My Boss & His 3 Sons

My Boss & His 3 Sons
Bab 73: You Look So Gergeous



"Baby, pasangkan da__" ucap Javier terpotong saat melihat penampilan Emma.


"Oh my God, baby...you look so gergeous," gumam Javier terpesona melihat penampilan Emma. Javier melangkahkan kakinya mendekati Emma. Tangannya terulur menyentuh wajah Emma yang sudah merona karena pujian dari Javier. Bahkan hanya dengan riasan tipis saja di wajah kekasihnya sudah sangat cantik bagi Javier.


"Kau tau sayang, kalau bukan karena acara amal ini, aku akan membawamu ke atas tempat tidur sekarang juga," bisik Javier di telinga Emma lalu mengecup bagian belakang telinga Emma membuat wanita itu tersentak merasakan geli di tubuhnya. Javier menghirup dalam- dalam leher jenjang Emma.


"Jav, bukan kah ini gaun yang pernah kita beli untuk kekasih-kekasih mu itu," ujar Emma mendorong tubuh Javier. Tidak ingin pria itu melakukan sesuatu yang lebih. Padahal mereka harus menghadiri acara amal sebentar lagi.


"Mereka bukan kekasih ku sayang. Jangan pernah mengatakan itu lagi," ujar Javier kesal.


"Semua barang-barang yang pernah aku beli bersama mu itu bukan untuk mereka, itu semua untuk mu," ucap Javier membuat Emma membulatkan kedua matanya.


"Itu makanya aku selalu menyuruhmu untuk memilihnya sesuai dengan apa yang kamu suka dan cocok untuk mu saat itu," lanjut Javier semakin membuat Emma terkejut. Pasalnya barang yang mereka beli itu bukan satu atau dua saja tapi banyak. Apalagi harganya yang mahal.


"Jav..ini..ini berlebihan sekali," ucap Emma.b


"Sayang, tidak ada yang berlebihan. Aku senang membelikannya untuk mu. Lagi pula untuk apa uangku yang banyak itu jika bukan untukmu dan anak-anak kita nanti," ujar Javier dengan santainya.


"Sombong..." cibir Emma. Namun dalam hatinya ia merasa tersentuh dengan ucapan Javier. Emma kembali merapikan rambutnya di depan cermin.


"Hei..itu memang kenyataan sayang. Semua juga tau kalau uangku banyak. Memangnya kamu mau aku berbohong kalau aku ini miskin," ujar Javier. Emma berpikir sejenak. Benar juga apa yang dikatakan oleh Javier.


"Menunduk lah." perintah Emma agar memudahkannya memasang dasi di leher Javier. Maklumlah tingginya hanya sebatas bahu Javier. Javier melingkarkan kedua tangannya di pinggang ramping kekasihnya. Dengan telaten Emma memasangkan dasi Javier hingga selesai.


"Thanks sayang," ujar Javier mengecup bibir Emma.


*****


Emma dan Javier sudah tiba di tempat acara amal tersebut diselenggarakan. Di sana beberapa undangan juga sudah hadir. Beberapa wartawan tampak memotret mereka saat berjalan di karpet merah. Acara amal ini merupakan salah satu acara yang cukup terkenal. Seorang pria tampak mengarahkan mereka menuju meja yang bertulisan nama Javier. Emma menatap kagum dekorasi ballroom hotel yang mereka tempati saat ini.


"Jav, semua orang-orang disini sepertinya orang-orang penting dari kalangan atas," bisik Emma mengamati meja sekitarnya. Beberapa dari mereka pengusaha, selebriti, produser, sutradara dan juga seniman. Ia merasa tidak percaya diri mengikuti acara tersebut. Untung saja Javier memberinya pakaian bermerk dan beberapa aksesoris yang dikenakannya sekarang. Kalau saja ia memakai baju yang ada di lemari rumahnya mungkin orang-orang akan menatap aneh padanya dan mengira jika dirinya memasuki tempat yang salah. Dan membuat Javier malu.


"Bagiku kamu tidak kalah pentingnya dari mereka sayang," ujar Javier.


"Dasar gombal," cibir Emma memukul lengan Javier.


"Aku mengatakan yang sebenarnya sayang, ujar Javier.


"Jangan terlalu banyak melirik mereka, apalagi itu pria. Aku cemburu," lanjut Javier. Emma menggeleng-geleng kan kepalanya. Bagaimana bisa Emma melirik pria lain jika Javier ada di depannya yang menurutnya jauh lebih tampan dari mereka. Emma terlalu mencintai pria itu.