My Baby Boy 'A'

My Baby Boy 'A'
Chapter 102 (End)



Happy reading


.


Seperti yang sudah di rencanakan Alya dan Gara, mereka serta putra-putra nya akan pergi berlibur di Bali dan saat ini mereka sudah berada di bandara di antar oleh Raka.


Raka hanya mengantar mereka sampai di depan saja karena ia juga punya rencana sendiri untuk keluarga kecilnya.


"Makasih ya Raka"


"Iya mbak, bang, kalau begitu Raka duluan ya" pamit Raka setelah menurunkan koper mereka.


"Iya hati-hati"


"Ayo" ajak Gara, ia dan anak-anak menggiring koper mereka masuk bandara. Sebenarnya Gara menyarankan agar mereka menaiki pesawat pribadi nya saja, tapi Alya menolak dan ingin naik pesawat umum saja. Lima 'A' dan Rangga pun tidak keberatan soal itu yang penting Mama nya senang dan mereka sampai dengan selamat.


Pesawat yang mereka naiki sudah terbang menuju lokasi, mereka mendarat dengan selamat di Bali, mereka di sambut oleh asisten Gara yang sudah ia suruh untuk menyiapkan segala nya sebelum mereka pergi.


Ada dua unit mobil yang akan membawa mereka ke Fila yang akan mereka tempati selama di Bali, sesampainya di Fila yang megah itu mereka segera turun dari mobil.


"Ayo masuk" ajak Gara, ia menggenggam tangan Alya lalu membiarkan anak-anak untuk masuk terlebih dahulu, untuk barang-barang mereka nanti akan di bawakan oleh bodyguard Gara.


"Mama sudah membuat list kemana kita akan pergi di Bali, kalian pilih saja yang mana yang ingin kalian kunjungi pertama kali" ucap Alya pada putra-putra nya.


"Tapi sekarang kita makan dulu baru istirahat, setelah istirahat baru kita keluar" mereka semua mengangguk patuh berjalan mengikuti Alya dan Gara yang menuju dapur.


Selama mereka makan, barang-barang nya sudah di bawakan oleh para bodyguard Gara.


Setelah makan siang, Gara menunjukkan kamar untuk putra-putra nya, satu kamar terdiri dari dua orang saja karena tidak cukup jika mereka satu-satu.


Argan bersama Rangga, Afkan bersama Alfan, dan terakhir Arsan bersama Arkan. Di Fila ada lima kamar jadi satu kamar ada yang kosong, Gara sudah menyuruh anaknya jika ada yang ingin tidur sendiri silahkan ambil kamarnya, tapi mereka memilih lebih baik bersama saja seperti itu, lebih seru!


Di sore harinya keluarga itu berjalan jalan di pinggir pantai untuk menikmati pemandangan tenggelamnya matahari.


Cekrek


Rangga dengan kamera nya mengambil foto Gara dan Alya yang berpegangan tangan yang berjalan di pinggir pantai, Rangga tersenyum puas melihat hasil jepretannya yang sangat cantik.


Cekrek


Sekali lagi Rangga mengambil foto, tapi kali ini ia mengambil foto saudara-saudara nya yang duduk di atas pasir memandang indah nya pemandangan sore itu.


Rangga mendekat lalu duduk di samping Argan "Ayo foto" ajak nya, ia mengarahkan kamera pada mereka ber-enam.


"Satu..dua.. tiga!"


Cekrek


Hasil jepretan yang sangat fantastis, dengan visual mereka yang sangat tampan di tambah lagi dengan pemandangan nya membuat foto itu sangat sangat bagus! Bibit unggul Gara memang tidak ada tandingannya.


"Mama, Papa. Ayo kita foto" panggil Alfan pada Alya dan Gara.


Alya dan Gara tersenyum menghampiri anak-anaknya "Mama disini" kata Arkan memposisikan Alya di tengah-tengah mereka.


Cekrek


"Bang! Senyum dong" kata Alfan pada Arsan.


Mereka mengambil beberapa gambar dengan gaya dan pose yang berbeda, keluarga itu sangat bahagia dan tertawa saat melihat hasil foto nya jika ada yang bergaya aneh.


