My Boss & His 3 Sons

My Boss & His 3 Sons
Bab 55: Apa kamu tergoda?



Setelah bermain pasir, mereka selanjutnya bermain ayunan yang disediakan disana.


"Ayo naik ke sini, mommy akan mendorong kalian,"


"Zio yang dorong ayunannya daddy ya," ucap Emma. ketiga anak itu lalu menaiki ayunan. Emma dan Javier mulai mendorong ayunan secara perlahan.


"Woooaaa.... lebih kuat mom," teriak Leon senang. Emma kemudian mengangguk dan mendorong lebih kuat ayunannya.


"Mom ayo naik kesini, mommy di tengah ya," ucap Cio. Emma lalu naik ke ayunan. Kursi ayunannya mampu menampung tiga orang.


"Daddy juga," ajak Zio ingin seperti kakak-kakaknya.


Mereka tampak tertawa bahagia di atas ayunan.


Lelah bermain, Javier mengajak Emma dan ketiga anaknya duduk di kursi pantai menikmati keramaian di sana.


"Daddy tinggal sebentar, daddy mau membeli minuman dingin untuk kita," ujar Javier pergi.


Tak lama kemudian Javier datang membawa beberapa minuman kaleng dingin dan makanan ringan. Ia duduk bersandar di kursi pantainya menonton permainan bola voli di depannya.


"Mom..Zio gak bisa buka minumannya, susah banget.." ujar Zio meminta bantuan pada Emma.


"Ini sayang," Emma memberikan kembali minuman milik Zio.


"Akhh..." pekik Emma tiba-tiba sebuah bola mengenai kepalanya dengan cukup keras refleks minuman ditangannya terjatuh.


"Emma kamu tidak apa-apa," ucap Javier bangkit dari kursinya menghampiri Emma dan memegang bagian kepala yang terkena bola dan mengusap-usapnya. Emma yang melihat sikap Javier padanya merasa senang. Bolehkah ia menganggap ini sebagai bentuk perhatian Javier padanya.


"Mom, apa mommy baik-baik saja," tanya Zio yang duduk tepat di samping Emma dengan khawatir. Begitu juga dengan Leon dan Cio yang tampak khawatir melihat Emma.


"Sialan..., siapa yang berani melempar bola ini," geram Javier marah. Ingin sekali ia menghabisi pemilik bola itu sekarang.


"Sudah..sudah, aku baik-baik saja kok, sakitnya juga akan hilang sebentar lagi," ucap Emma tidak ingin ke empat laki-laki yang sedang bersamanya sekarang khawatir.


"Saya minta maaf nona, saya tidak sengaja melakukannya. Saya tidak tau jika pukulan saya akan meleset seperti ini," ucap seorang pria bertubuh tegap yang datang menghampiri mereka.


"Apa kamu tidak___, Javier membalik tubuhnya, perkataan Javier terpotong saat melihat laki-laki di depannya.


"Nicholas," ucap Javier.


"Astaga, ini kamu kan. Kita sudah lama tidak bertemu. Hampir 9 tahun lamanya," ujar Nicholas. Keduanya lalu saling berpelukan. Nicholas adalah salah satu teman Javier saat di bangku kuliah. Namun setelah lulus kuliah, mereka disibukkan dengan bisnis masing-masing hingga tidak ada waktu untuk reuni. Setahunya Nicholas kembali ke Miami untuk melanjutkan bisnis keluarganya.


"Jadi kamu yang sudah melempar bolanya hingga mengenai kepalanya," ucap Javier. Untung saja kawannya. Kalau saja itu orang lain, mungkin ia sudah mematahkan tangan pria itu sekarang.


"Sorry nona, apa kamu baik-baik saja?" tanya Nicholas. Emma lalu mengangguk.


"Apa dia istrimu Jav?" tanya Nicholas.


"Dia sekretaris ku Nic namanya Emma, istriku sudah meninggal 5 tahun yang lalu," ujar Javier.


"Oh maaf, aku tidak bermaksud untuk mengungkitnya," balas Nicholas tidak enak hati dengan apa yang dikatakannya.


"It's okay Nic," ucap Javier. Ia lalu mengenalkan ketiga putranya kepada Nicholas.


"Oh ya, ngomong-ngonom kenapa kamu ada disini?" tanya Nicholas.


"Pembangunan hotel ku di sini sudah selesai. Dan nanti malam ada acara peresmiannya. Datanglah jika kamu tidak sibuk," ujar Javier.


"Kalau begitu aku ucapkan selamat. Aku tidak bisa janji datang malam ini Jav, kebetulan ada acara makan malam keluarga di rumah daddy ku. Katakan saja dimana tempatnya, aku dan istriku akan datang jika sempat," ujar Nicholas.


"Nic, apa terjadi sesuatu," tanya seorang wanita yang sedang menggendong anak berumur 2 tahun menghampiri mereka.


"Tidak ada sayang," balas Nicholas melihat wajah khawatir istrinya.


"Oh ya, kenalkan ini istriku Helena dan putra kami Clavio," tukas Nicholas memperkenalkan istri dan anaknya. Setelah acara perkenalan itu Nicholas mengajak Javier untuk bergabung dengan timnya bermain Voli. Kebetulan mereka kekurangan 1 anggota . Nicholas sedang mengadakan acara family gathering dengan karyawan perusahaannya.


Javier melepas topi dan kaosnya di depan Emma lalu memberikannya pada Emma. Pria itu hanya mengenakan celana pendeknya saja tanpa alas kaki.


"Kalau kalian sudah lapar panggil aku saja nanti," ucap Javier pada Emma yang sedang mencoba menutupi rasa malunya karena Javier melepas bajunya di depan matanya.


"Baiklah," balas Emma.


"Apa kamu sedang tergoda," bisik Javier meninggalkan Emma yang membulatkan matanya yang terkejut.