My Baby Boy 'A'

My Baby Boy 'A'
Chapter 85



Happy reading


untuk reader ku yang setia 🥰


.


.


Dengan mengendap-endap mereka berjalan hingga sudah berada di dalam bangunan itu, mereka saling memberi kode dan mengangguk. Mereka masuk dan saling membagi diri, Argan Afkan dan Rangga tinggal untuk melawan para penjaga itu sedangkan Gara dan yang lain naik ke lantai atas.


"Masuk pa" ujar Arkan pada Gara saat mereka menyerang penjaga yang ada di sana. Dengan sekuat tenaga Arsan, Arkan dan Alfan melawan mereka semua lalu dengan buru-buru Gara masuk ke ruangan yang di mana Alya di kurung di dalam sana.


Bersyukur pintu tersebut tidak di kunci sehingga Gara langsung masuk ke dalam sana "Sayang!" panggil Gara pada Alya yang keadaan nya sama seperti tadi tapi ini mulutnya di bekap dengan selatip.


"Emhh hmm" gumam Alya tak jelas, dengan segera Gara melepaskan selatip yang ada di bibir Alya "Mas Gara" ujar Alya pelan.


Gara mengelus pipi Alya dengan lembut lalu beranjak ke belakang Alya untuk melepaskan tali nya. Karena tidak sabaran untuk membuat tali itu Gara mengeluarkan sebuah pisau lipat dan memotong tali tersebut.


Alya langsung di tarik ke dalam dekapan Gara. Alya yang di peluk pun langsung menagis sejadi-jadinya di dekapan sang suami "M..mas hiks hiks."


"Sshht aku disini sayang udah ya" kata Gara menenangkan Alya yang memeluknya sangat erat seakan akan tidak hari esok untuk nya.


"Sekarang kita keluar dari sini, ayo" Gara melepas pelukannya dan beralih merangkul pundak Alya dan membawa nya keluar.


"Arsan, Arkan Alfan!" panggil Alya kaget melihat ketiga putranya bertarung melawan pria dewasa yang berbadan besar. Ketiganya pun lantas menoleh, melihat ada cela pria berbadan besar itu pun melayangkan pukulannya.


"TIDAK, ARKAN!!" teriak Alya histeris, Arsan dengan cepat melompat dan menendang pusaka milik pria itu sehingga pria itu langsung terjatuh kesakitan dan pingsan karena Arsan tidak main-main saat menendang milik nya.


"Lari dan bawa Mama pergi dari sini" bisik Arsan pada Arkan, Arkan mengangguk mengerti lalu berlari kearah Alya dan Gara.


"Mas tolong anak-anak mas, cepat" kata Alya khawatir "Ayo mas!" ujar nya lagi.


"Ya sudah kamu disini, jangan kemana-mana" Alya mengangguk menggapai nya, ia berdoa di dalam hati untuk suami dan anaknya.


"Ma ayo kita pergi dari sini sebelum mereka bertambah banyak" kata Arkan menari tangan Alya yang lembut, hati sangat sakit saat melihat tangan sang Mama memar hingga berdarah seperti itu.


"Kamu gak papa kan sayang? gak ada yang luka kan nah?" tanya Alya khawatir memeriksa tubuh Arkan mencari luka tapi Alya tidak menemukan satu pun, ia pun menghela nafas lega.


Saat turun di lantai satu Alya kembali terkejut melihat putra-putra nya berkelahi dengan pria yang berbeda besar pula "Yaallah, Argan Afkan Rangga" panggil Alya, ia terburu-buru menuruni tangga.


"Berhenti, berhenti saya mohon" kata Alya dengan nada bergetar.


"ARKAN" teriak Argan memberikan kode untuk membawa Alya pergi dari sana, Arkan yang mengerti pun segera membawa Alya pergi dari sana.


"Ayo ma" ajak Arkan, Alya sudah menagis sesegukan dan pasrah di bawah keluar dan masuk ke mobil. Arkan mengambil sesuatu di dalam tas lalu menutup pintu mobilnya.


"Mama disini ya ma, kunci pintu mobilnya Arkan menyusul yang lain dulu. Mama jangan khawatir kita akan segera kembali percaya pada kami ma" jelas Arkan, Alya mengangguk mengerti yang tah henti-hentinya nangis pilu.


"Hati-hati sayang" kata Alya, Arkan mengangguk mantap dan berlari kembali ke dalam.


"Yaallah tolong lindungi suami dan anak-anakku di dalam sana yaallah" batin Alya berdoa, ia terus merapal kan doa-doa untuk suami dan anak-anaknya.


Arkan berlari dan menyuntikkan cairan pada musuhnya sehingga mereka jatuh terkapar tak sadarkan diri "Ayo ke atas" ajak Argan pada saudaranya untuk keatas.


Tapi sesampainya di atas Gara dan yang lain sudah menjatuhkan mereka "Mama kalian di mana?" tanya Gara melihat mereka semua ada disana.


"Di mobil pa, ayo kita pergi dari sini" ujar Arkan, mereka dengan sedikit berlari turun dan keluar dari bangunan itu dan menuju mobilnya.


Melihat suami dan anaknya keluar Alya segera turun dari mobil dan memeluk mereka dan kembali menagis "Kami baik-baik saja ma, ayo kita pulang" ajak Argan.


"Mama jangan menangis" kata Afkan menghapus air mata Alya dan mengelus tangan Alya yang teluka "Pasti sakit ya ma" ujar Afkan, sungguh hati sangat sakit melihat Mama nya terluka seperti itu seandainya bisa memilih lebih baik ia yang terluka di bandingkan sang Mama yang terluka.


"Ayo sayang" Gara menuntun sang istri untuk masuk ke mobil di susul oleh lima 'A' dan Rangga, lalu mobil tersebut melaju pergi dari sana.


Tbc.


...Like dan komen ❤️...


...See u next part 🥰...


^^^Mawar Jk^^^