Setelah aksi mengambil foto, mereka semua duduk di atas pasir memandang pemandangan tenggelamnya matahari yang sangat sangat indah.


"Alfan bahagiaa... sekali kita bisa berlibur bersama-sama seperti ini" tutur Alfan membuka topik.


"Alfa ingin berterima kasih pada Mama karena sudah melahirkan Alfan di dunia, sehingga Alfan bisa merasakan semua ini, makasih Mama" mata Alya berkaca kaca mendengar ucapan putra bungsunya.


"Tidak perlu berterima kasih sayang, itu sudah tugas nya seorang ibu yang akan membawa anaknya untuk melihat dunia dan juga membahagiakan nya. Dan, karena kehadiran kalian lah yang membuat Mama bisa bahagia seperti ini" ucap Alya mengulas senyum nya, ia segera menghapus air matanya yang lolos.


Gara menggenggam tangan Alya seraya tersenyum "Mas juga sangat berterima kasih pada kamu sayang, terimakasih sudah melahirkan anak-anak kita, terimakasih sudah menjadi ibu yang baik untuk anak-anak kita, terimakasih sudah menjadi istri terbaik untuk mas. Mas benar-benar tidak tahu bagaimana hidup mas jika mas tidak bersama kamu sayang"


"Rangga juga ingin berterimakasih sama Mama, karena Mama Rangga bisa merasakan kasih sayang seorang ibu yang tidak Rangga dapat dari ibu kandung Rangga sendiri, karena kehadiran Mama Rangga bisa merasakan kasih sayang dari seorang keluarga dan apa arti dari keluarga. Terimakasih Mama sudah menyayangi Rangga tanpa pilih kasih sedikit pun dengan saudara Rangga yang lain"


"Kami tau, tidak mudah membesarkan kami seorang diri disaat Mama masih muda, kami sangat beruntung bisa lahir dari rahim seorang ibu terbaik di dunia ini!"


"Terima kasih Mama" seru Gara, lima 'A' dan juga Rangga bersamaan.


"Mama juga ingin berterimakasih"


"Terimakasih sudah hadir di hidup Mama, terima kasih udah menjadi kekuatan Mama selama ini hingga Mama bisa jadi seperti sekarang. Terima sudah menjadi malaikat hidup Mama, kalian adalah anak-anak terbaik untuk Mama"


"Mama sangat senang bisa bertahan hingga saat ini, ini semua benar-benar buah kesabaran Mama dalam menjalankan segala cobaan yang datang, karena itu Mama bisa bersama dengan kalian seperti saat ini, I love you"


"I love you to mom" Gara langsung memeluk Alya dengan erat, tak mau kalah lima 'A' dan juga Rangga ikut berhambur dalam pelukan Alya. Mereka berpelukan dengan Alya di tengah-tengah mereka.


"Terimakasih sudah menjadi ibu terbaik untuk kami" Argan Putra Alga.


"Terimakasih untuk kasih sayang yang Mama curahkan kepada kami" Afkan Putra Alga.


"Mama adalah perempuan, wanita dan ibu yang terbaik di dunia, Arsan menyanyagi Mama" Arsan Putra Alga


"Tidak ada yang bisa Arkan ucapkan, Mama adalah hal terindah yang pernah Arkan dapatkan di dunia ini" Arkan Putra Alga.


"Mama adalah jantungku dan juga separuh nafas ku, Mama adalah segala nya untukku" Alfan Putra Alga.


"Terimakasih untuk segala nya Mama, Rangga sayang Mama" Rangga Putra Alga.


"Terimakasih sudah menjadi pendamping hidupku sayang, kamu adalah segalanya untuk mas" Gara.


"Kakak adalah kakak terbaik di dunia ini, terimakasih sudah menemani Aira hingga Aira mendapatkan kebahagiaan Aira sendiri, Aira menyayangi kakak" Aira Putri


Keluarga itu kini sudah benar-benar bahagia, dari segala cobaan yang mereka lewati kita dapat memetik beberapa pesan yang mendalam.


Tamat.