My Baby Boy 'A'

My Baby Boy 'A'
Chapter 68



Happy reading


.


.


.


"Ma Alfan kapan bisa pulang?" tanya Alfan pada Alya yang sibuk mengupas buah untuk Alfan


"Nanti sayang, kalau Alfan udah sembuh" jawab Alya, Alfan mendengus "Tapi ma Alfan udah sehat kok, bahkan Alfan bisa" Alfan turun dari brangkar dan melompat "Melompat" lanjut nya


Mata Alya melotot melihatnya "Astaghfirullah, sayang kamu masih lemah Lo" pekik Alya. Dengan cepat ia menaruh buah dan pisau yang ia pegang "Ayo naik lagi, kamu itu harus banyak istirahat" Alya membantu Alfan naik ke brangkar nya lagi dan membaringkan nya.


"Tapi Alya udah kuat ma" ujar Alfan


"Enggak ada, jangan banyak tingkah"


"Tap-"


Tok


Tok


Tok


Cklekk


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


"Ada apa sayang?" tanya Gara, berjalan menghampiri istri dan anaknya, ia mengulurkan tangannya dan di salami oleh Alya dan Alfan.


"Alfan mas, masa udah mau pulang kan dia masih harus di rawat" jawab Alya. Gara tersenyum lalu mengelus pipi sang istri dan menatap putra nya "Kamu masih butuh perawatan Alfan jadi jangan banyak tingkah" kata Gara dan duduk di kursi sebelah istrinya.


"Tapi pa Alfan udah baikan kok" ujar Alfan


"Baiklah kalau begitu, besok kamu bisa pulang" ucap Gara mengalah mendapat bantahan dari sang istri "Gak bisa gitu dong mas, aku mau Alfan benar-benar pulih, liat aja dia masih lemas gitu" ujar Alya.


Gara mengelus rambut Alya seraya tersenyum "Gak papa sayang, nanti kan Alfan bisa istirahat di rumah" Alya menghela nafas, mau tidak mau ia pun setuju membuat Alfan bersorak senang. Akhirnya dia bisa bebas dari ruangan ini.


"Makasih Mama" ujar Alfan tersenyum manis pada Alya, Alya mengelus pipi Alfan "Tapi Alfan janji sama mama, jangan banyak tingkah dulu ya sayang sebelum Alfan benar-benar fit kembali" nasehat Alya.


"Siap Mama" Alfan berlaga hormat


"Yaudah ini buahnya di makan" Alya memberikan satu piring buah-buahan yang sudah ia potong kecil agar memudahkan sang anak memakan nya "Makasih ma" Alfan memakan nya dengan lahap hingga pipi nya mengembung "Pelan-pelan sayang" peringat Alya, Alfan hanya menyengir kuda dan menyuapi buah itu dengan pelan sesuai perintah sang Mama tercinta.


Hari esok pun tiba, sesuai janji Gara mengizinkan Alfan untuk pulang membawa anak laki laki itu dengan semangat menyambut hari ini. Dengan berjalan riang ia memasuki rumah di susul oleh Alya dan Gara "Assalamualaikum" salam nya.


"Waalaikumsalam" jawab Aira yang berada di ruang tengah yang memangku baby Al "Loh Alfan sudah pulang?" tanya Aira.


"Halo bayi gembul" sapa Alfan pada baby Al yang sibuk bermain robot yang ada di tangan mungil nya.


"Kakak Alfan emang udah sembuh, udah pulang aja" ucap Aira dengan nada anak kecil "Iya dong" Alfan mencium kedua pipi bulat baby Al membuat bayi gembul itu tertawa.


"Udah sayang kasih baby Al nya, sekarang Alfan naik ke kamar istirahat" titah Alya "Iya ma, bye-bye mbul" dengan patuh Alfan menurut sang Mama.


"Ayo Papa antar" timpal Gara yang sendari tadi diam, Gara dan Alfan pun naik ke lantai dua menuju kamar Alfan.


***


Di tengah-tengah kesibukan nya membuat resep baru, Alya di buat kaget kala sebuah tangan melingkar di pinggang nya "Mama" Alya menoleh dan mendapati Rangga yang ternyata memeluk nya.


Alya menyimpan adonan kue nya dan membuka sarung tangan plastik nya. Dengan pelan ia melepaskan tangan Rangga yang melilit di pinggang nya "Kenapa sayang?" tanya Alya seraya mengelus pipi Rangga.


Rangga yang merasa nyaman pun memejamkan matanya menikmati elusan Alya, jujur ia tidak pernah di perlakukan seperti itu oleh ibu kandungnya sendiri, tapi Gara tidak masalah ia pun merasa nya dengan Alya yang menyayangi nya tanpa membedakan ia dengan lima 'A' sendiri.


