My Baby Boy 'A'

My Baby Boy 'A'
Chapter 61



Happy reading


.


.


.


'Tap tap tap'


Alya turun untuk memasak setelah sholat subuh, tapi di anak tangga terakhir Alya di kejutkan dengan robot yang satu minggu lalu ia beli bersama sang suami. Robot itu menyapa nya membuat Alya terkejut bukan main


"Selamat pagi ibu" sapa robot itu


Alya melihat sekitar lalu kembali menatap robot itu. Kenapa robot ini bisa menyapa nya?


"Kamu bisa bicara?" tanya Alya


"Iya, ibu. Apa yang akan ibu masak untuk sarapan?" tanya nya


"A...aku hanya masak nasi goreng aja" jawab Alya


"Lion akan membantu ibu memasaknya" ucap robot yang bernama Lion itu lalu berputar karena merasa senang?


"Oh baiklah, ayo ke dapur" dengan sedikit kikuk Alya berjalan menuju dapur berdampingan dengan robot Lion


Alya pun memasak dengan tenang dibantu dengan robot Lion hingga selesai, tak lama kemudian Gara dan anak-anak turun dengan pakaian yang sudah rapi


"Selamat pagi ma" sapa lima 'A' dan Rangga


"Selamat pagi sayang" sapa Gara


"Pagi, ayo duduk" kata Alya


"Selamat pagi Lion" sapa Alfan pada robot Lion


"Selamat pagi Alfan" sapa robot Lion balik


"Selamat pagi Ayah, Argan, Afkan, Arsan, Arkan dan Rangga" lanjut nya


"Pagi Lion"


"Ayo sarapan dulu" aja Alya lagi lalu mulai mengambilkan makanan untuk anak dan suaminya


Mereka pun sarapan dengan hikmah dan mulai pamit "Kami kesekolah ya ma" pamit lima 'A' dan Rangga mencium punggung tangan sang Mama


"Lion akan ikut sama Mama, kemanapun Mama pergi Lion akan mengikuti Mama dan menjaga Mama ketika tidak bersama kami ataupun Papa" gelas Argan pada Mama nya


"Gak papa, Lion dirumah aja nanti basah kalau diluar" ujar Alya


"Lion itu anti air sayang" timpal Gara memeluk pinggang Alya lalu mengecup nya


"Yaudah, sana berangkat nanti telat loh" kata Alya mengingat, Gara melepaskan pelukannya di pinggang sang istri "Yaudah aku sama anak-anak pamit ya sayang, assalamualaikum" pamit Gara setelah mencium kening Alya


"Assalamualaikum Mama"


"Waalaikumsalam, hati-hati mas"


Lima 'A' dan Rangga sudah jarang bersepeda ke sekolah, mereka lebih sering diantar dan dijemput oleh Papa nya atupun oleh Hendri. Mereka pun tidak menolak karena tidak ada ruginya juga mereka diantar jemput, malahan mereka yang untung


Alya masuk ke rumah, ia melihat robot Lion. "Lian ibu siap-siap dulu, setelah itu kita berangkat ke toko ok" ucap Alya. Sepertinya anak laki-lakinya bertambah lagi


"Baik, ibu" jawab robot Lion


***


Setelah berkunjung pada toko milik nya, Alya memutuskan untuk keluar sebentar untuk membeli sesuatu di supermarket sebelum ke kantornya, karena tadi sekertaris nya menghubungi nya kalau ia harus ke kantor dan tentu saja dengan robot Lion yang selalu mengikutinya.


"Ayo Lion kita pulang" ajak Alya setelah membayar belanjaan nya pada kasih


Alya menunggu taksi di pinggir jalan tanpa menyadari ada dua pria berbadan besar di belakang yang sedang mengintainya, dan salah satu dari mereka langsung mengambil tas milik Alya membuat Alya refleksi menengok dan berteriak "Tolong ada jambret" teriaknya


Suasananya yang memang sepi membuat tidak ada yang menolong Alya, Alya terus menahan tas nya membuat pria yang satunya lagi turun membantu temannya dan mendorong Alya agar melepaskan tas nya


"Ibu dalam bahaya. Ibu dalam bahaya" ucap robot Lion menahan Alya agar tidak terbentur lalu dengan cepat menahan kedua preman itu


"Robot apaan ini"


"Kalian keterlaluan. Sudah membuat ibu kesakitan" ucap robot Lion dan langsung merebut tas Alya kembali lalu menghajar kedua preman itu


Lima 'A' memang memodifikasi robot Lion sebagaimana mungkin agar bisa menjaga Alya dari bahaya manapun, bahkan robot Lion bisa mengeluarkan beberapa senjata yang memang mereka buat jika nanti mereka ada di situasi yang genting


Robot Lion mengeluarkan senjatanya seperti sebuah jarum setelah menghajar kedua nya habis-habisan membuat kedua preman itu langsung tak sadarkan diri


