
Happy reading
.
.
.
"KALIAN" Argan belum benar-benar sudah tapi mereka sudah ketahuan
"Tangkap mereka" titah Sarah pada anak buah nya, Gara dan Hendri maju "Argan lanjutkan, papa yang akan melawan nya" ucap Gara, Argan mengangguk lalu lanjut melaser gembok itu "Berhenti sialan" ucap Sarah mendekat pada Argan tapi segera yang lain menghalangi nya
"Ets tidak bisa" ujar Rangga "Mundur kalian atau saya akan benar-benar melukai kalian" ancam Sarah
"Uhh takutnya" kata Alfan pura-pura takut mengundang tawa mereka membuat Sarah tambah marah, wajah nya benar-benar merah karena emosi "Sial" batin Sarah ia mengambil hp nya dan menghubungi anak buah nya yang lain "Kalian ke ruang bawah tanah sekarang juga!!" ujar Sarah lalu mematikan telpon begitu saja
Tak butuh waktu lama Gara dan Hendri sudah mengalahkan anak buah Sarah
Tak
Argan berhasil memotong gembok itu dan keluarlah Arsan dari sana "Abang" Arkan menghampiri Arsan dan memeluk nya, Arsan membalas pelukan sang adik kembarnya dan mengelus punggungnya
Mereka berdua melepas pelukannya, Arsan menatap Sarah dengan sangat dingin lalu mereka mendengar langkah kaki yang terburu-buru mendekati mereka dan sudah di tebak kalau itu anak buah nya Sarah yang lain
"Kalian, cepat tangkap mereka semua" titah Sarah pada anak buah nya itu "Baik bos" jawab mereka serempak
"Ayo kita selesaikan ini" kata Arsan menatap Sarah dan anak buahnya dengan malas, Arsan dan lainnya pun ikut melawan anak buah Sarah hingga mereka semua tumbang dengan Gara dan yang lainnya lah yang menang
"Ck dasar tidak berguna" decak Sarah, ia ingin pergi dari sana tapi tak kalah cepat dengan kedatangan polisi "Diam di tempat" ujar polisi itu mengarahkan pistolnya pada Sarah dan refleks Sarah mengangkat tangan nya. Polisi dengan sigap mengobrol tangan Sarah dan membawanya pergi dari sana "Kami permisi pak Gara, pak Hendri" pamit polisi itu
"Iya pak, makasih bantuan nya" kata Gara, polisi itu mengangguk "Itu sudah tugas kami pak" polisi itu pun pergi dari sana
"Anak-anak ayo kita pulang" ajak Gara
Mereka semua pun keluar dan meninggalkan tempat itu menuju ke rumah "Kalian mandi dulu baru turun makan" titah Gara "Iya pa"
"Lo juga sana pergi bersih-bersih" ucap Gara pada Hendri "Iya iya" Hendri berjalan menuju kamar tamu dan bersih-bersih disana
***
"Mbak duluan aja mbak Alya gak selera makan" jawab Alya pelan, Tina menghela nafas ini sudah ketiga kalinya ia memanggil Alya untuk makan siang, sekedar makan sesuatu aja ia tidak *****
"Kamu kenapa sih Alya, dari tadi kamu gak makan apa-apa loh kamu kan ada maag bisa bahaya kalau kambuh lagi" ujar mbak Tina
Alya tersenyum "Alya rasanya masih kenyang mbak, makasih ya sudah khawatir sama Alya" kata Alya "Kamu kan udah mbak anggap adik mbak" ucap mbak Tina dan memeluk Alya sejenak
"Yaudah nanti kalau kamu merasa lapar makan ya" Alya pun mengangguk "Yaudah Alya kedepan dulu" pamit Alya
***
"Halo sayang"
"Mas ko baru di angkat sih telpon nya, dari tadi aku telpon kalian di sana tapi gak ada yang angkat aku khawatir tau gak mas" omel Alya membuat Gara di seberang sana meringis begitupun dengan lima 'A' dan Rangga karena Gara meloadspeaker telponnya
"Maaf ya sayang hp nya aku simpan di kamar dan aku ada di bawah jadi gak kedengaran" elak Gara
"Tapi aku nelpon telpon rumah juga loh mas tapi gak ada yang angkat juga, kalian semua pada kemana? kalian gak papa kan? aku khawatir benget tadi, dari tadi perasaan aku gak enak" tanya Alya berturut-turut
"Sayang tenang ya, kami semua baik-baik aja ko beneran kamu gak usah khawatir" ucap Gara menenangkan sang istri
"Pokoknya besok aku pulang"
Tut
setelah mengatakan itu Alya mematikan teleponnya sepihak "Mama pasti khawatir banget sampai marah gitu" tutur Rangga
"Udah... mendingan kali tidur aja, besok kita jemput Mama"
"Iya pa"
Bersambung
Like dan komen jangan lupa ya kawan...
see u next part 👋
^^^Mawar Jk^^^