My Baby Boy 'A'

My Baby Boy 'A'
Chapter 43



...Happy reading...


.......


.......


"Akhh shh" ringis Sarah seraya memegangi kepalanya "Gue dimana" gumam nya melihat sekeliling


"Nak Sarah" ucap pembantu rumah tangga Sarah


"Bi.." ujar Sarah


"Syukurlah nyonya sudah sadar" kata bi Mala


"Memang aku kenapa bi" tanya Sarah, Sarah memang sudah menganggap bi Mala sebagai orang tua nya


"Kamu sudah tidak sadarkan diri selama satu minggu nak" jawab bi Mala


"Tapi kenapa akhhh" Sarah kembali meringis


"Apa yang sakit nak" tanya bi Mala khawatir


"Gak papa bi" ucap Sarah


"Ayo nak makan dulu, ini bibi sudah buatkan bubur" ucap bi Mala, bi Mala membantu Sarah untuk duduk dan bersandar. Bi Mala dengan talenta menyuapi Sarah hingga habis dan minta tambah lagi, mungkin karena Sarah kelaparan karena tidak sadarkan diri selama satu minggu


"Makasih bi" ucap Sarah setelah ia kenyang


"Sama sama nak, kalau begitu bibi ke dapur dulu ya" pamit bi Mala


"Iya bi" ucap Sarah


"Kenapa gue bisa pingsan selama itu" tanya Sarah dalam hati "Arghh sial" "Awas saja kau bocah sial*n" geram Sarah


"Tunggu saja, gue akan balas kalian semua" ucap Sarah "Ck" decak nya lalu kembali berbaring, tenang benar tidak ada sekarang ini


________


"Anak anak Mama nitip ini ya" ucap Alya kepada lima 'A' dan Rangga yang ingin pergi ke supermarket, mereka beserta Dava Dan Andra ingin bermain hingga tengah malam karena besok malam minggu jadi mereka tidak perlu khawatir jika mereka telat bangun


"Sini ma" Afkan mengambil catatan Alya "Mama nitip ya ini uang nya "Gak usah ma kita ada uang ko" tolak Afkan


"Baiklah Mama minta tolong ya"


"Iya ma"


"Hati hati naik sepeda nya" pesan Alya


"Siap Mama ku sayang"


"Untuk minum nya, yang enak apa yang bang" tanya Arkan pada Argan


"Susu pisang" seru Alfan


Argan tersenyum "Susu pisang aja" ucap Argan "Ok bang"


"Sini gue yang cari pesanan Mama" ujar Rangga


Mereka pun berpencar mencari sesuatu yang mereka inginkan, hingga mereka kembali berkumpul di kasir


"Total nya lima ratus ribu rupiah dek" ujar kasir setelah mentotal belanjaan mereka


"Ini mbak" Argan memberikan kartu ATM nya kepada kasir itu


"Makasih ya dek"


__________


"Ada yang Afkan bisa bantu ma" tanya Afkan kepada Alya yang sibuk menyajikan makanan


"Gak usah sayang ini juga hampir selesai" tolak Alya, tapi Afkan tetap membantu Alya meletakkan piring ke atas meja untuk mereka gunakan makan sebentar


"Aduh maaf ya kak Aira gak bantu" ucap Aira yang baru juga datang "Gak papa ko Ra, kamu kan harus banyak istirahat pasti capek pulang dari kerja" kata Alya


"Ayo Afkan panggil yang lain makan" titah Alya


"Iya ma" ucap Afkan patuh


"Wah wanginya...." ujar Andra datang bersama yang lain


"Ayo duduk"


"Makasih tante udah repot-repot masak buat kita" ucap Dava


"Gak repot ko, ayo semua nya makan" ujar Alya


"Makasih sayang" ucap Gara saat Alya mengambil ia makanan, Alya hanya tersenyum menanggapi nya. Mereka pun makan dengan lahap hingga mereka merasa kenyang


_____


"Pokoknya yang kalah dia akan menjadi babu kita selama satu minggu, gimana" tanya Andra minta pendapat seraya memasukkan keripik kedalam mulutnya nya


"Setuju lah"


"Ok"


"Baiklah ayo kita mulai"


Mereka mulai hanyut dalam permainan mereka, hingga Rangga kalah "Wehh"


"Yuhhuy"


"Yeh"


Seru mereka ketika menang


"Argh ko gue bisa kalah sih" geram Rangga


"Rasain" ejek Alfan menjulur lidah nya


"Woy susu pisang gue siapa yang minum" teriak Arkan


Mereka seketika menatap Arkan lalu menatap Dava yang sedang meminum susu pisang milik Arkan "DAVA" teriak Arkan


