My Baby Boy 'A'

My Baby Boy 'A'
Chapter 101



Happy reading


.


Di pagi hari semua orang kembali di rutinitas nya, dan saat ini Alya beserta suami dan anak-anak nya sedang melakukan sarapan pagi mereka.


Aira, Raka dan baby Al tidak bergabung karena pagi-pagi Aira dan Raka harus mendatangi rumah sepupu Raka yang melangsungkan acara perpindahan rumah barunya.


"Ini Mama sudah siapkan bekal untuk kalian" ucap Alya penyusun enam kotak makan untuk putra-putra nya.


"Iya ma, makasih"


"Sama-sama, ayo selesai kan sarapan kalian nanti telat" mereka mengangguk lalu kembali memakan nasi goreng buatan Alya, mereka sangat lahap memakan nya karena sudah lama mereka tidak makan masakan Mama nya tercinta.


Setelah sarapan lima 'A' dan Rangga berangkat ke sekolah menggunakan sepeda mereka masing-masing "Kami berangkat ma, pa, assalamualaikum"


"Waalaikumsalam" keenam nya pun mengayun sepeda mereka keluar dari pekarangan rumah.


"Kita ke taman belakang yuk sayang, cari udara segar" ajak Gara pada Alya, hari ini ia tidak masuk kerja untuk menemani sang istri di rumah.


Kemarin-kemarin ada Aira yang menemaninya jadi ia masih bisa pergi ke kantor, tapi hari ini Aira ada kepentingan jadi tidak ada yang menemani Alya di rumah.


Keduanya berjalan menuju halaman belakang rumah nya yang di penuhi tumbuhan hijau, itu membuat di sangat sangat sejuk dan juga tenang ketika kita berada di sana.


Gara mengajak Alya duduk di bangku yang berada di samping pohon yang lumayan besar "Udah lama kita tidak berduaan seperti ini sayang" kata Gara membawa kepala Alya untuk bersandar di dada bidangnya.


Alya tersenyum, benar yang di katakan Gara. Mereka sangat jarang berduaan seperti saat ini, mereka saling sibuk apalagi Gara yang sangat sibuk dengan berkas-berkas nya. Dan saat ia di rumah pun Alya di monopoli oleh putra-putra nya sehingga Gara harus mengalah lagi.


"Owh iya sayang, kita kan enggak pernah pergi liburan sama anak-anak. Bagaimana kalau weekend ini kita perlu berlibur?" tanya Gara, Alya mengangkat kepalanya lalu menatap sang suami.


"Benar juga mas, anak-anak pasti juga sangat senang kalau kita ajak liburan, tapi kita pergi ke mana ya enaknya?"


"Kamu maunya di mana sayang? Di dalam negeri aja ada di luar negeri?" tanya Gara.


"Dalam negeri aja mas, gak udah jauh-jauh yang penting itu kebersamaan nya" Gara mengulas senyumnya lalu mengecup kening Alya.


"Istri ku ini memang sangat bijak, bagaimana kalau kita ke Bali saja?" tanya Gara memberi saran.


Alya mengangguk anggukkan kepalanya setelah berfikir "Aku setuju mas, kita ke Bali aja!" seru Alya senang, karena gemas Gara mengacak-acak rambut Alya hingga sedikit berantakan.


"Mas, rambut aku berantakan nih" rengek Alya, Gara sangat gembira dengan rengekan Alya ia pun mencium kening Alya.


Disisi lain, lebih tepatnya di sebuah rumah sakit seorang perawat berlarian memanggil dokter karena salah satu pasien nya yang mengamuk.


"Dokter pasien di kamar anggrek mengamuk lagi!" kata suster tersebut.


"Mari kita kesan" ajak sang dokter berjalan terlebih dahulu. Samar-samar mereka mendengar sebuah teriakan membuat keduanya berjalan lebih cepat lagi.


"Kembalikan anak saya! Kembalikan!"


Wanita yang berteriak kesetanan itu adalah tak lain dan tak bukan Manda, ia terus berteriak mencari anaknya.


"Ibu, ibu tenang dulu ya Bu" Manda semakin marah meraih jas dokter itu lalu mendorongnya hingga sang dokter tersukur di lantai.


"Saya hanya ingin anak saya! Kembalikan anak saya..."


"Dokter!" dua orang suster langsung membantu sang dokter untuk berdiri.


Manda mendekati mereka bertiga lalu menarik tangan suster "Mana anak saya? Kembalikan anak saya!  Saya bilang kembalikan anak saya!" Manda mencengkram tangan suster itu hingga membuatnya lecet.


Sang dokter mencoba untuk melepaskan cengkraman Manda lalu mereka bertiga mundur menjauhi Manda.


"Hahah anak aku... Huuu anak aku" Manda tertawa lalu menangis kembali mencari anaknya.


"Ibu Manda tidak ada peningkatan sama sekali dokter, mental nya benar-benar terguncang karena kehilangan anaknya" ujar salah satu suster itu.


"Benar, untuk sementara kita masukkan di rumah sakit jiwa saja, nanti kita lihat bagaimana perkembangan nya" mereka semua mengangguk setuju lalu keluar meninggalkan Manda yang terus meraung-raung.


"Anakku... kembalikan anakku huuu..."


Manda berdiri dari duduknya menuju brankar, ia melihat sebuah guling lalu matanya berbinar-binar melihat itu "Anakku" ucap nya mengambil guling tersebut lalu memeluknya.


"Anakku, hahah... anakku sangat lucu" ujar Manda menganggap sebuah guling itu adalah anak nya, ia tertawa saat mengajak guling itu berbicara.


"Sekarang kita sudah bersama sayang, Mami tidak akan membiarkan wanita jahat itu mengambil mu dari Mami, Mami akan menjagamu tenang saja sayang" ucap Manda mengelus guling itu.


Sungguh sangat menyedihkan kondisi Manda saat ini, mungkin ini sudah menjadi karma untuk nya setelah perbuatannya pada Alya, ia mendapatkan ganjaran atas perilaku jahatnya selama ini.


Tbc.