My Boss & His 3 Sons

My Boss & His 3 Sons
Bab 100: Jangan Menggodaku Sayang



Setelah Briana tidur, Javier menidurkan putrinya di baby box Briana. Javier berbalik da terkejut menatap istrinya yang tidur menyamping dengan satu tangan menumpu kepalanya. Posisi itu membuat Javier meneguk ludahnya. Istrinya terlihat sangat sexy dengan gaun tidur berwarna merah. Javier semakin kalang kabut kala Emma menurunkan satu tali spaghetti gaun tidurnya. Hingga menampilkan setengah bagian dadanya yang berisi. Ditambah lagi saat ini istrinya tidak memakai bra.


"Kamu sedang menggodaku sayang.." ujar Javier serak berjalan mendekati tempat tidur. Ingin segera menerkam tubuh istrinya.


"Aku tidak menggoda mu, aku hanya suka dengan posisi ini," ujar Emma mengedipkan satu matanya.


"Sayang, kau tau kan, beberapa bulan ini aku puasa. Jangan salahkan jika aku memakan mu sekarang. Kamu yang memancingku sayang," ujar Javier mengelus lengan Emma.


"Benarkah...kamu tergoda," ujar Emma mengelus perut berotot suaminya.


"Ssshhh..sayang...kamu.." lenguh Javier tidak tahan. Ia ingin memakan istrinya sekarang tapi Javier tidak tau apakah Emma sudah bisa melakukannya pasca melahirkan bayi mereka.


"Jangan memancingku sayang.." Javier memperingati Emma yamg sedang mengecupi dadanya.


"Kau tau aku tidak ingin menyakitimu," ujar Javier menahan gairahnya. Miliknya bahkan sudah sesak dibawah.


"Sayang...dia bangun," ucap Emma menatap milik suaminya yang mengeras dari balik boxer hitamnya.


"Huhhh..biarkan saja, sebaiknya kita tidur jangan memancingku lagi," ujar Javier.


"Jadi kamu tidak mau, ya sudah kalau begitu, kamu tahan saja," ujar Emma berbalik, tidur membelakangi Javier. Javier mengernyitkan alisnya, spontan membulatkan kedua matanya.


"Apa? tidak..tidak..aku tidak menolaknya sayang. Ayo...ayo kita lakukan. Harusnya dari tadi kamu bilang sudah bisa. Aku kira kamu hanya menggodaku seperti biasanya," timpal Javier memutar tubuh istrinya. Javier langsung menindih tubuh Emma.


"Kita mulai dari sini saja," Javier lalu mengecup bibir istrinya. Lambat-laun kecupan itu menjadi lu*atan yang lebih kuat dan liar. Ciuman mereka membuat Emma melayang, Emma melingkarkan kedua tangannya di leher Javier.


Javier melepas pungutan bibirnya, menyesap belakang telinga Emma dan turun ke leher mulus Emma. Tangannya menyusup ke dalam gaun tidur istrinya, mengelus lembut perut Emma.


"Milikku," bisik Javier meremas bukit kembar Emma. Tangannya menarik gaun Emma ke atas hingga menampilkan bukit kembar Emma. Javier menatap wajah istrinya yang merona dan tatapan matanya yang penuh gairah. Javier menunduk, meraup puncak dada Emma dan menyesapnya kuat.


"Rasanya sangat nikmat sayang," ucap Javier kembali menyesap puncak dada Emma. Tangannya yang lain sibuk memainkan dada Emma yang menganggur.


"Ouuuchhh, Javhh.." lenguh Emma mengangkat tubuhnya karena merasakan kenikmatan yang membuncah.


"Akhh...ssshhh," desis Emma merasakan sakit dan nikmat kala Javier menggigit nakal puncak dadanya.


"Engghhh...Jav.." rancau Emma mere*as kuat rambut kepala Javier dan semakin menekannya ke dadanya.


Tangan Javier turun ke bawah mengusap pelan **** ***** istrinya membuat istrinya semakin melenguh kenikmatan dibawahnya.


"Jav...aku tidak tahan lagi.." rancau Emma menggeliat tidak nyaman di bawah Javier.


"Sabar sayang," Javier berdiri dan melepas boxernya dan terpampang lah miliknya yang sejak tadi ingin dibebaskan. Javier kembali menindih tubuh istrinya, menggesekkan miliknya di milik Emma.


"Jav, jangan menggodanya, ayo masuki aku sekarang," ucap Emma tidak tahan. Perlahan Javier mendorong miliknya hingga tertanam penuh di dalam milik istrinya.