
Happy reading.....
"Astaghfirullah AIRA...." teriak Alya
"Kenapa kak" tanya Aira polos
"Kamu ngapain di situ Aira, astaga kamu itu sedang hamil Ra kenapa kamu manjat ayo cepat turun" ujar Alya "Enggak kak Ira mau makan jambu itu" tunjuk nya pada buah jambu air
"Ia biar kakak yang ambilin kamu turun"
"Gak mau kak" tolak Aira
Alya tidak ada cara lain selain menghubungi Raka "Halo Raka ini kakak"
"Iya kak kenapa" suara Raka di sembarang sana
"Kamu kesini cepat Ka, Aira manjat pohon jambu dan gak mau turun padahal dia kan lagi hamil cepat kesini kakak tunggu" ucap Alya
"Ke sini mana kakak" tanya Raka
"Di rumah Raka ayo cepetan"
"Iya kak"
Tut
Alya mematikan telpon nya lalu kembali memperhatikan Aira, takut terjadi apa-apa sama ibu hamil itu
Tak lama kemudian suara langkah kaki terdengar tergesa mendekat kearah mereka, Alya tebak kalau itu Raka "Sayang" panggil Raka pada Aira yang masih berada di atas pohon sana
"Kenapa sayang, kamu juga mau? nih tangkap" ucap Aira
"Turun ya sayang" pinta Raka
"Enggak mau aku masih mau disini, makan di pohon nya langsung lebih enak tau" kata Aira melanjutkan memakan buah jambu itu
"Turun ya sayang biar aku yang ambilin" bujuk Raka, tapi Aira tetap tidak mau turun. Raka memutar otak nya mencari akal ajar Aira segera turun dari sana dan yahh Raka tau apa yang akan ia buat tapi meskipun Aira harus nangis, tapi gak papa yang penting sekarang Aira mau turun terlebih dahulu
"Sayang kamu gak kasian apa sama dedek bayi nya hem? dia pasti sakit di dalam sana kalau kamu tetap gak mau turun" ujar Raka
Aira nampak terdiam memikirkan ucapan Raka, 'sepertinya ini akan berhasil' ujar Raka dalam hati
"Kamu capek ya sayang maaf kan Bunda ya sayang" Aira mengelus perut nya sejenak "Yaudah ayo turun Bunda juga udah pegel duduk disini" tutur Aira dan pelan tapi pasti ia turun dari pohon itu, sementara Raka di bawa menjaga Aira agar aman turun ke bawah
"Maaf" ucap Aira saat sudah di hadapan Raka dengan mata yang berkaca-kaca
"Gap papa sayang, lain kali jangan di ulang lagi ya dan ada dedek bayi di sini bahaya" kata Raka mengelus perut buncit Aira
Aira menganggukkan kepalanya sambil menghapus air mata nya yang sudah lolos "Udah gak usah nangis aku gak marah kok ayo masuk" ajak Raka
"Maaf kakak" ucap Aira saat ia di hadapan Alya
"Gap papa kok sayang, sana masuk kakak mau balik ke toko lagi" ujar Alya, Aira menganggukan kepala dan berjalan meninggalkan Alya dengan Raka yang menuntut nya
________
Malam harinya di kediaman Alya
Setelah mereka makan malam mereka kembali berkumpul di ruang tengah. Lima 'A' dan Rangga duduk di atas karpet, sedang Alya, Gara, Raka dan Aira duduk di sofa memperhatikan lima 'A' dan Rangga yang sedang memainkan suatu permainan
"Yang kalah akan mentraktir kita selama satu minggu full" ujar Arkan
"Ok siapa takut" ucap Rangga
"Ayo mulai" kata Afkan
Mereka mulai main hingga Alfan dan Afkan yang kalah "Yuhuy gue yang menang" seru Rangga senang dan berjoget ria
"Kalian curang" protes Alfan
"Apa nya yang curang" tanya Arkan
"Gak bisa gitu dong Alfan" ucap Rangga
"Gak ada yang curang, kau dan Afkan yang memang tidak pandai bermain ini" ujar Argan
"Benar sekali" timpal Arkan sedangkan Arsan hanya tersenyum tipis melihat Alfan yang cemberut
