
Satu minggu kemudian Javier dan Emma kembali dari Paris. Awalnya Javier ingin melakukan honeymoon selama dua minggu, tapi istrinya itu merengek ingin pulang karena merindukan anak-anaknya. Tiga hari saja mereka disana Emma sudah meminta pulang. Javier pusing sendiri memikirkannya hingga akhirnya Javier membujuk Emma untuk disana selama 1 minggu saja.
"Ayo dong Jav, cepat..." ujar Emma tidak sabar untuk pergi ke rumah mertuanya.
"Sabar sayang.." jawab Javier memakai kaosnya.
Setibanya di depan rumah orang tua Javier mereka langsung disambut oleh para pekerja yang ada disana.
"Bi, anak-anak dimana?" tanya Emma.
"Ada di dalam nyonya," jawab pelayan. Emma lalu masuk ke dalam rumah dan melihat anak-anaknya bersama mertuanya duduk di sofa.
"Mommy.." ucap ketiga anak laki-laki itu senang saat melihat Emma datang. Mereka bertiga turun dari sofa berlari menghampiri Emma dan memeluknya.
"Mommy rindu banget sayang..." ucap Emma memeluk ketiga anaknya dan mencium mereka.
"Jav, bukankah kalian perginya dua minggu, kenapa kalian sudah pulang?" tanya Catalina saat Javier duduk dengan wajah lesunya di sofa.
"Menantu kesayanganmu mom, dia tidak bisa jauh dari anak-anak. Dia merengek ingin pulang seperti anak kecil," tukas Javier membuat Catalina tertawa melihat wajah kesal putranya.
"Hai mom.." ucap Emma memeluk mertuanya.
"Daddy dimana mom?" tanya Javier.
"Di rumah paman mu, sepertinya ada sesuatu yang ingin mereka bahas," jawab Catalina.
"Ya ampun...cucu mommy yang satu ini benar-benar manja ya," ucap Catalina mencubit gemas wajah Zio yang duduk seperti koala dipangkuan Emma dan memeluknya. Maklumlah, satu minggu tidak bertemu dengan Emma membuat Zio rindu berat.
"Kalian sudah makan siang belum, mommy akan suruh pelayan menyiapkannya," ucap Catalina.
"Belum mom, tadi tidak sempat karena buru-buru kesini," tukas Javier.
"Ya sudah...mommy akan suruh pelayan membuat makanan untuk kalian," Catalina lalu memanggil seorang pelayan.
*******
Setibanya di depan sekolah anak-anak, Emma turun dari mobil.
"Paman tunggu di mobil saja, aku akan melihat anak-anak ke dalam," ucap Emma pada Ramiro.
"Baik nyonya," jawab Ramiro.
Emma berjalan memasuki gerbang sekolah dan duduk di kursi tunggu yang disediakan sekolah untuk para orang tua yang datang menjemput anak-anak mereka.
"Mom.." panggil Zio menghampiri Emma menenteng tas sekolahnya.
"Wow...baju mu kotor sekali nak.. apa yang terjadi," ujar Emma bangkit dari tempat duduknya menghampiri Zio yang penuh dengan lumpur.
"Kami membantu Mr George berkebun mom. Mr George sudah tua mom. Tapi dia masih bekerja. Tadi Mr George terjatuh saat membawa tanah. Aku dan teman-teman membantunya. Miss Adeline juga ikut membantu mom," ujar Zio menjelaskannya pada Emma.
"Ya ampun..baik sekali kalian sayang," ucap Emma mengecup kepala Emma bangga dengan sifat anaknya yang peduli dengan sekitar.
"Sini kita duduk dulu, kedua kakakmu belum keluar, mungkin sebentar lagi," Emma membawa Javier duduk di kursi panjang.
"Apa adik Zio baik mom?" tanya Zio mengelus perut Emma.
"Iya sayang adik kalian baik-baik saja," balas Emma.
Lima belas menit kemudian Leon dan Lucio datang menghampiri mereka
"Mom..." panggil Leon memeluk Emma dan mencium perut Emma. Cio juga melakukan hal yang sama.
"Kenapa bajumu kotor Zio?" tanya Lucio.
"Kami membantu Mr George berkebun kak," jawab Zio.
"Ayo kita pulang, mommy udah masak makan siang yang enak untuk kalian," ujar Emma mengajak anak-anaknya menuju mobil.