My Baby Boy 'A'

My Baby Boy 'A'
Chapter 67



Happy reading


.


"Ma" panggil Alfan mendekati Alya lalu memeluknya


"Kenapa sayang?" tanya Alya, ia mengelus pipi sang anak. Alya merasakan hal aneh, tangan nya naik memeriksa "Sayang" Alya melepaskan pelukan putra nya lalu menatap sang putra yang pucat "Alfan sayang kamu demam, tunggu sebentar ya sayang"


"Argan, Afkan, Arsan, Afkan. Anak-anak kalian dimana?" teriak Alya memanggil mereka. Tak lama kemudian mereka pun datang "Kenapa ma?" tanya nya


"Kalian jaga adek dulu ya, Alfan demam. Mama mau bawa dia ke rumah sakit" jelas Alya pada mereka


Mereka menatap Alfan yang pucat dalam pelukan sang mama "Tadi Alfan baik-baik aja kok ma, kenapa tiba-tiba demam?" tanya Arkan


"Mama juga gak tau sayang, tolong ya jaga Albian dulu"


"Iya ma"


"Ayo sayang, kita ke rumah sakit" ajak Alya pada Alfan, Alfan mengangguk lemas di dalam dekapan Alya


Afkan membawa baby Al dalam gendongan nya "Sini ma Argan yang bawa Alfan kedalam mobil" ucap Argan melihat mamanya kualahan ingin menggendong Alfan


"Hati-hati sayang" ucap Alya


Argan dengan mudah mengangkat sang adik dan membawa keluar dan masuk ke mobil diikuti Alya di belakangnya


"Hubungi papa sekarang" perintah Arsan, Arkan lantas berlari mengambil ponsel dan menelpon sang papa


"Halo pa"


"......"


"Pa, Alfan sakit dan mama sekarang membawa nya ke rumah sakit terdekat" jelas Arkan, setelah itu ia langsung mematikan telepon nya tanpa mendengar balasan papa nya


Disisi lain Gara mendengar kabar itu langsung ke rumah sakit dengan terburu-buru, tapi sebelum itu ia menyuruh asisten nya untuk mengurus meeting yang akan mereka laksanakan sebentar lagi


Sesampainya di rumah sakit Gara langsung berlari masuk, sangking terburu-buru nya ia tidak bertanya terlebih dahulu pada resepsionis dan langsung mencari keberadaan Alya dan Alfan. Gara tahu kalau pasti anaknya di bawa di UGD terlebih dahulu baru di pindahkan di ruang inap, makanya ia langsung mencari di mana UGD nya


Dan yah, disana ia melihat istrinya berjalan mondar-mandir dengan raut wajah yang khawatir. Dengan segera ia berlari menghampiri sang istri "Sayang" panggil Gara


"Mas Gara" gumam Alya lalu berlari memeluk Gara menumpahkan tangis nya "Alfan mas" ucap nya mengadu pada Gara, Gara memeluk dan mengelus kepala Alya menenangkan "Iya sayang, kita tunggu dokter nya ya" ujar Gara


Tidak butuh waktu lama seorang dokter pun keluar dari sana "Dengan keluarga pasien" tanya nya


"Iya dok, kita orang tua nya. Bagaimana keadaannya putra kami dok" jawab Alya


"Iya, tidak ada yang perlu di khawatir pak bu, putra ibu dan bapak hanya kekurangan cairan dan seperti kecapean. Pasien hanya perlu istirahat sebanyak-banyaknya dan demam nya akan turun secepatnya" jelas sang dokter


"Dan pasien akan kami pindah di ruang inap" lanjut nya


"Iya dokter, saya ingin putra saya di tempatkan di ruang VVIP" ucap Gara


"Baik pak"


"Terimakasih dokter" ucap Alya


"Sama-sama, kalau begitu saya pamit" pamit dokter itu


"Iya dokter"


"Ayo masuk" ajak Alya, Gara mengangguk lalu mengikuti sang istri


Mereka melihat sang putra tidur sangat nyenyak, Alya mengelus kepala Alfan


Tok tok


Cklekk


"Permisi, ruangan itu pasien yang bernama Alfan putra Alga sudah siap. Kami akan memindahkan pasien sekarang juga" ucap suster itu ramah


"Iya sus" kata Alya, ia dan Gara mengikuti sang putra yang di pindahkan di ruang inap nya


"Mas akan hubungi Papa sama Mama dulu ya" ucap Gara pada Alya, Alya mengangguk menanggapi nya tanpa melihat Gara, ia hanya fokus mengelus surai sang putra


