My Baby Boy 'A'

My Baby Boy 'A'
Chapter 53



Happy reading


.


.


.


"Ini dia tempat nya" Gara dan Hendri sudah ada di depan tempat sesuai dengan lokasi yang Arsan tinggalkan "Ayo masuk" ajak Hendri cepat


"Penjaganya lumayan banyak, jika kita melawan nya maka kita akan ketahuan dan anak-anak mungkin akan di pindahkan" kata Gara membaca kemungkinan yang terjadi


"Terus kita harus bagaimana?" tanya Hendri yang sedang bleng saat ini


Gara tersenyum misterius, Hendri yang melihat itu pun mengerutkan keningnya bingung "Ayo" ajak Gara menarik tangan Hendri pergi dari sana dan mereka kembali dengan pakaian sebagai pengantar makanan?


Gara dan Hendri saling pandang dan menganggukkan kepalanya lalu masuk dengan kardus makanan yang ia bawa "Permisi ini ada pesanan atas nama bu Sarah" ucap Hendri ada penjaga yang ada disana


"Itu apaan" tanya salah satu dari mereka "Makanan yang bu Sarah pesan" jawab Hendri, mereka tampak diam sejenak lalu menyuruh Hendri dan Gara untuk masuk "Permisi mas" kata Hendri dan masuk di ekori Gara


Sesampainya di dalam mereka langsung mencari ruangan yang ada disana, Hendri menggeleng saat membuka pintu ruangan pertama. Gara mengangguk lalu pergi membuka pintu ruangan kedua, dan disana juga kosong Gara memberi Hendri kode untuk menyusuri lebih dalam lagi dan saat mereka berbelok lagi mereka melihat ada penjaga dan mereka sudah tebak kalau anak-anak ada di dalam ruangan itu


Mereka berdua kembali saling mengkode dan menghampiri penjaga itu "Permisi mas ini ada makanan pesanan bu Sarah" ucap Hendri "Dan ini untuk kalian dan teman-teman kalian" lanjut nya


"Wahh makanan nih" ujar mereka bersorak senang menerima makanan itu. lalu mereka membawa makanan itu pergi dari sana membuat Gara dan Hendri menyinggung kan senyum nya


Setelah dirasa benar benar aman mereka segera mendekati pintu itu dan mengetuk nya "Argan anak-anak kalian di dalam?" tanya Gara sampai mengetuk pintu nya


"Papa" suara dari dalam sana


"Afkan ini Papa, kalian aman?" tanya Gara "Kami aman pa" ujar Afkan dari dalam sana


"Tapi bang Arsan tidak tau di mana pa, kami di pisahkan" ujar Arkan membawa Gara yang tadinya lega kembali tidak tenang lagi "Kalian jangan panik didalam papa akan membuka pintu nya"


"Kunci" seru Hendri yang tadi diam saja mencari sesuatu yang mereka butuhkan "Itu kunci nya" kata nya lagi lalu mengambil kunci itu yang bergantung pada sebuah paku di atas kiri pintu


klak kkal


cklekk


"Papa"


Hendri segera memeluk Rangga, Rangga yang tadinya ingin memeluk Gara dibuat kaget karena Hendri yang tiba-tiba menarik nya kedalam pelukannya membuat Rangga terdiam tanpa membalas pelukan nya


"Kami gak papa kan sayang" Hendri memeriksa keadaan Rangga dengan memutar tubuh Rangga yang masih diam seperti patung "Kita tidak ada waktu ayo kita cari Arsan" kata Gara


"Tunggu" ucap Argan membuat mereka langsung menatap Argan "Kenapa bang" tanya Alfan


"Arsan memberi petunjuk" ucap Argan yang menatap jam tangan nya, lima'A'lantas menyalakan jam tangan nya dan benar saja mereka juga mendapatkan petunjuk. Dan petunjuk tersebut mengarah pada ruangan bawah tanah?