"Rangga ke ruang tengah ya kalau mau tiduran, Mama beresin ini dulu" kata Alya yang masih mengelus kepala Rangga.


"Yaudah Rangga tunggu ya ma" balas Rangga melepaskan pelukannya dengan enggan dan pergi.


"Iya sayang, gak lama kok" ucap Alya. Dengan segera ia membereskan alat-alat dapur nya dan memasukkan adonan yang telah ia buat di dalam oven, setelah semua selesai baru ia keluar menyusul Rangga.


Alya duduk di sofa sampai Rangga, Rangga pun langsung membaringkan badannya di sana dengan paha Alya sebagai bantal nya. Hingga beberapa menit Alya kembali ke dapur terlebih dahulu untuk mengecek kue nya yang ternyata sudah matang, ia mengeluarkan kue tersebut dan wah harum nya begitu sangat menggiurkan.


Rangga saja yang tadi sedang ngantuk ngantuk nya pun langsung melek dan menghampiri Alya "Wangi banget ma" seru Rangga, Alya tersenyum "Ayo sini duduk, Rangga yang pertama menyicipi nya" ujar Alya, dengan senang Rangga duduk di kursi yang ada di samping Alya.


"Biarkan dulu dingin sebentar baru Rangga makan ya" ucap Alya di balas anggukkan oleh Rangga.


"Ada apa nih, wangi banget. Sampai di luar loh" Gara yang baru pulang kerja menghampiri Alya "Sayang" Alya tersenyum lalu mencium tangan Gara, Rangga pun berdiri dari duduknya dan menyalimi sang Papa.


"Mama buat resep baru lagi pa, wangi banget kan?" tanya Rangga antusias, Gara mengangguk setuju ia baru keluar dari mobil tadi sudah mencium wangi nya kue buatan sang istri.


"Owh iya, yang lain pada kemana nih" tanya Gara yang hendak duduk malah di tegur oleh Alya "Mas naik mandi aja dulu ya, kue nya juga mau aku dingin dulu baru bisa dimakan" Gara tidak menolak nya, dengan patuh ia menuruti titah istrinya.


"Rangga bantu ya ma" Rangga mengambil bekas tempat kue yang tadi Alya buat karena ia sudah memindahkan nya di wadah yang lain.


"Iya, makasih ya"


"Tidak masalah" Rangga dengan sigap mencuci loyang itu lalu menyimpan nya di tempat biasa "Udah gak papa, biar Mama yang simpan" ucap Alya


"Gak papa ma, biar Rangga selesaikan dulu" kata Rangga sibuk menyimpan semua loyang yang ia sudah cuci bersih tadi.


Alya tersenyum melihatnya, lalu kembali memotong kue yang udah lumayan anget dan ditaburi keju dan coklat dan coklat hijau kesukaan suami dan anak-anaknya.


"Nih coba" Alya menyodorkan potong kue dengan taburan keju kesukaan Rangga sendiri, dengan senang hati Rangga menerima suapan Alya "Eemh enak ma" puji Rangga seraya memberikan kedua jempol nya.


"Yaudah nih bantu Mama bawa kedepan, Mama mau buat minum sekalian"


"Iya ma"


Tepat Rangga sampai di ruang tengah Gara sudah datang dengan pakaian rumahan seperti biasa saat ia di rumah, hanya menggunakan kaos dan celana selutut.


"Mama kamu mana?" tanya Gara dan duduk di sofa singel


"Lagi buat minum pa" jawab Rangga, Gara mengangguk mengerti lalu mengambil kue dan memakan nya "Enak banget kan pa?" tanya Rangga antusias "Ya Mama kamu memang gak pernah gagal membuat resep baru" jawab Gara di anggukkan kepala oleh Rangga yang setuju


"Owh ia saudara kamu pada kemana?" tanya Gara


"Mereka bilang nya pergi latihan sih" jawab Rangga


"Mas" panggil Alya yang datang membawa nampan berisi minuman untuk pelengkap kue nya.


"Sini sayang" Gara pindah pada sofa yang panjang dan menarik Alya untuk duduk di samping nya "Duduk sini, kamu pasti capek banget kan" ujar Gara.


"Gak terlalu kok mas" jawab Alya


"Ya kan sama aja yang" kata Gara lagi


"Iya mas, iya"


Tbc.


Like dan komen ya kawan-kawan 😍 maaf baru bisa up, author lagi sibuk-sibuknya sama ulangan di sekolah, untuk bulan ini benar-benar full time. tapi author usahakan buat up ya untuk kalian semua 😊


see u


^^^Mawar Jk^^^