My Baby Boy 'A'

My Baby Boy 'A'
Chapter 90



Happy reading


Pagi hari di kediaman Alya. Semua anggota keluarga berkumpul di meja makan untuk sarapan pagi "Kalian ke sekolah di antar sama Papa ya sayang" ucap Alya pada keenam putra nya.


"Iya ma" ujar mereka bersamaan dengan patuh.


"Kakak beneran mau ke toko?" tanya Aira pada Alya.


"Iya ra, kan udah lama gak kesana" jawab Alya.


"Bawa bodyguard ya sayang" kata Gara, ia sudah selesai menghabiskan sarapan nya.


"Iya, tapi gak usah banyak-banyak ya mas, gak enak diliatin orang" Gara mengangguk dengan mengulas senyum manisnya.


"Yaudah"


Manda kembali menjalankan rencana jahant nya untuk Alya, ia mendapat kabar di mata-matanya kalau Alya akan keluar dari rumah nya dan pergi ke toko kue nya. Sebelum Alya sampai Manda akan kembali menyekap Alya dan menyingkirkan nya untuk selama-lamanya, sungguh ia tidak sabar melihat nya dan tidak sabar untuk menjadi ratu pada Gara dan putra-putra nya.


"Tidak akan lama lagi" gumamnya tersenyum miring menatap toko kue Alya yang pengunjung nya tiada habisnya.,


"Ini toko banyak juga pembeli nya, lumayan nih kalau gue bisa ambil" kata Manda tersenyum penuh arti. Mi


"Bagaimana?" tanya Manda pada anak buah nya.


"Perempuan itu belum ada tanda-tanda ingin belum keluar bos" Manda berdecak kesal, perut sudah terasa sedikit kram karena duduk terlalu lama.


Manda terus menunggu hingga beberapa saat kemudian Alya keluar dari toko bersama dua bodyguard yang Gara tugaskan. Manda memperbaiki posisi duduknya menatap Alya "Itu dia! Ayo cepat sebelum dia masuk di mobilnya" desak Manda pada anak buah nya.


Kira-kira ada lima anak buah Manda yang di mobil yang lain dan dua di mobilnya sekarang. Mereka semua turun dan menghajar dua bodyguard Alya.


Alya langsung pinggang karena di bius, dua anak buah Manda membawa Alya masuk ke mobil, sedang yang lain terus melawan bodyguard Alya. Kedua bodyguard itu berhasil mengalahkan kelima anak buah Manda tapi Alya sudah di bawa pergi oleh dua anak buah Manda lainnya.


"Bagaimana ini? Tuan pasti marah besar" ucap bodyguard itu pada temannya.


"Kita bawa mereka mengahada pada tuan, kita pasti tidak akan di hukum berat karena bisa menangkap anak buahnya"


Gara segera pulang setelah mendapatkan kabar dari tangan kanannya, ia segera menghubungi keenam anaknya yang masih di sekolah. Gara ke sana untuk menjemput mereka terlebih dahulu, dengan kecepatan tinggi Gara melesat ke sana.


Di sekolah lima 'A' dan Rangga tanpa pamit keluar dari kelas yang sedang melangsungkan pembelajaran "Hey kali mau kemana!" teriak seorang guru yang mengajar.


Lima 'A' serta Rangga berlari di koridor hingga kedepan gerbang, mereka begitu tidak sabaran menunggu Gara menjemputnya "Papa kepada lama sekali!" decak Alfan tak sabaran.


Dari jauh mereka melihat mobil Gara melesat dengan cepat hingga sudah sampai di depan mereka. Mereka semua segera naik lalu mobil itu kembali melesat meninggalkan sekolah dengan cepat, tidak ada yang membuat suara di dalam sana hingga mereka sampai di sebuah rumah yang lumayan besar.


Mobil Gara memasuki pekarangan rumah tersebut, ia sambut dengan beberapa anak buahnya "Kita bicara di dalam" tegas Gara berjalan memasuki rumah itu, lima 'A' dan Rangga mengikuti Gara dari belakang.


Dan disinilah mereka, disebuah ruangan gelap yang banyak sel di dalamnya "Mereka berlima adalah anak buah yang berhasil kami kalahkan, tapi dua dari mereka lagi membawa nyonya pergi begitu saja, kami tidak bisa menggapai nyonya karena mereka semua terus ingin menghajar kami. Kami pun menghajar balik mereka dan membawa nya ke mari" jelas nya menatap wajah Gara yang memerah karena menahan amarahnya.


Arsan mendekat dan menendang perut salah satu dari anak buah Manda, pria itu menggeram kesakitan karena tendangan Arsan benar-benar bukan main kuatnya.


Arsan kembali menendang yang lainnya membuat kelima lelaki dewasa itu menggeram kesakitan. Alfan mendekati mereka dengan wajah merah "Berani sekali kalian menculik ibuku!" Alfan menendang wajah salah satu dari mereka hingga membuat kepala mereka terbentur saat sama lain.


"Katakan di mana bos kalian menyekap istri saya" tanya pada mereka, mereka berlima menunduk takut.


"Kami tidak tau, kami hanya di perintahkan untuk menculik istri mu itu" jawab mereka.


Bugh


Arsan kembali menendang wajah pria yang berbicara tadi "Berani sekali mulut sampah mu itu berkata kasar pada orang tua ku" ujar Arsan.


"Jangan berbohong, cepat beritahu yang sebenarnya sebelum saya menghabisi mu sekarang juga!" tekan Gara karena merasa tidak masuk akal jika mereka tidak tahu.


"Bisu lo!" teriak Arkan.


"Ayo pa kita keluar, kita coba cari melacak keberadaan Mama saja, percuma kalau kita tanya mereka. Itu akan membuang-buang waktu, Alfan takut Mama sudah di apa-apakan oleh mereka" mereka semua mengangguk setuju dan keluar dari sana.


Tbc.