
Happy reading
.
.
.
Sore harinya di kediaman Alya, Lima 'A' dan Rangga baru saja pulang dari latihan
"Assalamualaikum" salam mereka memasuki rumah
"Waalaikumsalam" jawab Gara yang memang berada di ruang tamu menunggu anak-anak nya pulang
"Kalian naik bersih-bersih dulu baru ke sini ya, ada yang ingin Papa perlihatkan pada kalian" ujar Gara pada mereka
"Iya pa" ucap mereka patuh
"Good boy, Papa tunggu"
Mereka berlalu naik seperti perintah sang Papa. Tidak perlu lama menunggu mereka pun sudah kembali dengan pakaian santai dan jauh lebih fresh di lihat dari sebelumnya
"Ayo sini duduk" ajak Gara
"Mama dimana pa?" tanya Afkan
"Mama tidur dikamar, sepertinya Mama benar-benar capek sampai- sampai belum bangun" ucap Gara
"Mama kenapa?" tanya Argan
"Tidak usah khawatir, Mama tadi capek keliling berbelanja" jelas Gara, mereka pun bernafas lega mendengar nya
"Apa yang ini Papa perlihatkan?" tanya Rangga
Gara tersenyum dan menunjuk kearah kardus yang lumayan besar di samping nya "Buka" ucap nya
Mereka nampak bingung "Buka dan kalian akan tahu" ucap Gara lagi
Karena penasaran mereka pun membuka kardus itu, dan betapa kagetnya mereka ketika melihat robot didalamnya. Itu bukan robot mainan, ini robot canggih yang dapat menerima perintah!!
"Papa?" Arkan meminta penjelasan pada Gara
"Itu robot dibuat hanya percobaan saja, jadi robot itu hanya ada satu. Mama sama Papa tertarik saat melihat nya dan membelinya, sekarang itu milik kalian terserah mau di apakan" jelas Gara
Arsan diam menatap robot itu, sedangkan adiknya sudah heboh melihat robot itu. Arsan tersenyum kecil memikirkan ide yang ada di otak cerdas nya
"Ekhm" dehem Arsan membuat yang lain lantas menatap nya
"Kenapa bang?" tanya Alfan, Arsan menggelengkan kepalanya lalu menatap Gara "Terserah mau di apakan kan pa?" tanya Arsan
Gara menatap Arsan bingung tapi tak ayal ia tetap mengangguk "Ya, terserah" ucap nya
Arsan kembali tersenyum kecil "Makasih pa" ucap nya lalu memberi kode pada Argan
"Yaudah Papa mau ke atas dulu, kalian yang beresin ini ya" ucap Gara pada putra-putra nya
"Iya pa/siap pa" jawab mereka kompak
"Gue ada ide" ujar Arsan setelah Gara pergi "Apa?" tanya Arkan
"Ikut gue" ajak Arsan, mereka menatap Arsan bingung tapi mereka tetap mengikuti Arsan hingga mereka sampai di tempat rahasia?
"Masuk" ucap Arsan setelah membuka pintu rahasia yang berada di dalam kamar nya
"Kapan tempat ini ada?" tanya Rangga terkejut dan bingung
"Sejak kita tinggal disini, tidak ada yang tahu soal ini maupun itu Mama. Dan kami memberitahukan kamu karena kita saudara jadi ini rahasia kita ber-enam" jelas Alfan
Rangga lantas tersenyum lalu merangkul pundak Alfan "Thanks, lo semua sudah menerima gue" ucap nya
"Ayo masuk" ajak Argan, mereka pun memasuki ruangan itu dan betapa kagetnya Rangga melihat ruangan itu. Ruangan itu seperti tempat percobaan atau sebagai nya?
