
Javier dan Emma tidak jadi ke butik untuk membeli baju pernikahan mereka. Keduanya berencana akan ke butik esok harinya. Javier juga sudah menjelaskan semuanya kepada anak-anaknya. Untung saja ketiga anak itu bisa menerima apa yang telah tejadi. Ketiga anak itu juga senang karena memiliki adik meskipun bukan dari ayah yang sama.
"Dad, apa kami bisa bertemu dengan Arthur?" tanya Leon yang duduk bersandar di sofa. Satu harian mereka berada di dalam rumah.
"Nanti kalau ada waktu, daddy akan bilang sama mommy Caroline untuk membawanya ke rumah kita," jawab Javier.
"Kami tidak sabar untuk melihatnya dad," timpal Lucio.
"Mommy Caroline punya anak laki-laki, uncle Nick juga punya anak laki-laki. Teman-teman Zio juga kebanyakan punya adik laki-laki. Dari kemarin Zio hanya bertemu dengan adik laki-laki saja. Dad...Zio mau punya adik perempuan, buatkan Zio adik perempuan ya dad," pinta Zio pada Javier.
"Leon juga pengen punya adik perempuan," timpal Leon.
"Sepertinya kalian ini tidak sabar lagi ingin punya adik ya. Baiklah...baiklah...doakan saja nanti adik kalian perempuan," ucap Javier.
"Boys..." panggil Emma menghampiri ke empat laki-laki itu membawa nampan berisi pizza dan minuman segar buatannya.
"Wow....mom. Pizza-nya besar sekali," ucap Cio dengan mata berbinar tidak sabar untuk mencicipinya.
Emma lalu memotong pizza tersebut menjadi beberapa bagian. Mereka kemudian menikmatinya bersama.
*********
Akhirnya beberapa hari kemudian Emma dan Javier melangsungkan pernikahan mereka. Acaranya diadakan di halaman rumah Javier yang begitu luas sesuai dengan permintaan Emma. Pernikahan keduanya tampak meriah. Caroline dan Xander juga turut hadir di acara pernikahan mereka. Xander dan Javier sekarang sudah berbaikan setelah dua hari yang lalu mereka berempat melakukan pertemuan dan menyelesaikan masalah diantara mereka.
"Emma, selamat atas pernikahan mu," ujar Carlos yamg baru saja tiba.
"Emma bangkit dari kursinya, "Carlos..., sejak tadi aku tidak melihatmu. Aku pikir kamu tidak datang," pungkas Emma senang.
"Tidak apa-apa Carlos. Aku senang kamu datang," balas Emma tersenyum.
"Pak, selamat untuk pernikahan kalian," ujar Carlos menjabat tangan Javier.
"Terima kasih Carlos," tukas Javier membalas jabatan tangan Carlos.
Tak lama setelah itu William juga datang menghampiri mereka.
"Emma sepertinya kami akan segera pulang, Valery sedang tidak enak badan," ucap William merangkul pinggang Valery istrinya yang berdiri disampingnya dengan wajah juteknya. Sedangkan tangannya yang satu lagi, menggenggam tangan Audrey keponakannya. William dan Valery sudah resmi menikah satu bulan yang lalu. Pernikahan mereka terjadi karena Valery hamil akibat percintaan satu malam mereka. Usia kandungan Valery sekarang sudah hampir 3 bulan.
"Astaga..baiklah William. Sebaiknya kalian langsung ke dokter saja," ucap Emma melihat wajah Valery yang sudah pucat.
"Aunty kami pulang dulu ya, bye aunty dan uncle," ucap Audrey melambaikan tangannya.
"Bye sayang, kapan-kapan datang lagi ke sini untuk bermain-main dengan anak-anak aunty ya," balas Emma. Audrey mengangguk senang.
Pukul 8 malam acara pun selesai. Semua tamu sudah berpulangan. Kini hanya tersisa keluarga Javier dan Emma saja. Malam ini mereka semua menginap di rumah Javier. Arthur juga menginap di rumah Javier karena anak itu masih rindu dengan kakak-kakaknya.
Javier yang sudah tidak sabar untuk malam pertama mereka langsung mengangkat tubuh Emma.
"Akh Jav.." pekik Emma. Wajahnya merona karena Javier tiba-tiba mengangkatnya di hadapan semua keluarga.
"Mom, dad..aku titip anak-anak ya. Aku tidak ingin mereka mengganggu malam pertama kami sebagai suami istri," timpal Javier membawa Emma ke kamar mereka. Kedua orang tua Javier dan Emma hanya tertawa geleng kepala melihat keduanya.