Alya hanya diam berdiri menyaksikan itu seraya menutup mulutnya tak percaya "Ini tas ibu" ucap robot Lion


"Ayo kita pulang ibu, disini berbahaya untuk ibu" ajak nya, Alya mengangguk dan meninggalkan tempat tersebut. Untung saja ia mendapat taksi lalu pulang, ia tidak jadi kekantor  karena kejadian tadi, ia langsung pulang kerumah setelah menghubungi sekertaris dan juga karyawan nya di toko nya


***


"Bagaimana hari pertama kau Lion" ucap Afkan bertanya terlebih dahulu


"Hari ini cukup baik, hanya saja waktu ibu ingin kekantor ada yang mengambil tas milik ibu" jawab robot Lion


"Lalu apa yang kau lakukan?" tanya Arkan


"Lion menahan ibu saat mereka mendorong ibu agar tidak terjatuh dan melawan mereka" jawab robot Lion lagi


"Bagus" ucap Alfan


"Sepertinya kita harus meningkatkan kemampuan robot Lion lagi, agar ia bisa mendeteksi bahaya dan ini tidak terjadi lagi" celetuk Argan


"Ya, aku setuju sama bang Argan. Meskipun Mama tidak terluka tapi Mama pasti syok tadi" ucap Rangga


Arsan dan Afkan kompak berdiri "Kemana?" tanya Rangga, sedangkan saudaranya yang lain sudah tau tujuan mereka


"Papa" jawab Afkan, mereka berdua pun keluar dan menuju kamar Mama dan sang Papa


'Tok tok tok'


'Cklekk'


"Ada apa kalian kesini?" tanya Gara bingung


"Kita mau ketemu sama Mama" ujar Afkan


"Mama ada di dalam kamar mandi, ayo masuk" ajak Gara membuka pintu kamar nya lebar-lebar


Arsan dan Afkan masuk dan duduk di sofa, Gara pun juga ikut duduk di sofa singel dan lanjut memeriksa email yang masuk


Tak lama kemudian Alya keluar "Loh kalian belum tidur?" tanya Alya menghampiri kedua anaknya


"Belum ma, belum ngantuk juga"


"Kenapa cari Mama?" tanya Alya karena tidak mungkin anaknya ke masuk kesini kalau hanya ingin bertemu dengan Gara, karena biasanya mereka akan bicara di ruang kerjanya Gara sendiri


"Gak kita cuma mau nanya keadaan Mama setelah pencopetan tadi" Gara terkejut lalu menutup laptopnya dan menghampiri sang istri


"Kamu tadi di copet sayang?" tanya Gara


"Iya tapi aku gak papa kok, Lion yang nolongin Mama jadi kalian gak perlu khawatir" ucap Alya


"Mama juga gak luka sedikitpun" lanjut nya


Arsan menghampiri Mama nya dan memeluk nya "Arsan mau tidur sama Mama" ucap nya melepaskan pelukannya


"Boleh dong, udah lama Mama gak tidur sama anak Mama. Sekalian ajak yang lain ya sayang" ucap Alya, Arsan mengangguk lalu pamit bersama Afkan


"Terus aku gimana dong sayang" ucap Gara


"Gimana apa maksudnya?" tanya Alya


"Kamu mau tidur sama anak-anak, aku tidur sama siapa? Masa sendiri" rengek Gara memeluk Alya dari samping dan menggelapkan wajahnya di bahu istrinya


"Kamu ikut juga aja mas, kita tidur dibawah aja" ucap Alya "Berdiri dulu mas, aku mau siapkan kasur nya" lanjut Alya


"Mama" ucap Alfan berlari masuk ke kamar "Sana ambil bantal masing-masing" suruh Gara pada anaknya


"Kalian udah gosok gigi kan?" tanya Alya


"Udah ma"


"Ayo sini tidur" Alya mengambil tempat di tengah-tengah, dengan cepat Gara mengambil tempat di samping istrinya "Ih Papa Alfan mau di tidur di samping Mama" ucap Alfan kesal


"Gak, Mama itu istri Papa jadi terserah Papa dong" ucap Gara tak mau mengalah


Yang lain tidak ingin berdebat mengambil tempat masing-masing dan Arsan sudah anteng tidur di samping kiri sang Mama


"Udah mas, ngalah sama anak. Papa tidur di pinggir aja" saran Alya, Gara melotot kan matanya tidak terima "Iya Papa di pinggir aja" seru Alfan


"Papa dipinggir ya, kan sekali-kali kita bisa seperti ini" ucap Alya, Gara pun mengalah dan pindah dipinggir tepat di samping Argan yang memang memberi ruang pada adik-adiknya untuk dekat dengan sang Mama


"Baca doa dulu sebelum tidur" ucap Alya mengingatkan "Selamat tidur kesayangan Mama" gumam Alya


Tbc.


Like, komen dan vote nya ya teman-teman 🥰😍


see u


^^^Mawar Jk^^^