My Baby Boy 'A'

My Baby Boy 'A'
Chapter 71



Happy reading


.


.


.


"Sayang aku berangkat ya, mas ada meeting pagi ini jadi gak sempet sarapan" kata Gara yang turun menghapiri Alya yang tengah sibuk memasak buat sarapan nanti


"Kok gak bilang sama Alya sih mas kemarin, kan Alya bisa buat sarapan lebih pagi lagi buat mas Gara" kata Alya


"Maaf ya sayang mas lupa, yaudah mas berangkat" Gara mengecup kening Alya lalu benar-benar pergi "Assalamualaikum"


"Waalaikumussalam" Alya menghela nafasnya lalu kembali memasak, setelah siap ia pun memanggil putra nya untuk segera sarapan


"Papa kemana ma, tumbuh belum ada" tanya Rangga, karena biasanya Gara lah yang paling pertama ada disana yang sudah meminum kopinya


"Papa ada meeting pagi jadi Papa gak sempat sarapan" jawab Alya sibuk menyajikan sarapan untuk mereka


"Tumben Papa gak sarapan, dulu Papa masih sempat sarapan kok" ujar Arkan


"Nanti Mama bawakan untuk Papa, kalian makan lah" ucap Alya lalu duduk di kursi dan ikut sarapan


"Iya ma" mereka sarapan dengan tenang, setelah itu lima 'A' dan Rangga pamit berangkat ke sekolah nya


"Hati-hati ya sayang" pesan Alya


"Iya ma"


"Assalamualaikum"


"Waalaikumussalam"


Alya kembali masuk ke rumah untuk beres terlebih dahulu baru ia pergi menyiapkan bekal untuk dibawanya ke kantor Gara "Nah siap, aku ganti baju dulu deh" gumamnya lalu naik ke kamar nya mengganti baju karena saat ini ia masih memakai daster


***


Alya kini sudah sampai di depan kantor Gara dengan menenteng rantang makanan, selama perjalanan banyak yang menyapa dengan ramah. Alya hanya membalas nya dengan senyuman


"Tok tok assalamualaikum" salam nya, ia sebenarnya sudah tebak kalau Gara masih belum selesai rapat nya, dia pun duduk si sofa yang ada yang ada sana menunggu suaminya


Hampir satu jam lamanya menunggu Gara pun selesai rapat "Sayang?" Alya tersenyum dan menghampiri suaminya "Lama ya sayang?" tanya Gara mengecup kening Alya lalu menggiring duduk di sofa kembali


"Enggak kok" jawab Alya "Makan ya mas, Alya sudah bawakan buat mas. Pasti belum makan kan?" tebak Alya, Gara tersenyum mengelus kepala Alya istri nya itu memang tau diri dan sangat pengertian


"Suapin ya" pinta Gara, Alya mengangguk lalu membuat rantang nya membuat aroma masakannya tercium begitu harum nya


"Aaa" Gara membuka mulutnya menerima suapan Alya, begitu seterusnya hingga makanan habis dan Gara pun sudah kenyang


"Sayang gak udah pulang ya, kamu disini aja ya temani mas kerja" pinta Gara, karena Alya adalah istri yang patuh ia pun hanya mengangguk menanggapi nya "Makasih sayang" kata Gara memeluk pinggang ramping sang istri lalu mengecup kening nya


Sesuai permintaan Gara, Alya menemani Gara bekerja hingga kini jam satu siang tapi Alya dihubungi oleh pegawai toko kue kalau ada yang ingin bertemu dengannya. Dengan berat hati Gara mengizinkan Alya untuk pergi


"Iya, tapi hati-hati ya sayang" kata Gara tak semangat


"Iya mas, semangat dong" ucap Alya melihat Gara yang tak rela untuk ia pergi


"Penyemangat mas mau pergi soalnya" kata Gara membuat Alya terkekeh "Apa sih mas, yaudah aku pamit" Alya mencium tang Gara dan Gara mengecup seluruh wajah sang istri


"Assalamualaikum" pamit Alya


"waalaikumussalam" jawab Gara


Gara pun kembali mengerjakan pekerjaan seperti biasa hingga ia hari sudah menjelang sore, dengan cepat ia menyelesaikan semua pekerjaan dan pulang


Di perjalanan Gara tak sengaja melihat seorang wanita yang sedang hamil besar yang menarik koper besar apalagi ini sudah hampir magrib. Karena merasa kasihan pada wanita hamil itu Gara pun menghampirinya "Permisi mbak" kata Gara


"Iya?" tanya wanita itu menoleh, tampan. Satu kata yang wanita hamil itu simpulkan setelah melihat Gara


