My Baby Boy 'A'

My Baby Boy 'A'
Chapter 44 (kejutan untuk Alya)



...Happy reading...


.......


"Gak" ujar Arsan menolak ide mereka yang ingin memberikan surprise untuk Alya yang akan berulang tahun. Bukan nya Arsan menolak untuk memberikan kejutan untuk Alya, tapi ide nya itu yang Arsan tidak terima


"Ayolah gak lama ko sampai malam doang" bujuk Arkan


"Gue bilang enggak" ujar Arsan lagi, ia benar-benar tidak ingin menyakiti Mama nya meskipun itu hanya drama, pura pura atau apapun alasannya


"Gak usah di paksa, kalian aja yang pura pura" sahut Argan


"Ok deh, pokok nya surprise kali ini harus berhasil" seru Alfan


"Apa yang harus berhasil?" tanya Gara datang dan bergabung bersama mereka


"Kita mau buat kejutan ulang tahun Mama besok, dan kita semua buat rencana" jawab Rangga


"Papa boleh ikut?" tanya Gara


"Boleh dong pa" ucap Arkan


"Jadi rencana kalian bagaimana" tanya Gara lagi "Gini pa kita mau cuekin Mama seharian ini, ya meskipun terdengar klasik tapi ini pasti berhasil" jelas Alfan


"Baiklah Papa mengerti, kalian bertiga ikut?" tanya Gara kepada Arsan, Argan dan Afkan


"Mereka gak mau pa" sahut Arkan, Gara mengangguk dia tidak ingin memaksa mereka


"Baiklah, ayo turun sarapan sudah siap" titah Gara


"Siap pa"


"Ingat, kalian harus pura pura" peringat Alfan, mereka hanya mengangguk


Mereka pun turut menuju dapur yang disana sudah ada Alya, Aira dan Raka "Ayo sayang kita sarapan dulu" ucap Alya tersenyum melihat suami dan anak anak nya


Mereka duduk tanpa menyahuti ucapan Alya, Alya mengerutkan keningnya bingung "Mereka kenapa?" tanya Alya dalam hati, tapi ia segera menepis pikiran nya itu lalu mereka pun memulai sarapan mereka


Karena kebetulan hari ini ada hari libur jadi mereka semua hanya berada di rumah saja seperti biasa akan menghabiskan waktunya bersama sama


Aira dan Alya meletakkan cemilan dan minuman di meja yang ia bawa dari dapur untuk menemani mereka


"Ayo di makan" ucap Aira


"Makasih tante"


"Bagaimana dengan latihan kalian boy" tanya Gara membuka topik


"Baik pa, dan kita lagi bantu seleksi anggota baru" jawab Argan


"Kalian ada lomba?" tanya Aira


"Gak ada tante, kita cuma latihan aja sih belakangan ini" jawab Arkan


Arsan saat ini hanya diam menatap Mama nya yang senantiasa mendengarkan percakapan mereka "Oh iya nanti kalau kalian liburan semester kita liburan ke luar kota yuk" ajak Aira


"Boleh tuh, Alfan setuju banget" ucap Alfan


"Mau berlibur kemana sayang?" tanya Raka


"Kita ke Makassar aja deh, gimana menurut kalian? kakak Alya?" tanya Aira meminta pendapat mereka


"Arkan setuju, Arkan kangen banget sama Nenek Sri dan Kakek Abi" seru Arkan


"Kau benar sekali" timpal yang lain


"Kakak juga setuju kalau disana" ucap Alya


"Baiklah nanti kita berlibur ke sana" ujar Gara


"Alfan masih mau minum?" tanya Alya saat melihat minum Alfan yang sudah habis


Alfan tidak menyahuti ucapan Alya, ia mengalihkan pandangan ke arah tv dan fokus menonton acara yang ada di sana


Alya menghela nafas nya lalu mendekati Alfan dan duduk di tengah tengah Alfan dan Afkan yang kebutuhan mereka duduk berdampingan "Alfan kenapa? Mama ada salah sama Alfan hem" tanya Alya mengelus surai hitam Alfan


Dalam hati Alfan meronta ronta tidak kuat berbicara seperti kepada Mama nya, tapi ia harus melanjutkan rencana mereka, masa dia yang punya ide dia sendiri yang merusaknya. Tidak.. tidak yang penting Alfan tidak menatap mata Mama nya maka ia sanggup berpura-pura seperti itu untuk sementara


