
Happy reading
.
.
.
Setelah bersih-bersih Alya di obati oleh dokter keluarga Gara di kamar. Lima 'A' dan Rangga pun setelah bersih-bersih menghampiri kamar mereka dan Alya pun meminta untuk memeriksa mereka pula.
"Tidak ada luka yang serius pak, hanya goresan di tangan nya. Ini ada serep obat di oleskan salep secara teratur makan insyaallah luka akan membaik" jelas dokter itu, Gara mengangguk mengerti menerima keras tersebut.
"Ayo dokter saya antar kedepan" ucap Aira pada dokter Riri, dokter keluarga Gara.
"Iya, mari semuanya" pamit dokter Riri.
"Iya dokter" jawab Alya.
Arkan duduk di sebelah kiri Alya mengelus tangan Alya yang di balut oleh perban "Mama kalau keluar jangan sendiri lagi ya ma, minimal salah satu dari kita atau dua bodyguard yang menemani Mama" ucap Argan lembut pada Alya, Alya tersenyum dan mengangguk.
"Makan dulu ya kak, setelah baru istirahat" kata Aira datang membawa nampan berisi makanan untuk Alya.
"Kak Gara sama anak-anak turun makan juga gih, biar aku yang nyiapin kak Alya makan kalian belum makan apa-apa kan dari tadi" lanjut Aira yng sudah duduk di sisi kanan Alya.
"Yaudah, aku sama anak-anak turun makan dulu ya sayang kamu habisin makanan kamu juga" Gara mengelus sayang pipi Alya, mengecup nya sebelum pergi.
"Ayo anak-anak" ajak nya keluar terlebih dahulu.
"Kita turun makan dulu ya ma" pamit Arkan, ia mengecup lembut tangan sang Mama dan turun dari kasur dan keluar.
Yang lain satu persatu pamit seperti Arkan, mereka memberikan kecupan manis untuk sang Mama tercinta lalu turun makan.
"Makan ya ka bismillahirrahmanirrahim" Aira menyuapi Alya dengan talenta hingga makanan nya habis, lalu Aira membantu Alya untuk meminum.
"Kamu istirahat juga ya, pasti kamu juga kelelahan mengurus dan yang lain" ujar Alya pada Aira yang membereskan bekas makan Alya tadi.
"Iya kak, kak istirahat ya Aira turun dulu" Aira membantu nampan piring yang sudah kosong, sebelum benar-benar menutup rapat pintu ia melemparkan senyum pada Alya.
Pagi harinya Gara tidak masuk ke kantor, ia ingin menemani sang istri di rumah. Aira pun tidak pergi bekerja karena tidak ada yang menjaga anak nya, sedangkan tangan Alya belum pulih dan pastinya ia tidak bisa mengendong baby Albian yang tubuhnya sedikit berisi.
Karena lima 'A' dan Rangga sudah berangkat ke sekolah di antar oleh Raka yang juga ingin berangkat ke kantor rumah menjadi sepi, Alya pun mengajak Gara untuk keluar berjemur sejenak selagi masih jam delapan pagi.
Alya berkeliling di halaman rumah nya sambil melihat tanaman nya mulai dari bunga, buah-buahan dan sayur-sayuran. "Mereka tumbuh dengan subur ya mas" ujar Alya tersenyum melihat sayuran nya yang tumbuh dengan subur, sangat subur malahan.
Gara hanya tersenyum dan mengelus puncak kepala Alya, mereka lanjut berjalan menuju tanaman buah-buahan. "Wah jambu nya udah mulai berbuah aja yank" seru Gara melihat pohon jambu yang sudah tumbuh dengan baik hingga mereka berbuah.
"Rasa nya baru kemarin deh kita tanam mereka" lanjut Gara menatap binar buah jambu air yang masih kecil-kecil.
"Kamu aja yang jarang ke sini mas, sekali kesini mah tanamnya udah berbuah" ucap Alya, Gara hanya terkekeh.
"Ya kan mas sibuk sama kantor sayang" ucap Gara menarik pinggang Alya hingga berdempet dengan nya dan kembali berjalan "Nanti kita panen sama-sama ya" ucap Gara.
"Iya mas, eh mas nanti bunga-bunga aku pindahin ke depan sana ya mas, kan gak bosen liat nya kalau kita ubah-ubah gitu" pinta Alya, Gara melihat ke arah yang di tunjukin oleh Alya dan mengangguk "Iya nanti sore aja ya sayang, sekalian aku bantu siram mereka semua" Alya mengangguk senang dan mereka pun memutuskan untuk masuk karena sudah lumayan lama mereka di luar.
Tbc.
Like dan komen...
see u next part
^^^Mawar Jk ^^^