
Happy reading
.
.
.
Kemarin Aira, Raka dan baby Al pergi ke Makassar untuk mengunjungi keluarga Raka, mereka kangen sama baby Al katanya. Dan hari ini Fahmi dan Diana bilang mereka akan bermalam di rumah Alya dan Gara.
Alya ingin menyambut kedua mertua nya dengan baik, ia sudah mempersiapkan segalanya dari kamar untuk keduanya, cemilan dan yang lainnya.
"Ma Oma kesini jam berapa emangnya?" tanya Arkan yang menemani Alya untuk menyirami tanaman nya.
"Mungkin sebentar lagi sayang, masuk gih mandi keburu Oma sama Opa datang " titah Alya
"Mau bantu Mama dulu" bantah Arkan, ia kembali menyemprotkan selang air pada tanaman bunga Alya. sedangkan Alya, ia menyirami tanaman sayurannya yang baru-baru ia tanam.
Ting!
Kedua anak dan ibu itu menoleh "Sepertinya Oma sama Opa sudah datang ayo kesana" ajak Alya, Arkan menyimpan selang air dan menyusul Alya yang kedepan.
"Assalamualaikum" salam Diana dan Fahmi
"Waalaikumsalam"
"Ma" Alya menyalimi Diana dan Fahmi bergantian, di ikuti oleh Arkan yang ada di belakangnya.
"Apa kabar sayang?" tanya Diana pada Alya
"Alhamdulillah baik ma, Mama sama baik juga kan?" tanya Alya balik.
"Alhamdulillah Mama sama Papa baik" jawab Diana
"OMA! OPA!" teriak Alfan yang datang bersama saudaranya yang lain dan juga Gara di belakang mereka.
"Aduh cucu Oma" Diana mencium pipi cucu nya bergantian dan Fahmi mencium kening mereka.
"Ma" Gara menyalimi kedua orang tuanya dan memeluk nya sejenak.
"Ayo masuk ma pa" ajak Alya. Mereka semua pun masuk dan duduk di sofa "Oma kita buka ini ya" pinta Arkan menunjuk bingkisan yang dibawa Diana dan Fahmi tadi.
"Boleh dong, itu semua buat cucu Oma" jawab Diana dan mencubit gemas pipi Arkan "Ayo bang" dengan semangat Arkan mengajak mereka untuk duduk di karpet bulu dan membuka semua bawaan Oma dan Opa nya.
Diana mendekati Alya yang duduk berdampingan dengan Gara "Kamu udah ada tanda-tanda isi belum nak?" tanya Diana
"Belum ma" jawab Alya seraya tersenyum tak enak, mungkin karena Gara anak satu-satunya Diana dan Fahmi, jadi Alya yang menantu pun merasa tidak enak kalau ditanya seperti itu, ia pun juga ingin hamil, ingin merasakan ngidam nya kembali tapi sampai sekarang mereka belum di karuniai anak.
"Gak papa sayang, mungkin belum rezeki. Insyaallah kalau pasti di karuniai anak lagi ya" ucap Diana, ia merasa bersalah bertanya seperti itu pada menantu kesayangan.
Gara memegang tangan sang istri, Alya menoleh dan melihat senyuman sang suami yang seolah-olah mengatakan tidak apa-apa.
Fahmi mencari topik yang lain sehingga mereka tenggelam berbicara meninggalkan anak-anak yang ribut membuka semua bingkisan itu.
"Eh anjir" Gara, Alya, Diana dan Fahmi terhenti berbicara dan menoleh pada anak-anak. Mereka yang ditatap seperti itu pun cengengesan dan menyengir kuda.
"Keceplosan" ujar Alfan cengengesan seraya menggaruk kepalanya yang tak gatal, ia melihat abang nya yang menatapnya tajam karena berbicara kotor di mana ada Alya berada. Alfan menelan ludah nya dengan susah payah, kalian tahu kan bagaimana sikap mereka jika ada Mama nya yang tercinta.
Arkan dan Rangga terkekeh melihat itu dan mengejek Alfan 'mampu lo'. Hal itu membuat Alfan geram bukannya membantu mereka malah ngatain.
"Gak boleh bicara kotor seperti itu sayang, gak baik" nasehat Alya lembut. Alfan menundukkan kepalanya "Maaf ma" ucap nya menyesal.
"Jangan diulangi lagi ya sayang" timpal Diana lalu ikut duduk di karpet bulu, ia mengelus pipi Alfan dengan sayang.