***


"Sayang, Alfan udah baikan kan?" tanya Alya pada putranya sudah sadar satu jam yang lalu dan baru selesai makan di suapi olehnya. Sedangkan Gara hanya diam duduk di sofa sembari melihat mereka


"Iya ma, Alfan udah baikan. Mama gak usah khawatir lagi" ucap Alfan memegang tangan mama nya


"Mana bisa mama gak khawatir liat anak mama tadi pingsan" kata Alya mengelus rahang Alfan


Alfan tersenyum, ia memegang tangan Alya yang mengelus rahang nya lalu mencium nya "Alfan sekarang udah baikan kok" ujar nya


"Ini pasti karena jadwal pemotretan kamu yang penuh kan minggu ini kan, jadinya kamu kecapean dan masuk rumah sakit"


"Lain kali kamu gak udah ambil banyak sayang, kamu kan juga sekolah pasti capek banget deh" lanjut Alya menasehati Alfan


"Maaf ma, Alfan salah" ucap Alfan


"Iya gak papa, lain kali mama yang akan periksa semua jadwal kamu, lagian kan gak berat-berat amat kalau mama yang urus itu semua" omel Alya , ya belakangan ini memang jadwal pemotretan Alfan sangat padat. Apalagi sudah lama Alya tidak di izinkan untuk mengurusi jadwal nya karena mengurus baby Albian, padahal kan Alya gak masalah urus keduanya


"Iya ma"


"Ayo masuk" ajak Hendri


Tok


Tok


Tok


"Assalamualaikum"


Cklekk


"Waalaikumsalam, om Hendri, Rangga. Ayo masuk" ajak Arkan


"Pada kemana kan?" tanya Rangga


"Duduk dulu" jawab Arkan


"Alfan masuk rumah sakit, mama sama papa yang menjaganya di sana. Dan bang Argan dan yang lain ada di atas jagain si embul" jelas Arkan


"Yah" Rangga menatap Hendri


"Kamu ingin menjenguknya?" tanya Hendri mendapat anggukan dari sang anak


"Yaudah ayo" ajak nya


"Kan, gue sama ayah mau kesana lo mau ikut?" tanya Rangga


"Boleh deh, lagian si embul banyak yang jagain" ucap Arkan setuju


"Gue pamit dulu sama yang lain" Arkan berjalan naik ke lantai dulu meminta izin para abang nya sekalian bersiap-siap


"Yok" ajak nya setelah siap


***


"Ayah yakin ini ruangannya?" tanya Rangga. Mereka sudah didepan ruangan inap Alfan


"Iya, ayo masuk" ajak Hendri


Cklekk


"Assalamualaikum" salam nya


"Waalaikumsalam" jawab yang ada di dalam sana


"Ma" Arkan menghampiri Alya dan menyalimi nya begitu pun dengan Gara


"Duduk pak Hendri" ucap Alya


"Kami baru sampai di rumah dan baru tahu kalau Alfan masuk rumah sakit, kami terburu-buru kesini dan tidak membawa apa-apa" ujar Hendri


"Gak papa pak, gak usah repot-repot ya kan mas" ucap Alya


"Iya" ucap Gara singkat


Arkan dan Rangga menghampiri Alfan yang berbaring di brangkar membiarkan ketika orang dewasa itu berbicara "Gue baru tau lo masuk rumah sakit dan maaf gue sama ayah gak bawa apa-apa" ucap Rangga


"Santai aja" kata Alfan


"Lo udah baikan kan?" tanya Arkan


"Hem, setelah bangun tadi gue udah enakan. Dan setelah minum obat rasanya tubuh gue lebih ringan lagi" jawab Alfan


"Syukur deh"


"Siapa yang jagain si embul di rumah?" tanya Alfan


"Banyak kok, bang Argan, bang Afkan dan bang Arsan" jawab Arkan


"Loh bukannya mereka ada latihan di Gana" Arkan mengangkat bahunya "Gak jadi mungkin" jawab nya


"Udahlah lo gak usah pikiran itu, lo istirahat aja banyak banyak supaya energi lo kembali" lanjut Arkan


"Bener fan gak udah banyak pikiran" timpal Rangga


"Iya gue tau kok"


Tbc.


Like, vote dan komen ya teman-temanšŸ¤—


jangan lupa share juga pada teman-teman kalian


see u next part....


^^^Mawar Jk^^^