
Happy reading
.
.
Seorang wanita yang berpakaian kurang bahan sedang berdiri di balkon kamar nya seraya menghisap rokok yang berada di jari nya. Wanita itu mendapat laporan kalau suruhannya di tahan oleh musuhnya.
Setelah menghabiskan satu batang rokok nya ia duduk di kursi yang ada di sana "Seperti tebakan gue kalau anak itu bukan anak sembarangan" ujarnya.
"Dan itu membuatku semakin tertantang untuk bermain dengannya" lanjut seraya tersenyum.
Wanita itupun berdiri "Baiklah mari kita ke permainan pertama anak kecil" setelah berkata demikian wanita itu masuk ke kamarnya tak lupa menutup pintu balkon nya.
"Bos" seorang pria berbadan besar menghampiri wanita tersebut yang terlihat rapi.
"Saya ingin pergi berbelanja, kalian pantau terus wanita itu kita harus tahu semua kegiatannya agar permainan kita berjalan dengan mulus" ucap wanita itu, pria berbadan besar itu mengangguk mengerti dan pamit.
"Sepertinya kuku ku butuh perawatan lagi" ia memperhatikan kuku cantiknya "Ya nanti kita mampir ke salon" lanjut nya dan berjalan ke luar rumah.
"Makasih bu" Manda menerima kantong kresek yang berisi beras dan kebutuhan ekonomi lainnya, ia nampak menghela nafas dengan kasar "Seandainya gue gak miskin pasti gue gak capek-capek berbelanja seperti ini, tinggal nyuruh-nyuruh aja" gerutuk nya lalu beranjak pulang.
"Ini lagi matahari panas banget, gimana kalau kulit mulus dan putih gue jadi hitam. Mas Gara pasti ilfil sama gue... Yaampu" ucap Manda mengomel tak jelas di jalan.
"Dan anak si*lan ini, ck dasar tidak berguna" Manda menunjuk pada perut buncitnya dan berdecak kesal lalu melanjutkan perjalanan.
Sesampainya di rumah ia duduk di kursi dengan nafas terengah-engah "Baru juga begitu capek banget" ujarnya menghapus keringat nya.
"Aku telpon mas Gara aja ah siapa tahu ia luluh sama keadaan aku sekarang, ini ide yang bagus" Manda meraih handphone nya dan mencari kontak Gara, menemukan kontak Gara ia memperbaiki riasan nya dan menekan tombol panggil.
Berdering.
"Yes berdering" seru nya senang lalu memperbaiki posisi duduknya menunggu panggilan nya di angkat.
"Angkat dong mas Gara" ujarnya karena sampai sekarang telpon nya belum di angkat juga.
"Ang-" ucapan Manda terpotong karena panggilan nya mati di tolak oleh Gara, Manda memejamkan matanya menahan emosi nya dan berfikir positif. Mungkin mas Gara sedang sibuk di kantor jadi gak sempat menjawab panggilannya.
"Tidak apa-apa, nanti kita telpon lagi. Sekarang mendingan gue masak karena dari kemarin belum makan nasi sama sekali" ujar Manda, dan sial mengingat itu ia pun tambah marah. Kapan dia menjadi kaya raya, menjadi nyonya dan ratu. Hah sudahlah kita pikirkan perut saja dulu.
Manda mengambil kantong belanja nya tadi yang ia taruh di meja dan beranjak ke dapur untuk memasak.
Setelah memasak makanan yang sederhana nasi dan telur ceplok saja Manda melahap nya makanan itu hingga tidak ada tersisa, ia menepuk perut buncitnya karena merasa sudah kenyang.
"Sudah lama sekali tubuh ku tidak perawatan" ucap nya memperhatikan bagian tubuhnya.
"Gue harus perawatan biar mas Gara tambah suka sama gue, tapi uang untuk makan aja kurang bagiamana mau perawatan tubuh" ujar nya lesu.
"Gak tau deh, nanti di pikirkan. Mendingan sekarang istirahat, tidur cantik" katanya berangkat menuju kamarnya.
***
"Mama mau mau kemana ma?" tanya Afgan melihat Alya yang hendak keluar rumah.
"Mama mau kedepan aja sayang" jawab Alya. Alfan menghampiri Alya dan menggenggam tangannya "Ayo Afkan temani" ajak nya.
Cklekk
"Assalamualaikum" salam Aira yang tiba-tiba ada.
"Waalaikumussalam, udah pulang. Kok gak bilang-bilang sih ra" kedua adik dan kakak itu berpelukan sejenak.
"Biar jadi kejutan kak" kata Aira cengengesan.
"Baby Al sama Raka mana ra?" tanya Alya lagi.
"Di mobil kak, dari tadi gak mau pisah sama Ayahnya" jawab Aira "Aduh Afkan tante kangen banget" kata Aira seraya memeluk Afkan erat.
"Ayo ra sini masuk" ajak Alya, Afkan tidak ikut karena ia menghampiri Raka untuk membantu nya membawa barang-barang.
"Kamu gendong baby Al nya aja Afkan, biar om yang bawa barang-barang nya" kata Raka, Afkan mengangguk mengerti dan menerima baby Al yang anteng.
"Masuk yuk mbul" ujar Afkan pada baby Al yang di balas dengan celotehan yang tidak jelas.
"Uluh uluh anak Mama" Alya mengambil baby Al dari Afkan dan mencium seluruh wajahnya.
"Kangen banget sama embul" lanjut Alya memeluk baby Al. "Mma?" celoteh baby Al.
"Iya Mama kangen sama baby Al" Alya kembali mencium seluruh wajah baby Al membuat balita itu tertawa.
"Oh iya, kalian istirahat aja gih. Biar baby Al sama kakak dulu" kata Alya pada Aira dan Raka, mereka nampak mengangguk "Yaudah kita ke kamar ya kakak" pamit Aira.
"Yang lain pasti seneng banget ketemu kamu kali lagi mbul" ujar Afkan memainkan jari baby Al yang masih berada di pangkuan Alya. Alya hanya tersenyum menanggapi Afkan.
Tbc.
please like end komen
see u next part...
^^^Mawar Jk^^^