My Boss & His 3 Sons

My Boss & His 3 Sons
Bab 36: Rumah Javier



Emma menatap takjub rumah yang ada di depannya.


"Ya ampun...., ini rumah atau istana. Besar sekali," gumam Emma. Matanya tertuju pada garasi yang ada di sebelah kanannya. Di sana terparkir beberapa mobil- mobil mewah milik Javier.


"Orang kaya ternyata seperti ini ya.." tukas Emma.


"Nona Emma..," ujar Camala saat melihat Emma yang berdiri di depan pintu rumah Javier.


"Bibi Camala.." ucap Emma.


"Ayo silahkan masuk nak, tuan muda ada di kamarnya. Mari saya antar.." ujar Camala mengantar Emma ke kamar Zio yang ada di lantai 2. Emma menatap takjub rumah Javier, ia yakin semua benda yang ada di dalam rumahnya ini adalah barang-barang bermerk.


"Kapan ya aku punya rumah seperti ini," batin Emma mengikuti Camala dari belakang.


Setibanya di depan pintu kamar Zio, Camala mengetuk pintu.


"Tok..tok...tok..., permisi tuan muda," ujar Camala.


"Masuk.." ucap Javier dengan suara baritonnya. Camala membuka pintu dan mengajak Emma masuk.


"Saya hanya mengantar nona Emma saja tuan," ucap Camala lalu pamit. Zio yang mendengar nama Emma bangun dari tidurnya, lalu bersandar di kepala ranjang.


"Mommy...," panggil Zio menangis merentangkan kedua tangannya ingin memeluk Emma.


Emma berjalan dengan cepat menghampiri Zio yang yang sedang menangis. Mana tega ia melihat anak itu menangis. Emma duduk di tepi ranjang dan memeluk tubuh Zio. Ia sangat sedih melihat bagian kening Zio yang di perban dan juga bagian lututnya.


"Iya sayang, ini mommy. Jangan nangis lagi ya. Mana yang sakit sayang..," ucap Emma lembut saat Zio menangis di pelukannya. Sementara itu Javier menatap aneh pada anaknya yang terlihat manja pada Emma. Bahkan tadi ia tidak menangis seperti itu, tapi setelah Emma datang, tangis anak itu semakin pecah.


"Mommy darimana, Zio sudah menghubungi ponsel mommy berkali-kali tapi kata orang yang ngomong di ponsel Zio bilang nomor mommy tidak aktif," ucap Zio menatap wajah Emma.


"Maafin mommy ya sayang, tadi mommy sedang di luar dan kebetulan ponsel mommy habis baterai. Ponsel mommy baru di charger setelah mommy pulang ke rumah," ujar Emma memberi penjelasan pada Zio. Tangannya terulur menghapus air mata Zio.


Javier merasa seperti patung disana, sebab yang bicara sejak tadi hanya kedua orang yang ada di atas tempat tidur. Dan menonton bagaimana anaknya itu sangat manja pada Emma.


"Aku tinggal sebentar," ucap Javier lalu pergi.


"Kenapa Zio bisa jatuh dari tangga hmm...," tanya Emma pada Zio yang masih memeluknya. Emma mengusap kepala Zio yang bersandar di dadanya.


"Tadi Zio sedang bermain-main dengan kak Leon dan Cio. Kami bermain permainan detektif. Saat kami saling kejar-kejaran Zio terpleset di tangga dan jatuh berguling-guling mom," ucap Zio.


"Ya ampun sayang, lain kali hati-hati kalau sedang bermain main dan jangan berlari-lari di lantai dua. Untung saja luka mu tidak parah, mommy sangat khawatir saat mendengar Zio jatuh," ucap Emma.


"Iya mom," balas Zio.


"Apa kamu sudah makan?" tanya Emma. Zio menggeleng.


"Kenapa belum makan hmmm..., sekarang Zio makan ya," ujar Emma lalu Zio mengangguk.


"Kamu tunggu disini sebentar, mommy akan mengambil makanan dulu," ujar Emma lalu pergi.


#Hai semuanya para readers tersayang, jgn lupa kasih love, rate, hadiah dan vote nya ya. Terima kasih.