My Boss & His 3 Sons

My Boss & His 3 Sons
Bab 39: Tidur di rumah Javier



#Terima kasih untuk para pembaca novel ku yang tetap setia. Jangan lupa kasih vote, like, rate dan hadiahnya ya.


Emma kembali ke kamar Zio. "Mommy ayo sini..." panggil Zio.


"Ada apa Zio.." ujar Emma bergabung dengan ketiga anak laki-laki itu.


"Kak Leon kentut mom..." ucap Zio tertawa bersama Lucio. Sedangkan Leon hanya diam saja dengan wajah yang memerah. Ia malu sekarang.


"Hah...benarkah..." tukas Emma tertawa. Lucu sekali melihat wajah Leon yang sedang menahan malu.


"Hei aku malu tau, kenapa harus bilang mommy. Kan tadi kentutnya keluar begitu saja. Leon tidak sadar..." ujar Leon pelan membuat Emma semakin kencang tertawa.


"Mom..." rengek Leon cemberut.


"Hahahaha..iya..iya sayang. Kenapa harus malu coba sama mommy," ujar Emma mengusap kepala Leoncio.


"Kalian lucu sekali sih. Mommy gemas jadinya," pungkas Emma gemas mencubit pipi ketiganya.


Ketiga anak itu tampak senang dengan kehadiran Emma di rumah mereka. Rasanya rumah mereka lebih hidup. Mereka tertawa bersama.


"Ups..." Lucio kontan menutup mulutnya. Semua mata tertuju padanya. Bayangkan saja, saat mereka tertawa tiba-tiba terdengar suara kentut Lucio yang kuat.


"Aku tidak sengaja. Dia keluar begitu saja," ujar Lucio.


"Ooo...ternyata kalian tukang kentut ya.." ujar Emma menggelitik Leoncio dan Lucio. Zio yang melihat kakak-kakaknya tertawa juga ikut tertawa.


"Hahhaa...mom, geli...perut Cio geli.."


"Leon juga mom...ahaaha..ha..ha."


Emma menghentikan gelitikan nya pada Leon dan Cio karena mereka terlihat sudah leleh karena tertawa.


"Mommy tidur di sini ya.." pinta Zio.


"Iya mom, kami mau tidur dengan mommy boleh kan," lanjut Leoncio. Emma mengangguk tidak bisa menolak permintaan ketiga bocah nya. Apalagi melihat tatapan puppy eyes mereka. Itu sangat lucu sekali.


"Mom bacain dongeng dong," ujar Cio yang tidur di atas paha Emma.


"Kalian punya buku cerita tidak?" tanya Emma.


"Ada mom, ucap mereka kompak,".


"Tunggu disini ya mom, Leon ambil buku dari kamar Leon dulu," ucap Leoncio turun dari tempat tidur.


"Sekalian gosok gigi ya sayang, mommy takut kalian nanti ketiduran dan belum gosok gigi," ucap Emma dibalas anggukan oleh Leoncio.


"Cio juga gosok gigi dulu sana," ucap Emma pada Lucio.


"Siap mommy cantik," balas Cio lalu pergi ke kamarnya.


"Zio biar mommy yang bantu ke kamar mandi ya," ucap Emma.


"Iya mom," jawab Zio.


"Mom papah Zio saja," ujar Zio saat Emma mengangkat tubuh Zio.


"Tidak apa-apa sayang. Mommy memang ingin menggendong Zio kok," balas Emma tersenyum lalu menggendong tubuh Zio ke kamar mandi.


Leon kembali ke kamar adiknya membawa buku ceritanya.


"Kemari sayang.." ujar Emma menepuk ranjang kosong disampingnya. Leon kemudian naik ke atas tempat tidur dan tidur di samping Zio.


"Tunggi Cio dulu mom.." ujar Lucio yang juga baru datang lalu naik ke atas tempat tidur. Lucio berbaring di samping Leon.


"Oke mommy mulai baca ceritanya ya," ucap Emma mulai membaca ceritanya. Sesekali ia akan mengelus puncak kepala ketiga anak yang sedang fokus menatapnya itu bergantian.


Setengah jam kemudian, Emma melihat ketiga anak tampannya itu sudah tertidur. Emma menaruh buku cerita yang ada ditangannya di atas nakas. Emma kemudian merapikan selimut yang mereka pakai.


"Selamat tidur anak-anak mommy yang paling imut, tampan dan menggemaskan," ucap Emma mengusap wajah mereka bergantian. Emma mematikan lampu kamar Zio dan menghidupkan lampu tidur. Emma pun membaringkan tubuhnya lalu ikut tertidur bersama ketiga anak laki-laki itu.