
Setibanya di depan pintu apartemen Javier, pria itu kemudian membuka pintunya dan membawa Emma masuk ke dalam.
"Jav, kenapa kita kembali kesini lagi, harusnya kamu mengantarku pulang," ujar Emma.
"Sudahlah sayang, kita tidur disini saja. Aku ingin tidur dengan mu malam ini," pungkas Javier melepas jasnya lalu memeluk Emma dari belakang. Javier mengecup bahu Emma yang terbuka.
"Sayang, dua hari lagi kita akan pergi ke Denver untuk menemui orang tuamu," tukas Javier memutar tubuh Emma hingga mereka berhadapan.
"Baiklah, nanti aku akan kabari mereka kalau kita akan kesana," balas Emma melingkarkan tangannya di leher Javier.
"Anak-anak?" tanya Emma.
"Mereka juga ikut, dua hari lagi anak-anak memiliki libur musim panas," ucap Javier kemudian mencium bibir sexy Emma. Emma pun membalas ciuman dari Javier. Keduanya saling melu*at, ciuman lalu terlepas. Tangan Javier terangkat untuk mengusap saliva di ujung bibir Emma yang kini sudah memerah wajahnya.
"Aku mencintaimu sayang," ujar Javier menatap Emma.
"Aku juga mencintaimu Jav," balas Emma tersenyum. Keduanya kembali menyatukan bibir mereka. Ciuman keduanya semakin intens, Emma nyaris kewalahan mengimbangi ciuman Javier. Kini ciuman Javier beralih ke rahang hingga ke leher jenjang milik Emma.
Tak tinggal diam, kedua tangan Javier tampak mere*as bokong sintal milik Emma.
"Jav.., nghh..," Emma melenguh merasakan aliran darah di dalam tubuhnya berkumpul di dalam kepalanya. Jantungnya berpacu semakin cepat. Rasa panas di dalam tubuhnya membuatnya hampir gila.
Emma mencengkram kuat bahu Javier kala tangan Javier mere*as dadanya dari balik baju yang dipakainya.
Hanya dengan satu tarikan, gaun Emma kini sudah melorot kebawah menyisakan **********.
Javier mendorong tubuh Emma ke atas ranjang dan menindihnya dan kembali melu*at bibir Emma.
Javier menyelipkan tangan kirinya ke bagian belakang Emma mencari pengait bra Emma namun tidak ada. Javier seketika melepas tautan dengan wajah bergairah dan bingung karena tidak mendapatkan pengait bra.
"Kancingnya ada di depan," bisik Emma membuat Javier langsung melihat ke bawah.
"Baby apa ini model baru..aku tidak pernah melihat yang seperti ini sebelumnya, " ujarnya melepas pengait bra itu dengan cepat dan membuang asal bra yang dipakai Emma. Javier yang sudah tergoda dengan benda besar dan kenyal di depannya langsung melahapnya seperti bayi yang sedang kehausan secara bergantian. Emma yang merasakan nikmat ditubuhnya merem*as rambut Javier dan semakin menekan kepala Javier ke dadanya menginginkan hal yang lebih. Sesekali Javier mendongak keatas melihat ekspresi Emma dan sialnya itu membuatnya semakin bergairah.
"Jav..nghhh.." lenguh Emma kala Javier menggigit lembut puncak dadanya.
"Ahhrggg..." Emma mere*as pinggiran ranjang saat tangan Javier menyentuh area sensitifnya yang masih dibalut dengan cd nya. Javier melepas cd Emma. Kini ciuman Javier semakin turun hingga sampai di area sensitif Emma.
"Jav..a..apahhhh yanggg kamuh lakukan," ujar Emma saat melihat Javier bermain main di area bawahnya.
"Astagahh..ini nikmat sekali," rancau Emma menggelinjang kenikmatan merasakan lidah itu mengganggu area sensitifnya.
"Jav...." panggil Emma dengan mata sayu nya menahan sesuatu di dalam dirinya.
"Sabar sayang," ucap Javier yang juga sudah dikuasai oleh gairahnya melepaskan semua pakaiannya. Javier menyeringai kala melihat Emma yang terkejut saat melihat pusaka miliknya yang besar dan mencuat. Javier kembali menindih tubuh Emma.
.