"Mari saya antar mbak, ini sudah magrib gak baik ibu hamil seperti mbak di jalan seperti ini" Gara mengajak nya masuk ke mobil, dengan senang hati wanita hamil itu menerima ajakan Gara


"Kalau boleh tau mau kemana ya mbak, biar saya antar kan" wanita itu tampak sedih saat Gara bertanya


"Yaudah untuk sementara mbak tinggal di rumah saya saja, sebelum mbak dalam tempa tinggal" entah mengapa gara tiba-tiba berbicara seperti itu, tawaran Gara membuat mata wanita hamil itu berbinar


"Iya mas saya mau, mas panggil saya Manda aja" ujar nya cepat, Gara mengangguk lalu segera menjalankan mobilnya menuju rumah nya


"Lumayan" batin Manda melihat rumah yang ada di depan matanya


"Ayo masuk" ajak Gara, ia yang menarik koper Manda masuk ke rumah


"Assalamualaikum" salam nya, ternyata Alya dan anak-anaknya ada di ruang tengah


"Waalaikumussalam" jawab mereka bersamaan, mereka bingung melihat Gara pulang bersama wanita hamil


"Manda perkenalkan ini Alya, istri saya dan mereka anak-anak kami. Dan sayang perkenalkan ini Manda" kata Gara memperkenalkan mereka


"Manda mbak" kata Manda


"Panggil Alya aja mbak" ujar Alya ramah "Ayo duduk mbak" ajak Alya menuntut Manda untuk duduk di sofa


"Boy ini koper tante Manda kalian bawa ke kamar tamu, Papa mau mandi dulu baru kita sholat jamaah ya" kata Gara pada putra-putra nya. Tidak mendapat balasan dari sang putra Gara menghela nafasnya, ia tau kalau putra nya sangat tidak suka kalau ia membawa wanita ke rumah


Gara yang tidak mau memperpanjang masalah pun membawa sendiri koper itu ke kamar tamu yang tak jauh dari sana "Mbak istirahat aja dulu, Alya mau keatas dulu" pamit Alya


"Maaf ya kalau ngerepotin" ujar Manda tak enak


"Gak sana sekali" jawab Alya meninggalkan Manda serta putra-putra nya


Manda mengelus perut buncitnya lalu menatap lima 'A' dan Rangga seraya tersenyum, lima 'A' dan Rangga hanya menatap Manda dengan datar membuat Manda langsung memutus tatapan nya


***


Setelah mendengar penjelasan Gara Alya pun merasa tenang, sekarang ini sibuk menyiapkan makan malam untuk mereka di bantu oleh Afkan sendiri


"Ayo panggil yang lain" titah Alya, Afkan mengangguk mengerti lalu pergi memanggil mereka yang ada di ruang tengah untuk makan


"Makan yang banyak ya mbak" kata Alya pada Manda


"Iya Alya, makasih ya" balas Manda tersenyum manis


Setelah makan malam mereka kembali ke ruang tengah kecuali Rangga, Arsan dan Arkan, karena sekarang ini jadwal mereka yang mencuci piring.


Gara duduk di sofa singel memainkan hp nya, Alya duduk di sofa bersama dengan putranya. Karena merasa sedikit pusing ia pun berbaring dengan bantalan paha Argan, putra sulungnya.


Argan dengan lembut mengelus rambut Alya membuat Alya sedikit mengantuk "Tidur aja ma"


Afkan mendekat dan duduk di karpet didepan Alya dan menempelkan sesuatu di dahi Alya membuat Alya lebih nyaman tidur karena rasa pusing nya menghilang sedikit demi sedikit


"Mama kenapa?" tanya Alfan khawatir dan ikut duduk di samping Afkan menghadap Alya


"Sepertinya kepala Mama sedikit pusing, keningnya dari tadi berkerut" ujar Afkan


"Kenapa nak?" tanya Gara menghampiri mereka karena melihat putranya mengerumuni sang istri


"Sepertinya Mama kecapean pa" jawab Alfan sedih melihat Mama nya


"Sini biar Papa bawa keatas untuk beristirahat"


"Hati-hati pa" ucap Argan


Dengan hati-hati Gara mengendong Alya takut membangunkan istrinya


Sendari tadi Manda melihat itu, ia merasa iri pada Alya karena di perlakukan layaknya ratu oleh suami dan putra-putra nya, ia pun ingin di perlakukan seperti itu tanpa sadar ia pun mengepalkan tangannya dan itu tak luput dari perhatian Alfan


Tbc.


like dan komen!


see u next part


^^^Mawar Jk^^^