My Baby Boy 'A'

My Baby Boy 'A'
Chapter 35



#Like sebelum membaca


...Happy reading...


.......


.......


"Saya terima nikah dan kawin nya Alya Putri Abil dengan mas kawin tersebut di bayar tunai" ucap Gara dengan tegas menggema di sana


"Bagaimana para saksi?"


"Sah"


"Sah"


"Sah, Alhamdulillah..."


Alya yang mendengar itu pun meneteskan air mata nya, ia sudah menjadi seorang istri sekarang "Ayah Ibu, Alya sudah menjadi seorang istri sekarang" ujar nya dalam hati


"Ayo kak kita turun" ajak Aira


Tak lama kemudian Alya datang di tuntun oleh Bu Sri dan Aira, Alya di dudukkan di samping Gara yang sudah menjadi suami nya beberapa detik yang lalu. Gara dan Alya saling memasang kan cincin kemudian Gara mengecup lembut kening Alya cukup lama emang, baru setelah itu ia menjauhkan bibir nya dari kening sang istri


Gara menatap Alya "Cantik" kata itu terucap dari bibir Gara begitu saja


Setelah acara ijab kabul mereka akan melanjutkan ke acara selanjutnya yaitu resepsi, Alya dan Gara yang berada di pelaminan menyambut para tamu undangan yang lebih dari 1.000 orang, bayangkan itu!!


Baju yang Alya gunakan



Baju yang Gara gunakan



"Mama Alfan cantik sekali, seperti ratu di singgasana nya" puji Alfan yang datang bersama keempat saudara nya


"Makasih anak Mama, anak Mama ini juga tampan sekali" ucap Alya memuji balik putra nya itu


"Mama bisa aja" ujar Alfan yang terlihat malu-malu


"Lebih tampan juga Arkan" celetuk Arkan


"Semua anak Mama itu memang tampan" ujar Alya


"Ya cucu oma memang sangat tampan" Diana pun ikut memuji mereka


"Iya dong cucu opa" timpal Fahmi


"Cucu saya juga itu" sahut pak Abi


"Iya iya cucu kita semua" ucap bu Sri menengahi


Mereka pun saling tertawa satu sama lain, lain dengan Argan Afkan dan Arkan mereka hanya tersenyum melihat keluarga nya bisa tertawa leluasa. Semoga setelah ini tidak ada lagi masalah yang akan menimpa keluarga nya itulah dia yang selalu ia ucapkan


"Rangga kenapa" tanya Raka


"Eh gak papa ko om" jawab Rangga, Raka pun menganggukan kepala nya lalu kembali memeluk pinggang Aira posesif


"Yuk kita foto" ajak Aira


"Boleh" ujar Arkan


"Ayolah" seru Alfan


Mereka pun mengambil gambar yang lumayan banyak dengan berbagai gaya, sesekali mereka tertawa membuat suasana menjadi sangat sangat hangat Rangga yang tadinya nya hanya diam ikut tertawa senang. para undangan yang melihat nya ikut bahagia melihat keluarga itu


Tapi di sudut sana terdapat seorang wanita yang melihat mereka dengan tatapan yang sulit di artikan


"Aku kira tidak ada lagi yang jadi penghalang hubungan ku dengan kesayangan ku ternyata masih ada benalu yang harus ku singkirkan, baiklah bersenang senang lah dulu sebelum kalian aku singkirkan" ucap nya tersenyum miring


________


Gara melihat Alya bergerak gelisah "Kenapa sayang" tanya Gara dan yang benar saja pipi Alya memerah begitu saja dengan Gara memanggil nya 'sayang'


"Enggak papa ko mas" ucap Alya menundukkan kepalanya


Gara tersenyum lalu mengangkat dagu Alya dengan tangan kanan nya "Jangan nunduk dong nanti mahkota nya jatuh" ucap Gara dan lagi lagi membuat Alya tersipu malu


Tak tahan melihat itu Gara pun mencubit hidung Alya dengan gemas "Ih sakit tau" kata Alya