"Resep baru kamu enak banget Al" puji Diana yang memakan kue buatan menantu kesayangan nya.
"Alhamdulillah kalau Mama sama Papa suka, Alya jadi senang kalau begitu" ujar Alya
"Belum di jual ya?" tanya Fahmi
"Belum pa, niatnya sih besok Alya coba jual di toko dan semoga banyak yang suka" jawab Alya "Oh kalau itu pasti, enak seperti ini gak perlu di ragukan lagi" ujar Fahmi, mereka tertawa lalu kembali memakan kue nya sesekali bercerita.
Setelah makan malam mereka kembali di ruang tengah untuk bersantai ria. Lima 'A' dan Rangga duduk di karpet sambil bermain seperti biasanya, dan para orang tua duduk di sofa memperhatikan mereka.
Tiba-tiba Gara mengingat sesuatu "Owh iya ma pa, Mama sama Papa gak sibuk kan satu minggu kedepannya?" tanya Gara
"Memang nya kenapa?" tanya Fahmi
"Gara ada perjalanan bisnis ke Singapura pa, dan Gara mau Alya menemani Gara kesana" jawab Gara, Fahmi mengangguk mengerti "Papa gak sibuk sama sekali, kalian pergilah Mama dan Papa ada jagain mereka" ujar Fahmi.
Gara tersenyum lebar "Makasih Pa" ucap nya tulus.
"Sama-sama boy"
"Kaya sama siapa aja kamu Gara" kata Diana terkekeh geli menatap sang putra.
"Emang kapan mas berangkat nya" tanya Alya
"Mungkin dua, tiga hari lagi sayang. Kamu mau kan ikut sama mas?" tanya Gara balik
"Iya mas" Gara tersenyum dan merangkul sang istri, Fahmi dan Diana tersenyum melihat itu. Mereka berdoa semoga keluarga anaknya di lindungi dari marabahaya dan selalu bahagia.
***
"Mama sama Papa berangkat ya sayang, kalian baik-baik di rumah, jangan buat Oma sama Opa repot, ingat makan, jangan pulang latihan sore-sore" nasehat Alya pada keenam putra nya.
"Iya ma, Mama jangan khawatir soal itu Argan yang akan bantu urus adik-adik Argan" ucap Argan putra sulungnya.
"Iya sayang, Argan jangan lupa buat makan ya ingatin adek-adek kamu buat jangan begadang" ucap Alya
"Iya ma" kata Argan seraya tersenyum lalu memeluk sang Mama "Mama hati-hati ya disana, jangan pergi-pergi kalau enggak sama Papa" bisik Argan.
"Iya sayang" Alya membalas pelukan putra sulungnya lalu be gantian memeluk putra putranya.
"Jangan lupa oleh-oleh nya ya" kata Alfan tersenyum setelah melepas pelukannya, Alya mencubit hidung Alfan gemas "Iya sayang"
"Hati-hati ma" ucap Arsan yang terakhir di peluk oleh Alya "Iya sayang, Arsan jangan banyak begadang ya" Arsan mengangguk lalu kembali memeluk Alya, ini memang pertama kali nya Ia pergi jauh tanpa putra nya dan Alya sedikit khawatir apalagi Aira tidak ada di rumah
"Kalian jangan khawatir Mama sama Papa kan ada" ujar Diana meyakinkan Alya
"Udah?" tanya Gara, Alya mengangguk lalu menggandeng tangan Gara "Papa sama Mama berangkat boy" mereka semua mengangguk lalu melambaikan tangannya hingga mobil yang di tumpangi Alya dan Gara tak terlihat.
"Jangan khawatir sayang, anak-anak pasti baik-baik aja kok. Mama Papa ada jangain mereka dan mas juga udah siapkan bodyguard untuk mereka" kata Gara menggenggam tangan Alya dan di simpan di dadanya, Alya di perlakukan seperti itu pun merasa tenang dan menyandarkan kepalanya di bahu sang suami.
"Tidur aja sayang, nanti aku bangunin kalau sudah sampai di bandara" kata Gara, Alya menggelengkan kepalanya menolak "Aku gak ngantuk kok mas" katanya
"Yaudah" Gara sesekali mengusap kepala Alya yang masih bersandar di bahunya hingga mereka sampai di bandara
Tbc.
Like dan komen!
^^^Mawar Jk^^^