
"Sayang kamu mau makan sesuatu?" tanya Javier mengemudikan mobilnya. Mereka baru saja mengantar anak-anak mereka ke sekolah.
"Hmm...baby pengen makan cake," ucap Emma mengelus perutnya.
"Di dekat sini ada toko roti kesukaan anak-anak," lanjut Emma.
"Baiklah, kita kesana."
Javier memarkirkan mobilnya di halaman toko dan membawa istrinya masuk ke dalam toko roti tersebut. Emma menatap aneka kue yang ada di etalase kaca tersebut dengan mata berbinar. Seorang penjaga datang menghampiri mereka.
"Sayang kamu mau yang mana?" tanya Javier melingkarkan tangannya di pinggang istrinya.
"Ya ampun...aku pengen makan semuanya. Tapi perutku tidak akan muat," gumam Emma mengusap perutnya.
"Kalau begitu kita borong semuanya," tukas Javier mengecup pelipis istrinya.
"APA? tidak....tidak.. siapa yang akan menghabiskan kue sebanyak ini coba. Kalau saja perutku muat aku akan membeli semuanya," ucap Emma. Wanita yang berdiri di dekat mereka iri melihat keromantisan Emma dan Javier. Ia ingin mendapatkan pasangan seperti Javier nantinya.
Emma menunjuk beberapa cake yang diinginkannya. Tak lupa Ia juga memilih aneka cake untuk ketiga anaknya.
"Saya pesan satu kopi ya," ucap Javier. Penjaga toko lalu mengangguk. Setelah membayar pesanan, keduanya lalu berjalan keluar toko menuju mobil mereka. Javier membuka pintu mobil untuk Emma.
"Sayang, kita ke taman ya. Aku pengen duduk-duduk disana sambil makan cake nya," ucap Emma.
"Baiklah," balas Javier lalu menutup pintu mobilnya.
Di taman, Emma dan Javier duduk di kursi besi panjang menatap kolam yang ada di depan mereka sembari menikmati cake yang mereka beli.
"Kamu tidak mau lagi," tanya Emma saat ia menyodorkan makanan yang ada ditangannya ke mulut Javier.
"Tidak sayang, aku sudah kenyang. Kamu saja yang memakannya," ujar Javier mengecup bibir Emma. Javier mengambil ponsel dari sakunya dan memotret istrinya yang sedang asyik memakan cakenya. Akhir-akhir ini Javier sangat suka mengambil gambar istri dan anak-anaknya. Hal itu menjadi kesenangan baru baginya.
"Oke, anak-anak juga ikut kan?" tanya Emma.
"Tentu saja. Mereka pasti senang memilih perlengkapan untuk adiknya," timpal Javier.
"Jav, aku sangat bahagia menjadi istrimu dan juga ibu anak-anak, aku bersyukur punya kalian, terima kasih sudah menjadikanku istri dan ibu anak-anak," ucap Emma memeluk Javier. Javier dan ketiga putranya sangat mencintainya.
"Harusnya kami yang sangat berterima kasih karena sudah mau menjadi bagian dari hidup kami. Kehadiranmu membuat hari-hari kami menjadi berwarna. Aku adalah pria paling beruntung yang mendapatkan istri yang luar biasa sepertimu. Aku tidak tau apa yang yang terjadi seandainya kamu tidak hadir dalam kehidupan kami. Mungkin kami akan tetap seperti dulu. Atau bahkan lebih dari itu," ucap Javier mengecup kepala istrinya yang paling ia cintai.
*******
Saat ini mereka sedang berada di salah satu pusat perbelanjaan di kota mereka. Ketiga anak Javier dan Emma sangat senang saat diajak untuk membeli perlengkapan bayi untuk adik mereka.
Emma mengajak mereka masuk ke dalam salah satu toko yang menyediakan perlengkapan bayi. Mereka langsung disambut oleh salah satu penjaga toko dengan ramah.
"Selamat siang tuan dan nyonya, ada yang bisa kami bantu," ucap penjaga toko ramah.
"Kami ingin membeli beberapa perlengkapan bayi," ucap Emma.
"Mari nyonya, saya akan menemani kalian," ucap pegawai toko.
"Mom, baby pasti cantik kalau memakai gaun ini," ucap Zio menunjuk gaun berwarna pink.
"Itu terlalu besar sayang. Kalau adikmu sudah berumur 2 tahun nanti kita akan datang kesini untuk membelinya," ujar Emma. Zio mengangguk paham.
"Bagaimana dengan yang ini mom," ujar Leon menunjuk stelan bayi berwarna biru.
#Jangan lupa beri like, vote, rate dan hadiahnya ya. Trims