My Baby Boy 'A'

My Baby Boy 'A'
Chapter 37



...Happy reading...


.......


.......


.......


"Anak anak ayo cepat turun" seru Gara yang berjalan melewati pintu kamar lima'A' dan Rangga


"Iya pa" sahut mereka


Cklekk


Mereka berjalan sedikit tergesa-gesa hingga mereka tiba di dapur


"Pagi ma pa" sapa mereka


"Pagi juga sayang" sapa balik Alya dan Gara


"Ayo cepat makan, kalian udah mau masuk loh ini" kata Alya seraya menuangkan air ke gelas yang terakhir


"Iya ma"


"Makanya kalau main game itu ingat waktu dong" sindir Gara seraya menaruh cangkir kopi nya yang sudah ia habiskan


Anak anak tidak menghiraukan ucapan Gara, mereka hanya fokus pada makanan masing masing. Bukan apa nya 5 menit lagi gerbang akan tertutup, sedangkan ia masih ada di rumah di tambah perjalanan menuju ke sekolah sekitar 10 menit, dan di pastikan mereka sangat terlambat


_______


"Ini semua salah lo tau gak" ucap Alfan menunjuk Rangga dengan dagu nya


"Loh ko jadi gue yang salah" ujar Rangga


"Iya, kan lo yang ngajak kita main game" timpal Arkan ikut menyalahkan Rangga


"Ya kan gue cuma ngajak, lagian kenapa Lo pada kagak tolak. Jadi ini bukan salah gue sepenuhnya" ujar Rangga membela diri seraya menyeka keringat dari dahi nya karena panas matahari


Mereka ber-enam sekarang di hukum hormat menghadap tiang bendera, meskipun mereka cucu dari pemilik sekolah tapi mereka tetap mendapatkan hukuman setimpal dengan perbuatan mereka, seperti ini... mereka di hukum karena terlambat


"Diam" seru Argan membuat mereka lantas terdiam


"Kita semua salah disini jadi jangan berdebat lagi" ucap Afkan


"Iya" sahut Arkan, Alfan dan Rangga. Sedangkan Arsan hanya diam mendengar saudara dengan tenang meskipun ia berkeringat, tapi ia masih berdiri dengan tenang disana


Hingga 30 menit berlalu, berarti mereka sudah menyelesaikan hukuman nya "Akhirnya yaallah" ucap Alfan lega, setelah hari itu mereka berjanji tidak akan main game hingga tengah malam


_______


"Selamat menikmati" ucap Alya tersenyum ramah kepada pelanggan nya


Alya melihat arloji nya menunjukkan kalau sudah saatnya makan siang, Alya tersenyum, pasti para jagoan nya saat ini sedang makan siang, pikir nya


🎶 🎶


bunyi ponsel Alya


Alya segera mengangkat telepon itu saat melihat siapa yang menelpon


"Assalamualaikum mas"


"Waalaikumsalam sayang"


"Mas gak makan siang? ini udah jam makan loh"


"Mas mau denger suara kamu dulu sayang baru aku makan"


Alya tersenyum "Yaudah kan udah denger ini, sana makan dulu"


"Iya sayang ku, aku tau kamu belum makan siang juga jadi jangan lupa makan ok"


"Iya mas


"Yaudah sana makan"


"Iya"


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Tut


Setelah telpon nya bener bener mati baru Alya mengantongi kembali hp nya


"Alya" panggil seseorang


"Mbak Dina" gumam Alya melihat siapa yang memanggil nya tadi, ya dia adalah Dina Bunda nya Andra


"Udah pindah kesini ya Alya" tanya Dina


"Si kembar mana, Andra selalu nanya kapan dia bertemu sama si kembar loh" kata Dina


"Mereka di sekolah mbak, oh iya bagaimana kabar Andra"


"Andra baik, cuma dia selalu murung ingin bertemu sama kembar lagi. Waktu dia tau kita ingin pindah ke Jakarta karena pekerjaan ayah nya sudah selesai di sana Andra uhh senang sekali, gak sabar katanya pengen bertemu sama si kembar lagi" ucap Dina


