My Baby Boy 'A'

My Baby Boy 'A'
Chapter 58



Happy reading


.


.


.


"Pulang nanti Papa yang akan jemput" kata Alya pada putra-putra nya saat mereka semua sudah turun dari mobil


"Iya ma" kata mereka


"Kalau begitu Mama duluan ya assalamualaikum" pamit Alya


"Iya ma, waalaikumsalam"


Mereka melambaikan tangan sejenak lalu berbalik menatap gerbang Gana yang sudah lama mereka tinggalkan, dan disana tidak ada yang berubah sama sekali


Masuk nya mereka di sana menghebohkan anak-anak Gana, mereka sudah lama tidak bertemu dan sekarang lima 'A' ada di depan mereka


"Astaga kalian lama sekali baru datang lagi"


"Iya, kami sudah kangen latihan bersama"


"Benar sekali"


Alfan tersenyum menatap mereka "Sorry bro kita baru ada waktu luang sekarang" jawab nya


"Gak papa, ayo kita mulai" ajak teman angkatan lima' A' di Gana dulu "Ok"


Lima pergi mengganti pakaian mereka, sedang Rangga memilih untuk tidak ikut dan duduk di pojokan bersama yang lain untuk menonton


"Gue mau ngetes, sudah sampai di mana kemampuan lo" kata Arkan pada lawannya, Bintang


"Dengan senang hati" ujar Tino


"Lo lawan gue" kata Afkan menunjuk salah satu dari mereka


***


Alya melihat toko kue nya dengan senyum manis, ia masih tidak menyangka usaha nya dulu sudah seperti ini. Toko nya masih sama seperti dulu begitupun dengan suasananya, Alya dapat melihat banyak pelanggan didalam karena memang terbuat dari kaca sehingga kita dapat melihat nya dari luar


"Mbak" panggil Alya pada Tina


"Iya mau pesan apa bu" jawab Tina tanpa melihat Alya karena dirinya sibuk membungkus pesanan yang lain


"Saya kue yang paling enak" kata Alya


"Semua kuenya enak-enak ko bu, ibu mau rasa apa?" tanya Tina yang masih sibuk, tapi seketika ia berhenti "Kaya suara Alya" gumamnya dapat di dengar oleh Alya membuat nya terkekeh


"Rasa coklat aja deh" Tina pun mendongakkan kepalanya "ALYA" pekikan nya kaget


"Yaampu ko kesini gak ngabarin" tanya Tina menghampiri Alya, mereka berpelukan sejak


"Mba sih enggak pergi ke rumah sakit kemarin" kata Alya membuat Tina merasa tidak enak hati


"Maaf ya" kata Tina


"Gak papa ko mba, jadi kapan mau liat anaknya Aira sama ibu bapak" tanya Alya


"Rencananya sebentar siang kita baru kesana nya" jawab Tina, Alya mengangguk mengerti


"Oh iya gimana mba toko nya" tanya beralih bertanya tentang toko nya "Alhamdulillah, semua nya lancar Al" ujar Tina memberikan kedua jempol nya


"Alhamdulillah kalau gitu"


"Alya kedalam dulu ya mba" pamit Alya


"Iya"


"Ngapain Al?" tanya Tina


"Ini Alya lagi buat kue resep baru" kata Alya


"Wih gak sabar nih buat cobain" ucap Tina berbinar


"Alya udah coba buat di rumah, dan kata anak-anak enak tapi Alya belum buat untuk di jual karena mau ke sini, jadi Alya mulai jual nya setelah pulang"


"Nanti kita coba promosi ia sama pelanggan diluar ya Al"


"Boleh mba"


Alya memasukkan adonan kuenya pada loyang atau cetakan nya lalu di masukkan di oven, Alya mengatur waktu nya terlebih dahulu


"Tinggal tunggu matang deh" ujar Alya


"Belum juga matang udah wangi banget Al" kata Tina menghirup sisa sisa adonan di wadah tadi


"Mba mah kalau muji berlebihan" kata Alya "Tapi beneran tau Al wangi benget"


"Iya deh mba"


Mereka terus berbicara dengan topik yang tiada habisnya hingga kue nya matang


Ting!


"Waduh, lama juga ya kita ngobrol nya. Udah matang aja tuh" kata Tina lalu terkekeh, Alya pun ikut terkekeh dan segera mengeluarkan kue nya


Seperti perkataan Tina tadi, pertama kali Alya membuka oven wangi dari kue tersebut langsung tercium begitu saja. Siapa saja yang menghirup bau harumnya pasti langsung mengiler dibuatnya


"Yaallah wanginya" ujar Tina


Alya tersenyum mengambil kue tersebut dan menaruhnya di wadah yang sudah iya siapkan "Tunggu anget dulu mba, biar lebih berasa gurih nya" kata Alya saat melihat Tina ingin mencemooh kue itu


Tina cengengesan menatap Alya dibalas tatapan geli oleh Alya "Habis nya mba penasaran banget Al buat nyobain nya" ujar Tina


Saat hendak memakan kue nya Tina berhenti saat melihat kedua pegawai yang berdiri di depan dapur seraya menatap kue buatan Alya dengan binar


"Kenapa?" tanya Tina


"E..eh, enggak mba kita tahu cium bau harum gitu dari dapur, eh ternyata mba Alya baru selesai buat kue" jawabannya


"Kalian lanjut aja kerja nya, nanti kalau dingin mba kasih sama kalian" ujar Alya, keduanya mengangguk patuh "Yaudah mba kita kedepan dulu" pamit mereka


"Iya"


"Enak banget Al" ujar Tina penuh binar setelah memakan satu suapan


"Mba makan aja, Alya pisahin untuk Salsa dan Mira dulu" ucap Alya "Sedikit aja Al" ujar Tina saat Alya ingin menambah bagian Salsa dan Mira


"Ini banyak loh mba" kata Alya terkekeh


"Ini mah dikit Al" ujar Tina lalu lanjut memakan kuenya, Alya menggelengkan kepalanya melihat Tina dengan rakus memakan kue nya


"Terus yang buat coba coba gak ada dong" kata Alya, Tina terdiam sejenak "Udah gak usah ini buat mba aja" kata Tina


Bersambung


see u next part guys 👋


^^^Mawar Jk^^^