir datang lagi.


"Jav...akuhhh hampir sampai."


"Tahan sayang..aku juga hampir sampai..bersama sayang.." ucap Javier hingga akhirnya mereka mengalami pelepasan hebat.


"Akhhh..." pekik Javier dengan tubuh bergetar hebat setelah melepaskan cairannya. Javier ambruk di atas tubuh Emma. Kepalanya ia taruh di ceruk leher Emma. Nafas keduanya terengah-engah. Javier menghentak putus putus miliknya di dalam milik Emma mengeluarkan sisa-sisa cairannya.


"Aku sangat mencintai mu Emma," kata-kata itu selalu keluar dari mulut Emma tiap kali mereka melakukannya. Emma mengusap rambut Javier yang di penuhi keringat karena percintaan hebat mereka dan mengecup lama kepala Javier.


Sore harinya Javier dan Emma pulang ke rumah. Keduanya di kejutkan dengan kehadiran sosok wanita yang mengenakan baju kuning bersama anak-anak di ruang tengah. Anak-anak tampak tertawa senang bersama wanita duduk yang membelakangi Emma dan Javier.


"Tuan..i..itu nyonya Caroline datang, nyonya masih hidup tuan," lanjut Camala dengan wajah senangnya. Emma tersentak mendengar perkataan Camala. Pikirannya mulai melayang jauh. Apakah anak-anak dan Javier akan kembali bersama Caroline. Inilah yang ia takutkan. Seharusnya ia tidak menjalin hubungan dengan Javier sejauh ini, jelas ia mendengar sendiri dari mulut Javier Caroline masih hidup. Tapi dengan mudahnya ia menerima Javier kerena pria itu mengatakan jika Javier hanya akan memilihnya. Tapi sekarang Emma mulai meragukan perkataan itu. .


"Cup," Javier mengecup kepala Emma membuat Emma tersadar dari lamunannya dan menatap Javier.


"Jangan berpikir macam-macam. Aku sudah pernah bilang bukan, aku akan tetap memilihmu meskipun Caroline kembali," ucap Javier menatap dalam manik mata wanitanya.


"Daddy.." ucap Zio membuat Caroline dan si kembar berbalik dan melihat Javier dan Emma disana. Zio berlari ke arah Emma dan memeluk kaki wanita itu.


"Dad...mommy kami kembali. Mommy masih hidup dad," ucap Leon berlari kegirangan menghampiri Javier.


"Javier..." panggil Caroline berlari menghampiri Javier. Caroline langsung memeluk tubuh kekar Javier.


"Jav..aku merindukanmu," ucap Caroline menangis.


"Maaf...maafkan aku karena meninggalkan kalian selama ini," isak Caroline. Javier yang merasa sangat kecewa karena selama ini Caroline membohongi mereka terdiam kaku ditempatnya dengan sorot mata dinginnya. Wanita itu bahkan membuatnya mengabaikan ketiga anaknya dalam 5 tahun ini. Mungkin jika Emma tidak hadir dalam hidupnya, hubungannya dan anak-anaknya akan tetap seperti dulu. Javier tidak membalas pelukan Caroline. Ia lebih memilih menggenggam tangan Emma.