My Boss & His 3 Sons

My Boss & His 3 Sons
Bab 72: Apartemen



Javier dan Emma sedang makan siang di ruang kerja Javier. Seperti biasa Emma yang memasak makan siang untuk Javier.


"Sayang nanti malam kamu ikut aku ya," ujar Javier menatap Emma.


"Memangnya kamu mau kemana Jav?" tanya Emma.


"Aku akan menghadiri acara amal," jawab Javier. Lima hari yang lalu ia di undang oleh salah satu lembaga amal untuk mengumpulkan dana yang akan digunakan untuk membantu anak-anak penyandang disabilitas di California.


"Baiklah, aku akan menemani mu," ujar Emma tersenyum hangat pada Javier.


"Terima kasih baby," ujar Javier mengecup bibir Emma yang duduk di sampingnya.


Sore harinya, setelah pulang dari kantor, Javier membawa Emma ke apartemen miliknya.


"Loh, Jav...ini kan bukan jalan ke rumahku," ujar Emma saat menyadari jalan yang mereka lewati bukan ke arah rumahnya.


"Kita ke apartemenku," pungkas Javier menatap fokus pada jalanan yang ramai.


"Jav, ini sudah jam 6. Acaranya kurang lebih 2 jam lagi. Seharusnya kita pulang dan bersiap-siap," ucap Emma.


"Aku tau sayang. Tapi kita akan pergi ke acara amal dari apartemen ku," tukas Javier.


"Apa?, pakaian ku bagaimana?," pekik Emma.


"Kamu tenang saja, aku sudah menyiapkan semuanya," timpal Javier santai membuat Emma sedikit lega.


Setibanya di parkiran apartemen Javier menggenggam tangan Emma berjalan menuju apartemennya di lantai 30. Beberapa menit kemudian mereka sampai di depan pintu apartemen Javier. Pria itu lalu membuka pintunya dan mengajak Emma masuk. Emma berjalan menuju sofa dan meletakkan tas kerjanya di meja.


"Kenapa, kamu lapar ya?" tanya Emma menoleh ke belakang menatap wajah Javier. Pria itu lalu mengangguk.


"Apa kamu punya bahan-bahan makanan untuk dimasak?" tanya Emma. Sepertinya ia juga sedang lapar.


"Tidak ada. Aku jarang datang kesini. Kita pesan dari luar saja ya," ujar Javier mengecupi leher Emma dan memberikan ponsel miliknya pada Emma.


"Ya sudah aku akan memesannya dulu," ujar Emma membuka ponsel Javier dan memesan makanan dari McDonald's.


"Apa anak-anak tidak ikut Jav?" tanya Emma. Keduanya sudah duduk di sofa dengan posisi Javier yang tiduran di atas paha Emma.


"Tidak sayang, besok mereka harus sekolah. Aku tidak ingin mereka mengantuk di kelas karena tidur terlalu lama," ujar Javier membuka kancing blouse Emma.


"Jav..." ujar Emma menahan tangan Javier.


"Oh ayolah sayang, aku merindukan mereka," pungkas Javier membuka kembali kancing blouse Emma. Padahal tadi ia sudah memainkannya saat di kantor. Emma menghela nafasnya membiarkan Javier menjalankan aksinya. Toh ia juga menyukainya tiap kali Javier memanjakan dadanya.


"Ughh..Jav, jangan menggigitnya," desis Emma merasakan sakit di puncak dadanya.


"Maaf baby, habisnya aku gemas banget," ucapnya mengangkat kepalanya dan mengecup dada Emma berkali-kali. Emma mengambil bantal sofa dan menaruhnya dibawah kepala Javier karena ia lelah dengan posisi menunduk.


"Jav, sepertinya makanannya sudah tiba, aku akan mengambilnya ke bawah dulu," ucap Emma menjauhkan kepala Javier yang sedang bermain-main di dadanya lalu merapikan pakaiannya yang sudah berantakan. Emma tidak tau kenapa Javier sangat suka memainkan buah dadanya.


"Biar aku yang mengambilnya, kamu disini saja," kata Javier menahan tangan Emma dengan wajah kesalnya karena aktivitasnya yang terganggu.