"Udahlah Alfan kita memang sudah kalah" ucap Afkan
Mereka pun bermain permainan yang lain "Kakak gak ada niat hamil lagi?" tanya Aira membuat lima 'A' dan Rangga yang tadinya sibuk bermain lantas berhenti bermain dan Langsung menatap Alya menunggu jawaban nya
Gara juga nampak tak sabaran menunggu jawaban Alya "Enggak, mereka sudah cukup apalagi akan ada anak kamu yang akan menjadi anggota baru keluarga kita" tutur Alya membuat Gara menghela nafas, padahal ia berharap istri nya mau hamil lagi. Ia sangat menginginkan momen di mana ia mengendong dan bermain bersama anak nya dari bayi hingga besar, Gara tidak pernah merasakan itu semua biar dari lima 'A' dan Rangga sekali pun
"Tapi kalau memang Allah kasih lagi yang gak papa" lanjut Alya membuat Gara langsung memekik senang
"Beneran sayang?" tanya Gara memastikan, Alya pun mengangguk membuat Gara langsung membawa Alya kedalam dekapan nya
"Aku gak sabar menunggu dia hadir disini" ucap Gara berbisik tepat di telinga Alya seraya mengelus perut rata Alya "Insyaallah ya mas" ucap Alya ikut berbisik
"Mama beneran?" tanya Alfan si bungsu
"Kenapa? kalian tidak mau adik lagi?" bukan Alya yang bilang tapi Gara, lantas mereka semua menggelengkan kepala nya cepat
"Enggak kok"
"Kita malahan senang, apalagi kalau adiknya perempuan" ujar Rangga
"Tuh kan mereka aja pengen punya adik lagi" ucap Aira
"Insyaallah" kata Alya
"Nantinya kita bisa ngidam bareng kak" ucap Aira bersemangat, Alya hanya tertawa menanggapi nya
"Baiklah ini sudah malam ayo kalian pergi tidur, kan besok sekolah" ujar Alya
"Bentar lagi mah, Alfan bentar lagi menang" ucap Alfan yang ingin melanjutkan permainan nya
"Benar kata Mama kita harus tidur, besok sekolah" kata Argan
"Gak bisa gitu dong, bentar lagi Alfan menang" ucap Alfan tidak terima
"Kalian mah memang curang, giliran aku mau menang di suruh berhenti, giliran aku kalah mau lanjut lagi" lanjut nya
"Besok kita lanjut, ayo tidur" ucap Arsan final
Alfan pun dengan pasrah berhenti "Ini sudah malam, bener kata Arsan besok kita lanjut" ucap Argan merangkul pundak Alfan yang cemberut "Iya bang" jawab Alfan
Sedangkan Alya, Gara, Raka dan Aira yang melihat perdebatan mereka hanya terkekeh "Mereka sudah besar" ucap Raka
"Ya kau ingat sayang, waktu mereka masih umur tujuh tahun yang masalah mereka di pindahkan ke sekolah lagi"
"Waktu mereka ada cekcok sama temen mereka?" tanya Raka, Aira mengangguk "Ya kau benar, tanpa aku dan kak Alya tangani mereka sudah bisa menyelesaikan masalah itu" ucap Aira mengingat masa lalu nya
"Memang nya mereka kenapa" tanya Gara, hati nya terasa sakit dengar itu "Mereka bertengkar sama teman mereka karena teman nya ngatain mereka gak punya Ayah dan yah begitulah" ujar Aira
"Maaf sayang" ucap Gara memeluk Alya "Itu semua memang salah ku" lanjut nya
"Ini sudah takdir mas jangan menyalahkan diri sendiri, malahan Alya bersyukur Alya di berikan anak-anak seperti mereka" ucap Alya
"Kakak Alya benar kak Gara ini sudah takdir" timpal Aira
"Baiklah kita juga harus tidur, apalagi ibu hamil ini" ujar Raka membuat situasi nya menjadi berubah "Raka benar, ayo kita ke kamar" kata Alya
Bersambung
Like dan komen nya jangan lupa ya guys
see u 👋
^^^Mawar Jk^^^