
Emma menatap kagum pada 3 pramugari cantik pesawat milik Javier. Ketiganya memakai dinas yang sama dan jangan lupakan, sexy.
"Oh, kenapa pria ini tampan sekali," batin Emma menatap pilot di depannya.
"Mari saya bantu nona," ucap sang pilot untuk menggantikan Emma menggendong tubuh Zio yang sedang tidur pulas.
"Tidak perlu, saya bisa menggendong anak saya," balas Javier dingin menatap tajam pada pilotnya.
"Berikan pada ku," ujar Javier mengulurkan tangannya pada Emma.
"Kami pergi dulu ya paman Ramiro," ujar Emma.
"Iya nona, hati-hati," ucap Ramiro.
"Kalau begitu saya pamit dulu," lanjut Ramiro lalu pergi.
"Ayo sayang.." ajak Emma pada Leon dan Cio. Emma menggenggam tangan kedua bocah kembar itu dan membawanya masuk ke dalam pesawat.
Lagi-lagi Emma takjub, ini pertama kalinya ia menaiki jet pribadi. Sepertinya ia bersyukur menjadi sekretaris Javier. Jet pribadi milik Javier memiliki fasilitas yang lengkap. Mulai dari kamar tidur, kamar mandi, ruang makan, ruang kerja dan ruang santai.
"Saya ingin minum seperti biasa, tolong antarkan ke kamar," ujar Javier pada salah seorang pramugari.
"Baik tuan Javier," balas pramugari itu dengan senang.
Javier mengajak Emma untuk mengikutinya. Mereka sampai di kamar pesawat. Javier merebahkan tubuh Zio di atas tempat tidur. Leon dan Cio juga merangkak naik ke atas tempat tidur karena mereka mengantuk.
"Good night mom,dad," ucap Cio lalu matanya terpejam.
"Kamu juga sebaiknya tidur," ujar Javier lembut pada Emma. Javier kemudian duduk di sofa.
"Kamu tidak tidur?" tanya Emma.
"Mungkin sebentar lagi setelah minum," ujar Javier.
Emma mengangguk lalu bergabung dengan anak-anak di atas tempat tidur.
"Mom..Zio masih mengantuk," ucap Zio. Emma pun sama. Ia yakin kantong matanya sudah muncul. Seingatnya dia tidur tidak sampai 5 jam.
"Sabar ya sayang, nanti kita tidur lagi," ujar Emma mengusap kepala Zio.
Setibanya di depan pintu penthouse miliknya, Javier lalu menekan password pin nya. Pintu pun terbuka.
"Ayo masuk," ajak Javier menyeret 2 koper milik mereka.
"Ini kamar kalian bertiga," ucap Javier membuka pintu kamar dan membawa masuk koper milik ketiga putranya.
"Oke dad," balas ketiga putranya lalu mereka naik ke atas tempat tidur dan kembali tertidur. Emma juga ikut tidur bersama ketiga anak laki-laki itu.
Javier menutup pintu dan melangkahkan kakinya menuju kamarnya.
*******
Setelah sarapan, Javier mengajak ketiga putranya dan Emma ke pantai.
"Apa kalian sudah selesai," panggil Javier dari ruang tamu.
"Sudah dad, tapi mommy belum," ucap Leon bergabung dengan Javier di ruang tengah.
"Apa kau senang datang kesini?" tanya Javier mengusap kepala Leon. Akhir-akhir ini, ia semakin dekat dengan ketiga putranya sejak kedatangan Emma. Tak lama kemudian Zio dan Cio juga bergabung di ruang tengah.
"Tentu saja dad, apalagi mommy ikut," balas Leon tersenyum.
"Ayo.., mommy sudah siap," ucap Emma memakai tas selempang nya. Javier yang melihat penampilan Emma terkejut.
"Sial..kenapa wanita ini harus memakai baju itu sih," batin Javier kesal melihat gaun pantai tanpa lengan yang digunakan Emma mengekspos punggungnya. Ada rasa tidak suka dalam dirinya saat pria lain menatap punggung mulus milik Emma.
"Dad, ayo. Kenapa daddy melamun?" ujar Zio menarik tangan Javier. Pria itu lalu mengangguk.