My Baby Boy 'A'

My Baby Boy 'A'
Chapter 28



#Like sebelum membaca


Taypo bertebaran....



Arsan mengeluarkan sesuatu dari dalam kantong nya, dan ternyata itu adalah sebuah pisau lipat yang berukuran kecil yang pas di tangan Arsan


"Iblis" ujar preman itu lemah sedangkan temannya satu lagi sudah tidak sadarkan diri


"Oh ya" ujar Arsan lalu mendekat kan pisau lipat nya itu kerah preman yang sudah membuat Mama nya terluka


"Gara-gara tangan ini Mama ku terluka" ujar Arsan dengan eskpresi polos nya lalu mengukir sesuatu di tangan preman itu membuat preman itu menjerit kesakitan


"Akhh sakit" teriak nya


Melihat itu Alya langsung menghampiri anak nya sebelum preman itu meninggal di tangan anak nya. Tidak, ia tidak ingin anak nya menjadi pembunuh


"GARA-GARA KAU MAMAKU SAMPAI TERLUKA DAN MENGELUARKAN DARAH SIALAN" teriak Arsan dengan emosi lalu kembali menggoreskan pisau nya di tangan preman tersebut


"MATI KAU" saat Arsan ingin menusuk preman itu Alya sudah memeluk tubuh anak nya membuat tangan Arsan berhenti


"Istighfar sayang" ujar Alya mendekap Arsan erat-erat. Alfan langsung merebut pisau lipat dari tangan Arsan di saat Arsan diam mendengar ucapan sang Mama


Arsan menghembus nafasnya lalu beristighfar "Astaghfirullah"


"Sudah tenang hem" tanya Alya mendapatkan anggukan dari Arsan


Tapi mata Arsan belum berubah itu menandakan kalau Arsan belum sepenuhnya sadar


_______


Setelah kejadian itu Gara dan keluarga nya langsung terbang ke Makassar. Diana mendengar cerita itu semua langsung mendatang kan dokter untuk memeriksa Arsan


Alya mengusap kepala Arsan dengan sayang, sekali-kali mengusap pipinya karena air matanya


Gara mendekati Alya dan menepuk pundaknya "Itu bukan salah kamu, jadi jangan salah kan dirimu sendiri" ucap Gara


"Enggak, ini semua salahku. Aku sebagai ibunya tidak bisa menjaga mereka semua sehingga Arsan seperti ini" ujar Alya yang terus menerus mengeluarkan air mata


"itu bukan salah kamu Alya, ini salah aku, aku sebagai seorang Ayah tidak bisa berguna untuk melindungi anak-anak ku" ucap Gara


Alya menghapus air matanya lalu menatap Gara "Kamu temani Arsan dulu ya, aku mau masak buat anak-anak dulu" ujar Alya mendapatkan anggukan dari Gara


Alya berjalan menuju dapur disana ia melihat Aira "Kamu yang masak Ra" tanya Alya melihat makanan di meja makan sudah penuh


"Iya kak, aku tau kakak pasti masih belum tenang atas kejadian tadi jadi Ira masak aja" ucap Ira tersenyum menghampiri sang kakak lalu memeluknya


"Kakak jangan salahin diri kakak ya, ini semua sudah takdir Arsan jadi kakak gak usah nyalahin diri kakak sendiri" ucap Aira memeluk Alya dari belakang


"Iya Ra, makasih ya selalu ada di sisi kakak, membuat kakak lebih tegar menghadapi semua cobaan"


"Kakak jangan bicara seperti itu, kita kan keluarga sudah sepantasnya kita saling mendukung, tanpa kakak Aira pasti tidak akan menjadi seperti ini sekarang" ucap Aira, matanya sudah berkaca-kaca


Alya melepaskan pelukannya lalu menghadap kearah Aira dan menangkap kedua pipi nya "Itu sudah tugas kakak Ra" ucap Alya dan kembali memeluk Aira


kedua kakak beradik itu berpelukan sangat hangat membuat orang yang melihat terharu


bersambung.


Makasih yang sudah mendukung cerita ini, sampai jumpa di chap selanjutnya


Buby 💜


^^^Mawar Jk 🌹^^^