"Aduh maaf ya sini sini" ucap Gara lalu mengecup hidung Alya


"Kamu pasti capek kan? kita masuk istirahat aja ya" tanya Gara


"Tapi kan tamu nya masih banyak" kata Alya melihat di di depannya masih banyak tamu yang menikmati hidangan nya


"Gak papa, nanti Mama Papa yang urus mereka pasti ngerti ko, yuk" Gara menarik tangan Alya. Alya yang di tarik pun pasrah ikut


"Loh Mama sama Papa kemana" tanya Afkan melihat kedua orang tua nya sudah tidak ada di pelaminan


"Mama sama Papa di kamar istirahat" jawab Afkan


"Oh yaudah Arkan mau kemana dulu" ucap Arkan lalu berlalu begitu saja


"Eh jangan" larang Aira, tapi terlambat Arkan susah menjauh sehingga tidak mendengar nya


"Aduh itu anak"


"Gak papa sayang" ucap Raka lalu terkekeh


"Mau ketemu sama Papa" jawab Rangga


"Lo sendiri" tanya Rangga balik


"Mau ketemu Mama" jawab Arkan


Lagi lagi mereka secara bersamaan memegang gagang pintu tersebut "Ih apaan sih loh pegangan tangan gue" ucap Arkan menghempaskan tangan nya


"Gak ada yang mau pegangan tangan elo ya, gue cuma mau buka pintu" bantah Rangga


"Gue aja yang buka pintu nya" ucap Arkan


Rangga tidak menyahut ia tidak mau berdebat dengan Arkan hanya karena masalah pintu


Clek


Pintu nya tidak terbuka "Ke kunci" sahut Arkan "Ketuk aja" ucap Rangga


"Eh lo ko malah nyuruh gue sih" sewot Arkan


"Gue gak nyuruh, gue saranin" bantah Rangga


"Sana lo ketuk"


"Iya iya" ucap Rangga, Rangga pun mengetuk pintu tersebut


Tok tok tok


tidak ada sahutan


Tok tok tok


tidak ada sahutan lagi


"Mam..."


Tok tok tok


Kali ini Arkan yang mengetuk tak lama kemudian mereka dengan langkah kaki dan


Clek


"Loh kalian ko di sini" tanya Gara


"Mau ketemu sama Mama, Mama mana pa" tanya Arkan


"Mama lagi mandi, kalian pergi sana ganti baju juga lalu istirahat" suruh Gara


"Papa usir kita?" tanya Rangga


"Bukan ngusir, tapi kalian mendingan pergi mandi ganti baju baru kesini lagi kalian pasti gerah kan pake baju itu dari tadi" jelas Gara. Mereka berdua mengangguk kan kepala nya mengerti


"Yaudah kita pergi dulu" pamit mereka


"Iya, ajak saudara kalian juga"


"Iya pa"


"Siapa mas" tanya Alya yang baru keluar dari kamar mandi


"Anak anak, mereka nyariin kamu tapi aku suruh mereka mandi dulu" jawab Gara


Alya menganggukkan kepalanya lalu berjalan menuju meja rias, ia mengoleskan ke wajah nya cream malam agar wajah nya tetap lembab dan terjaga di malam hari. lalu iya mendekati Gara yang tengah duduk bersandar di kasur yang masih memperhatikan Alya


"Sini dong" ucap Gara menepuk kasus yang di samping kanan nya


Alya menurut, ia duduk di sana dan langsung saja Gara memeluk nya "Mas" panggil Alya


"Hmm" sahut Gara yang sudah menenggelamkan wajahnya di bahu Alya


"Tidur yuk" ucap Gara lalu menarik Alya dan tidur menyamping dan kembali memeluk nya dari belakang


Tok tok tok


Suara ketukan membuat mereka bangun "Siapa" tanya Alya, Gara menggelengkan kepalanya tidak tau


"Kamu di sini aja, biar aku yang buka pintu nya" ucap Gara, ia turun dari kasur


Clak


membuka kunci pintu


Clek


membuka pintu


dan...


bersambung.


Heheh.....


Sampai jumpa di chap selanjutnya, Like vote dan komen nya jangan di lupakan reader semua


bye😘


^^^Mawar Jk^^^