
"Sekarang kita ke menu utamanya sayang," ucap Javier menindih tubuh Emma, bibirnya mengecupi leher Emma. Javier menggesekkan miliknya yang sudah mengeras ke milik Emma. Perlahan Javier mendorong miliknya masuk ke milik Emma.
"Eummhh.." lenguh Emma saat setengah milik Javier memasukinya. Emma membuka lebar pahanya agar Javier semakin mudah mendorong miliknya hingga tertanam penuh di dalam milik Emma. Javier mulai menggerakkan tubuhnya dengan perlahan.
"Ouchh..baby kau selalu sempit," rancau Javier menggerakkan pinggulnya. Javier semakin mempercepat tempo gerakannya membuat Emma merancau kenikmatan, suara des*han keduanya mengisi seluruh kamar mereka.
Keringat mengalir di pelipis Emma dengan tatapan sayu nya membuat Javier semakin bergairah memompa miliknya.
"Akhhh ..Jav aku ingin keluar lagi," rancau Emma menarik kepala Javier ke bukit kembarnya. Emma ingin Javier memainkannya juga. Javier langsung melahap rakus puncak dada Emma. Sesekali menggigitnya. Javier yang merasakan miliknya semakin diremas mempercepat tempo gerakannya. Ia tau jika istrinya akan mencapai puncak.
"Argghhh...Jav," pekik Emma kuat saat ia mencapai klimaksnya. Jantungnya berdetak tak karuan. Keringat membasahi tubuhnya meskipun AC di hidupkan di kamar mereka.
Javier kembali menggerakkan pinggulnya diatas tubuh Emma.
"Ahhh Jav nghh.." lenguh Emma. Emma memejamkan matanya saat perlahan Javier mempercepat hunjamannya.
"Ouchh...sayanghh...kauhh...selaluu nikmathh," rancau Javier yang tidak pernah bosan dengan milik Emma yang menjadi candunya itu. Emma meremas sprei kasurnya sambil mendengar rancau an Javier. Ia sangat suka mendengar suara berat Javier saat mereka melakukannya. Baginya itu terdengar sangat sexy.
"Jav..yahhh...yahhh.." Emma membusungkan dadanya. Javier melu*at bibir Emma. Wanita itu membalasnya walaupun tubuhnya terhentak kuat dan mengalungkan tangannya di leher Javier. Tangan Javier turun mengelus dada Emma dan mer*masnya. Kalau boleh jujur, bercinta dengan Emma seperti tiada duanya dengan pasangan-pasanagnnya sebelumnya. Javier tidak akan pernah puas melakukannya jika itu dengan Emma.
"Jav..kenapahh...ini..begituhhhh...nikmathh," rancau Emma semakin tak karuan. Javier membuatnya melayang.
"Aku tidak akan memberikan ampun padamu malam ini sayang," ucap Javier.
"Jav...aku mau keluar lagi," erang Emma. Ini ketiga kalinya ia mencapai puncak.
"Tahan sayang...aku jugahhh hampir sampaihh.." rancau Javier menghentak kuat miliknya. Emma dapat merasakan milik suaminya semakin membesar di dalamnya.
"Akh...Jav.."
"Akhh Emma," pekik keduanya kala mencapai puncak. Javier menjatuhkan kepalanya di dada Emma. Nafas kedua saling memburu.
"I love you sayang," ucap Javier terengah-engah. Tubuhnya menghentak putus putus menyemprotkan sisa sisa cairannya.
"I love you too my husband," balas Emma mengecup kepala Javier lalu menyugarkan rambut Javier ke belakang. Javier menghirup dalam-dalam aroma tubuh istrinya.
"Siap ronde kedua sayang," ucap Javier menatap wajah istrinya. Emma lalu mengangguk. Malam ini ia akan melakukannya sampai Javier puas, ya meskipun pada kenyataannya Javier tidak akan pernah puas.
"Ganti gaya sayang," ujar Javier bangkit dari atas tubuh Emma. Ia duduk bersandar di kepala ranjang dan memberi kode pada istrinya agar naik ke pangkuan Javier. Dengan senang hati Emma menuruti permintaan suaminya.
Javier benar-benar mengajak Emma bercinta hingga beberapa ronde. Tubuh Emma terkulai lemas dibawah kungkungan Javier. Entah sudah berapa gaya yang mereka lakukan. Javier mengajarkan Emma beberapa gaya bercinta yang diketahuinya.
"Jav..aku lelah.." ujar Emma merasakan tubuhnya remuk karena ganasnya permainan Javier. Sementara Javier tidak mengenal lelah sejak tadi. Ia masih mampu melakukannya hingga beberapa ronde lagi. Hanya saja, ia tidak mungkin memaksa istrinya yang sudah kelelahan itu.
"Apa kamu menikmatinya?" tanya Javier.
"Tentu saja, kamu selalu membuatku melayang sayang," balas Emma mengusap wajah Javier.
"Aku tau jika kamu masih menginginkannya, tapi tubuhku rasanya lelah. Kita akan melakukannya lagi besok," ucap Emma mengecup bibir Javier. Ia sangat paham seperti apa nafsu Javier padanya.
"Baiklah sayang, kita tidur sekarang," ucap memeluk tubuh Emma dan menyelimuti tubuh polos mereka.
#Untuk para readers tersayang, jangan lupa ya beri like, vote, rate dan hadiahnya🙏🙏