"I..ini" kata Rangga
"Ini tempat uji coba kita membuat hal-hal yang baru" jelas Arkan
"Bawa robot nya kesana" suruh Arsan menunjuk pada sebuah tempat yang lebih menonjol disana
"Ayo mulai merakit nya" ujar Arsan tersenyum tipis
"Kita disini aja biarkan bang Arsan dan bang Argan yang urus" ajak Arkan duduk di kursi kayu yang ada di sudut ruangan itu
"Gue gak ikut deh, kita liat aja" ucap Alfan, Arkan pun mengangguk menyetujui perkataan Alfan
"Kalau lo?" tanya Arkan
"Gue gak berani bergabung, gue gak tau apa-apa"jelas Rangga
"Yaudah kita kesana aja liat mereka" ajak Arkan
***
"Anak-anak pada kemana mas?" tanya Alya menghampiri Gara yang berada di sofa kamar mereka "Tadi aku dari bawah gak liat mereka satupun" lanjut Alya
"Mungkin mereka sibuk main sama robot mereka di kamar kali yank, nanti aku panggil" ucap Gara
"Udah enakan?" tanya Gara memeluk pinggang Alya yang berada di samping dengan lengan kirinya dan tangan kanannya yang sibuk dengan laptop nya
"Udah, bangun tidur aku udah enakan, pegel nya juga udah lumayan" ucap Alya, Gara mengelus kepala Alya, lantas Alya menyandar kan kepalanya di bahu suaminya
"Mas kan lusa Aira sudah pulang, nah aku kan mau buat syukuran gitu. aku juga mau bagi kue gratis, gimana menurut kamu?" tanya Alya
"Apapun yang kamu lakukan aku siap mendukung nya sayang, jadi aku sih fine fine aja" jawab Gara
"Yaudah deh, rencananya buat kue gratis aku di toko aja sekalian. Kan syukuran hanya kita dan tetangga aja nah jadi makanya yang kue itu aku bagi di toko aja" jelas Alya
"Iya sayang aku setuju ko, apalagi niat baik kamu itu mas setuju banget. Aku jadi bangga sama kamu suka berbagi sesama manusia" ucap Gara mengelus surai Alya
Alya tersenyum manis lalu memeluk suaminya, Gara pun dengan senang hati membalas pelukan sang istri sesekali mencium kening nya
***
"Kita lanjut nanti saja ini sudah magrib, kita sholat dulu" ucap Argan, Arsan dan Afkan mengangguk
"Ayo kita sholat dulu"ajak Afkan pada Arkan, Alfan dan Rangga
"Iya bang" ucap mereka mengikuti dari belakang
"Nanti kita lanjutkan, Mama pasti mencari kita tadi habis sholat kita turun" ucap Argan pada adik-adiknya
"Iya bang" ucap mereka lagi
Mereka pun sholat berjamaah di sana dengan Argan sebagai imam. Tepat setelah mereka sholat Gara datang memanggil mereka "Papa kira kalian belum sholat boy" ujar Gara pada mereka, lima 'A' dan Rangga melihat Gara yang memakai baju kokoh dengan sarung pun menyimpulkan kalau Papa mereka baru saja selesai sholat maghrib juga
"Ayo turun makan" ajak Gara
"Iya pa"
Tap
Tap
Tap
Alya yang sibuk menata meja makan mendongakkan kepalanya, Alya langsung tersenyum melihat orang kesayangan datang "Sudah pada sholat kan sayang?"tanya Alya
"Udah ma" jawab Arsan ikut tersenyum dimana senyum itu hanya ia tampilkan pada sang ibu seorang
"Yaudah gih duduk, kita mulai makan nya" ucap Alya, mereka duduk dengan patuh
"Biar Argan yang ambil sendiri ma" ucap Argan saat melihat Alya hendak mengambil kan mereka makan setelah Alya mengisi piring Gara
"Udah gak papa biar Mama aja" ujar Alya
"Gak ma biar kami sendiri yang ambil" ucap Afkan
"Iya Mama kan udah masak buat kita jadi Mama tinggal makan ajak ok" Alfan mengambil Alya nasi diikuti oleh Afkan yang memberikan sayur, Arkan yang mendekat kan kerupuk kesukaan sang Mama, Argan yang mengambil ayam, Arsan menuangkan air. Tak tinggal diam Rangga buru-buru mengambilkan tahu plus kecap kesukaan Alya
Gara tersenyum hangat melihat itu, dalam hati berdoa agar keluarga tetap bahagia seperti ini tidak ada yang tahu esok hari apa yang akan terjadi
"Kalian ini" ucap Alya
"Yaudah Papa pimpin doa" ucap Gara, mereka mengangguk
Gara mulai membaca doa, setelah itu mereka pun mulai makan. Tidak ada percakapan karena, mereka hanya menikmati makanan mereka sesekali ada yang melontarkan pujian pada makanan itu hingga mereka selesai
Tbc
Please like 👍 dan 💬 komen 🥰
^^^Mawar Jk^^^