"Arkan juga pernah bilang sama saya kalau mereka juga ingin bertemu sama Anda dan Dava loh" ucap Alya mengingat Alfan mengadu kepada nya kalau ia ingin bertemu dengan Dava dan Andra


"Oh ya, aduh anak anak so sweet sekali" ucap Dina


Alya terkekeh geli "Iya mbak"


"Oh iya saya minta no kamu ya biar nanti Andra bisa bicara sama si kembar"


"Boleh mbak"


"Makasih ya Al, ini saya cuma ambil pesan saya jadi gak bisa lama lama saya permisi assalamualaikum" pamit Dina


"Iya mbak waalaikumsalam hati hati ya mbak"


________


"Selamat ya pak bapak sebentar lagi akan menjadi seorang ayah" ujar dokter Rere seraya tersenyum ramah


"Dokter enggak bercanda kan" tanya Raka memastikan


"Enggak pak, istri bapak sekarang memang sedang mengandung dan usia janin nya baru dua minggu"


"Makasih dokter" ucap Raka, ia sangatlah senang bahkan mata nya sudah berkaca-kaca


"Iya sama sama pak, kalau begitu saya permisi" Raka menganggukkan kepalanya. Raka tadi di buat panik karena Aira pingsan saat mereka pulang dari minimarket dengan segera Raka membawa Aira ke rumah sakit dan ia mendapat kabar bahagia seperti ini


Dengan segera Raka masuk ke ruangan itu "Sayang" panggil Raka lalu membawa Aira ke dalam dekapan nya. Bahu nya bergetar menahan tangis haru nya


"Ada apa sayang" tanya Aira merasa kan bahu yang basah karena Aira mata Raka


"Makasih sayang" ucap Raka yang masuk memeluk Aira


"Ada apa sayang dan kenapa kamu menagis" Alya mengangkat wajah Raka lalu menghapus air mata nya


"Kamu hamil" ucap Raka membuat Aira mematung di tempat


"Aku h.. hamil?"


"Iya"


"Raka" mata Aira sudah berkaca-kaca


Raka kembali memeluk Aira dan kedua nya saling berpelukan melupakan rasa haru mereka. Sebentar lagi mereka akan menjadi orang tua


"Aku mau nelpon kak Alya" pinta Aira, Raka menganggukan kepala lalu mengeluarkan hp dari saku nya lalu segera menelepon Alya


"Gak aktif sayang"


"Yah kak Alya gimana sih"


"Gak papa nanti kita hubungin lagi ya" ucap Raka menenangkan sang istri, Aira hanya menganggukkan kepalanya merespon Raka


"Jangan sedih dong, nanti baby nya juga ikut sedih"


"Beneran?" tanya Aira polos


"Maaf ya baby, jangan sedih ok Bunda gak sedih lagi ko" ujar Aira seraya mengelus perut nya masih datar


"Yang baik ya disana sayang" ucap Raka ikut mengelus perut Aira "Jadi gak sabar beby nya keluar" lanjut nya sekali kali mencium perut nya Aira


"Masih ada beberapa bulan sayang" ucap Aira


"Lama ya kenapa buka besok aja sih" kata Raka


"Mana bisa begitu yank, kamu mah aneh"


Raka tidak menghiraukan ucapan Aira, ia hanya diam seraya mengelus perut Aira dengan senyum yang tak hilang dari bibir nya. Aira bahkan menggelengkan kepalanya di saat ia melihat Raka terkekeh lalu tersenyum entah apa yang ia bayangkan


"Mama belum kamu kasih tau?" tanya Aira


Raka menepuk keningnya "Astaga aku lupa sayang" "Kamu ini" Raka hanya menyengir kuda


"Tunggu aku telpon" Raka kembali merogoh kantong nya mengambil hp nya lalu menghubungi Mama nya


Bersambung.


Jangan lupa like vote dan komen sebanyak banyaknya agar aku tambah semangat juga up nya


makasih atas dukungan nya semua, sampai jumpa di chap selanjutnya... bye


^^^Mawar Jk^^^