
Pagi harinya ketiga anak Javier bangun dan tidak melihat Emma ditempat tidur.
"Apa mommy sudah pulang ya," ucap Leon mengucek kedua matanya. Zio dan Cio menggeleng tidak tau.
"Kenapa mommy tidak bilang sama kita kalau ia mau pulang," ujar Zio masih berharap Emma di sana. Ia pikir Emma akan menemani mereka sampai hari ini. Wajah ketiga anak itu tampak lesu.
"Ceklek..." pintu kamar terbuka.
"Loh.., kalian sudah bangun ternyata. Mommy baru saja ingin membangunkan kalian," ujar Emma menghampiri ketiga anak itu yang sudah ceria kembali karena Emma ternyata masih ada di rumah mereka. Tadi pagi ia bangun cepat untuk membantu pelayan menyiapkan sarapan. Sebenarnya tadi ia ingin pulang ke rumahnya. Hanya saja Camala memintanya untuk sarapan di rumah Javier dan Camala takut, anak-anak bangun dan tidak melihat Emma di sana. Dipastikan mereka akan merengek.
"Good morning mommy.." ujar ketiga anak itu kompak. Emma tersenyum lalu membalas sapaan mereka.
"Good morning my boys," ujar Emma.
"Mommy dari mana?" tanya Cio.
"Mommy tadi membantu bibi di dapur membuat sarapan," ujar Emma.
"Ayo kalian cuci muka dulu, habis itu kita sarapan," ucap Emma. Leon dan Cio langsung berlarian ke kamar mereka. Sedangkan Emma membantu Zio mencuci wajahnya.
Mereka sudah berkumpul di meja makan kecuali Javier yang belum turun dari kamarnya.
"Saya akan panggil tuan Javier dulu nona, tidak biasanya tuan bangun terlambat," ucap Camala.
"Tidak perlu bibi Camala," ujar Javier yang berjalan menuruni tangga. Pria itu sudah rapi dengan kaos putihnya dan celana pendeknya. Ia terlihat tampan. Bahkan mata Emma tidak berkedip sejak tadi. Ini pertama kalinya Emma melihat Javier dengan pakaian seperti itu. Tatapan Emma mengikuti Javier hingga pria itu mendaratkan bokongnya di kursi. Javier dapat menangkap sorot mata Emma yang memujanya. Ia tau jelas Emma sedang mengaguminya hanya dengan melihat tatapan mata Emma.
"Ekhemm," Javier berdehem membuyarkan lamunan Emma.
"Silahkan makan tuan dan nona," ujar Camala kemudian pamit.
"Kalian mau makan yang mana?" tanya Emma.
"Zio mau cuminya mom," ujar Zio. Anak itu memang sangat suka makan cumi.
"Oke, segera dihidangkan.." ujar Emma mengisi piring Zio sesuai permintaannya tidak lupa ia juga menaruh sayur. Emma mengisi gelas Zio dengan orange juice.
"Cio mau yang ini mom," ujarnya menunjuk Risotto.
"Leon juga, tapi pake cumi juga," pungkas Leon. Emma kemudian menyajikannya diatas piring Leon dan Cio.
"Zio, jangan makan dulu sayang. Mommy akan menyuapi kamu. Tangan kanan mu masih belum bisa kamu gerakkan dengan leluasa," ucap Emma perhatian. Zio lalu mengangguk mengikuti perintah Emma.
Sekarang giliran Javier, "anda ingin sarapan apa Pak?" tanya Emma.
"Roti saja," balas Javier. Emma mengangguk lalu menaruh dua sandwich di piring Javier. Tak lupa juga ia menuangkan susu ke dalam gelas Javier.
Emma kemudian duduk di samping Zio dan menyuapinya. Emma dan Zio menggunakan piring yang sama.
"Mom.., inikanhariminggu__"
"Kunyah dan telan makanannya dulu baru berbicara nak," ucap Emma pada Cio yang berbicara tidak jelas karena mulutnya penuh dengan makanan. Emma tidak ingin anak itu tersedak.
"Mom, inikan minggu. Mommy di sini saja ya. Pulangnya nanti sore saja. Kami ingin bermain-main dengan mommy," ucap Cio setelah menelan makanannya.
"Iya mom," timpal Leon.