"Ini maksudnya ruangan bawah tanah?" tanya Alfan yang pandangan nya tak lepas dari jam tangan nya "Benar sekali" ucap Argan


"Disana" ucap Argan menunjuk sebuah pintu? dengan leser yang ada pada jam tangan nya. Gara mendekati tempat itu lalu mengetuk nya pelan "Buka pa" ucap Arkan


Gara membuat nya pelan, pintu itu tidak mempunyai gagang seperti pintu pada umumnya, pintu itu pintu yang bila dibuka kita membukanya dari bawah sehingga orang-orang yang tidak teliti akan melihat itu hanya tembok biasa "Pantesan gak terlihat ternyata kita buka nya dari bawah" celetuk Rangga


Gara membuat pintu itu dan mempersilahkan yang lain untuk masuk terlebih dahulu lalu menutup kembali pintu itu "Gelap sekali" gumam Rangga, mendengar itu Afkan menyalakan jam tangan nya sehingga ada sedikit penerangan "Wow jam tangan kalian sangat bagus, dimana kalian membeli nya" tanya Hendri mengagumi jam tangan milik lima'A' ia akan membelikan untuk Rangga juga lalu ia menatap Gara kesal karena pilihan kasih, kenapa hanya mereka berlima yang di belikan? kenapa putra nya tidak di belikan juga?


"Kami berlima sendiri yang membuat nya" jawab Alfan membuat Hendri melorot kan matanya "Santai om mereka itu memang seperti itu, sudah banyak yang mereka rancang dan jam itu salah satu nya" ujar Rangga yang memang mengetahui hal itu


"Ayo" ajak Argan membuat mereka melanjutkan langkahnya hingga mereka tiba di sebuah ruangan yang pintu nya berwarna hitam


"Itu dia" seru Rangga menunjuk pada pintu tersebut, Arkan berlari kesana dan mengetuk pintu itu "Bang..bang Arsan.." teriak Arkan


"Iya" suara Arsan dari dalam


"Kunci nya gak ada" pintu itu di kunci dan juga di gembok sehingga Arsan tidak bisa membuka nya sendiri, tidak seperti dulu yang hanya di kunci, sepertinya Sarah sudah tau kalau dulu Arsan melaser kunciannya sehingga ia juga menggembok nya


"Yang kuncian nya sudah ku laser, sekarang laser saja gembok nya" kata Arsan "Mundur" ucap Argan ia melaser gembok itu


disisi lain


"Bos" Sarah menoleh, ia mengerutkan keningnya melihat dus makanan yang anak buah nya bawa "Dari mana makanan itu" tanya Sarah membuat mereka saling pandang "Loh bukan nya bos yang pesen yak" ucap salah satu dari mereka bertiga


"Saya tidak pernah memesan makanan" bantah Sarah "Mungkin salah kirim kali" lanjut nya


"Tapi kan tadi kurirnya bilang pesanan bu Sarah" batin mereka kembali, ah bodo amat lah yang penting makan


"Sana kalian makan saja, itu mungkin sudah rezeki kalian" kata Sarah acuh lalu berjalan meninggalkan anak buah nya yang bersorak senang mendapat makanan gratis "Makan-makan" seru mereka duduk di lantai dan membuat satu persatu makanan itu


Di perjalanan Sarah merasa ada yang mengganjal "Tunggu dulu" Sarah membelalakkan matanya dan berjalan cepat ke arah anak buah tadi "Kalian" panggil Sarah membuat mereka terkejut dan ada juga yang terdesak "Iya bos?"


"Bodoh, cepat ikuti saya" marah Sarah berjalan cepat kearah ruangan yang dimana ia mengurung anak-anak tapi sesampainya di sana ia melihat pintu yang terbuka, Sarah dengan cepat masuk dan


Duk


Sarah menendang pintu melihat ruangan itu sudah kosong "Bodoh, tadi itu bukan kurir tapi di ayah dari anak-anak yang kalian culik" marah Sarah seraya menunjuk wajah anak buah nya satu persatu


"Arsan" beo Sarah dan berjalan menuju pintu ruang bawah tanah diikuti oleh anak buah nya "Ayo" ajak Sarah dan masuk kesana


"KALIAN" teriak Sarah


Bersambung


Like dan komen jangan di lupakan kawan :)


see u next part


^^^Mawar Jk^^^