"Ma Arsan masih mau minum boleh" ucap Arsan tersenyum kearah Alya, senyum yang tidak pernah ia perlihatkan kepada orang lain selain keluarga nya. Sebenarnya minuman Arsan masih ada setengah tadi, tapi saat melihat Mama nya tampak sedih karena di abaikan oleh Alfan ia segera meminum minuman nya hingga habis


Alya tersenyum lalu berdiri dari duduknya "Sini Mama ambilkan" Alya menerima gelas yang Arsan sodorkan


"Makasih Mama" ucap Arsan saat ya sudah datang kembali membawa minuman untuk nya


"Sama sama sayang" balas Alya


________


Hingga sore hari nya Alya terus memikirkan dan bertanya yang pada hari nya mengapa suami dan anak-anak nya mendiami dirinya, apa dia sudah berbuat salah? huf


"Kak" panggil Aira menepuk pelan bahu Alya yang sedang termenung seraya menyiram tanaman


"Eh, iya kenapa Ra" tanya Alya


"Kakak tuh yang kenapa... dari tadi Aira perhatiin melamun aja, mikirin apa sih kak" tanya Aira yang memang tidak tau apa apa


"Gap papa ko Ra" jawab Alya lalu kembali menyiram tanaman


" Kakak gak boleh bohong, ayo cerita sama Aira" ucap Aira dengan nada paksaan, Alya menghembuskan nafas nya "Beneran kakak gak papa, kakak hanya lagi mikirin kepada mereka pada cuekin kakak" ucap Alya jujur


Aira mengusap bahu sang kakak "Kakak gak usah pikirin itu, mungkin mereka cuma lagi malas bicara" ujar Aira


"Kamu benar Ra, mungkin kakak terlalu bawa serius tentang ini makanya kepikiran terus"


"Aira bantu siram ya" ucap Aira lalu membantu Alya menyirami tanaman yang ada di sana


Di sisi lain lima 'A' serta Rangga yang sedang berdebat "Gak usah lanjut" ucap Arsan dingin


"Gak bisa gitu dong bang, ini hampir selesai loh" bantah Alfan


"Terus lo semua tahan liat raut wajah Mama yang sedikit cuma karena rencana kalian gitu?" tanya Arsan yang sudah menaikkan nada suara nya


"Kita juga gak tega bang, tapi ini udah terlanjur jadi kita harus menyelesaikan nya" ucap Arkan


"Gue bilang berhenti" ujar Arsan


"Sudah jangan saling meneriaki" ucap Argan menengahi perdebatan mereka. Argan memberi kode kepada Afkan untuk menenangkan Arsan lalu menatap Arkan, Arsan dan Rangga


"Kalau kalian mau lanjutkan, lanjut kan lah. Lagi pula ini sudah terlanjur tapi jangan keterlaluan" ucap Argan, mereka hanya mengangguk merespon nya


"Bang" ucap Arsan


"Tidak apa Arsan, ayo kita turun" ajak Argan, Arsan menghembuskan nafas nya kasar, tapi tak main dia mengikuti Argan dari belakang


"Kalian sudah hafal bagaimana Arsan sangat menyayangi Mama, jadi tidak usah terlalu emosi menanggapi nya" nasehat Afkan. Afkan tau kalau mereka juga tidak sanggup seperti itu tapi mereka ingin sebuah kesan yang tidak akan Mama dan lainnya lupakan


"Iya bang maaf" sahut mereka menundukkan kepalanya


Afkan menepuk pundak mereka sebelum ia menyusul Argan dan Arsan "Ayo semangat... tinggal beberapa jam lagi maka semua nya akan berakhir" seru Rangga


"Yaa"


Arkan merangkul pundak Alfan "Ayolah jangan lesu seperti itu" ucap nya


"Lagian Papa juga ikutan, kue nya sudah ada di perjalanan, nanti biar bang Arsan yang mengambil perhatian Mama agar Mama tidak melihat kue nya saat kita membawa nya ke kamar" lanjut Arkan


"Kado kado nya juga sudah siap dan gue sembunyikan di tempat Mama gak bisa tau pasti nya" sahut Rangga


"Baiklah persiapan sudah sangat matang, kita tinggal menunggu hingga tengah malam nanti" ucap Arkan


"Ayo turun" ajak Rangga


Bersambung


like, vote dan komen jangan di lupakan....


See u next part 😘👋


^^^Mawar Jk^^^