"Sorry Arkan, gue hauh"


"Ya lo kan bisa ambil minum, jangan ambil jatah gue dong"


"Ya maap"


"Udah deh, capek debat sama lo" ucap Arkan pasrah, padahal dia belum minum susu pisang nya itu :(


"Minum" ucap Arsan singkat menjulurkan susu pisang nya yang belum ia minum kepada Arkan


"Gak sudah bang" tolak Arkan


"Minum lah" ucap Arsan lagi


"Makasih bang hehe" ucap Arkan cengengesan, yang lain hanya terkekeh geli melihat nya


"Yok lanjut" seru Andra


"Kali ini gue pasti menang" ucap Rangga yakin


"Yakin banget, palingan juga kalah" ejek Andra


"Jangan sembarang bro, nanti lo yang kalah jangan nangis" ucap Rangga


"Mana ada gue kalah" bantah Andra


"Ayo mulai"


"Eh tunggu ini sampah nya jangan di bawah kasur dong" protes Alfan saat melihat Dava ingin membuat bungkusan keripik nya di bawah kasur. Dava yang di larang membuat sampah nya disana pun lantas membuang bungkusan nya begitu saja di belakang, Alfan mengangkat bahunya acuh lalu kembali fokus


"Mulai" seru mereka memulai permainan nya


Mereka kembali bermain hingga mereka kelelahan dan tertidur pulas dengan berbagai gaya. Argan yang tidur menyenderkan kepalanya di sofa singgel dengan tangan yang terlipat di depan dadanya, Arsan yang tertidur nyenyak di kasur karena ia pindah sebelum ia benar benar terlelap, Arsan tidak ingin saat ia bangun badan pegal karena tidur nya tidak nyaman


Afkan dan Arkan yang saling berpelukan tidur di atas karpet berbulu, Alfan yang tidur di atas sofa bersama Andra, dan terakhir Dava dan Rangga yang tidur di bawah kaki Afkan dan Arkan dengan pembungkus makanan yang sedikit berantakan karena hanya Argan, Afkan dan Arsan yang membuang pembungkus makanan nya di tempat sampah, sedangkan yang lain mereka membuang nya di sembarang tempat


Definisi ini bener benar kacau, Alya yang bangun terlebih dahulu saat mengecek mereka pun kaget "Astaghfirullah anak anak ini" Alya memungut bungkusan makanan yang berantakan kemana mana lalu mengambil selimut menyelimuti mereka "Kaya nya ngantuk banget ya" gumam Alya memperhatikan anak anak itu tertidur pulas


"Ma.." panggil Arsan dengan suara khas orang bangun tidur,


Alya mendekati Arsan dan duduk di tempat ranjang"Arsan tidak lagi ya, pasti capek habis main semalam" ucap Alya mengelus kepala anak nya


Arsan menganggukkan kepalanya mengerti lalu kembali menutup matanya hingga ia kembali tertidur lagi, Alya mengecup kening sang anak lalu menaikkan kembali selimut Arsan


"Sayang" panggil Gara memasuki kamar


"Astaghfirullah" Gara kaget melihat mereka yang tidur acak acakan, lalu terkekeh melihat Rangga dan Dava yang memeluk kaki Alfan


"Mungkin sangking lelah nya mereka sudah tidak bisa ke kasur untuk tidur mas" ujar Alya


"Mereka tidur jam berapa memang sampai gak sanggup pindah?" tanya Gara


"Entahlah mas, ayo keluar biarkan mereka tertidur dulu baru kita bangun kan untuk sarapan" ajak Alya, Gara pun menganggukan kepala setuju


"Kamu mandi gih, jangan lupa bangun kan anak-anak untuk solat


"Siap sayang" Gara segera masuk ke kamar, sedang Alya ia turun ke dapur menyiapkan bahan untuk ia masak


"Anak anak belum bangun kak" tanya Aira yang baru datang


"Belum Ra, nanti aja bangun kan mereka" Aira mengangguk mengerti lalu membantu Alya membuat sarang, Alya hanya membuat nasi goreng seafood


"Udang nya tambahin dong kak" pinta Aira


"Yaudah ambil baru potong dua ya, yang kecil udah habis sisa yang besar aja" titah Alya


"Iya kak"


Bersambung


Like dan Komen sebanyak banyaknya dong guys....


Sampai jumpa di chap selanjutnya 😘


^^^Mawar Jk^^^