My Baby Boy 'A'

My Baby Boy 'A'
Chapter 66



Happy reading


.


.


.


Hari ulang tahun sekolah akhirnya datang, para siswa menyambut nya dengan semangat. Mereka akan menampilkan berbagai hal dari musik, teater ataupun dance dan tari. Karena acara ini diadakan malam hari membuat sekolah di hiasi sebagai mana mungkin dengan lampu-lampu cantik


Orang tua siswa pun sudah ramai datang dan duduk di bangku tamu. Gara sebagai pemilik yayasan disana pun turut hadir bersama sang istri tercinta, mereka di berikan tempat yang berbeda sebagai pemilik sekolah


Diana dan Fahmi pun tak mau kalah turun datang untuk menonton pertunjukan cucu kesayangan mereka, Diana tak pernah berhenti menatap binar panggung yang di mana mereka tampil "Mama gak sabar liat mereka tampil pa" kata Diana, Fahmi tersenyum mengelus kepala sang istri "Papa pun juga gak sabar liat mereka" ucap nya


Untuk pembukaan di buka oleh kelas kakak kelas dan terkahir oleh adik kelas yang dimana kelas lima 'A' dkk yang akan tampil


"Penampilan selanjutnya datang dari kelas sepuluh, yang akan membawa sebuah lagu. Untuk peserta di persilahkan " suara mc tersebut lalu lampu tiba-tiba mati hingga sebuah cahaya yang menyorot satu orang. Dia adalah Alfan, Alfan berdiri tersenyum pada semua orang membuat yang lain terpanah melihat nya, para siswi perempuan berteriak histeris melihat senyum itu yang pertama kali mereka lihat secara langsung


"Ibu~" satu kata itu keluar dari bibir Alfan membuat suasana menjadi senyap, Alya hanya diam seraya tersenyum melihat putrinya yang berdiri di panggung


Bunyi musik pun terdengar di telinga mereka dan banyak cahaya yang menyorot mereka satu persatu, disana lima 'A' berdiri dengan alat musik masing-masing


Lima 'A' pun mulai musik mereka dengan Arsan yang memainkan gitar nya, disusul dengan Afkan yang memainkan piano nya dan Arkan yang memainkan drum


Suara halus nan merdu Argan pun terdengar di telinga penonton, banyak yang memuji suara Argan yang sangat menenangkan hati. Ditambah iringan musiknya yang sangat memukau


Argan dan Alfan berduet hingga lagu mereka habis membuat para penonton bersorak dan meminta mereka bernyanyi lagi


"Baiklah, kami akan membawakan satu lagu lagi. Tapi lagu ini khusus untuk orang tersayang, Mama" ucap Alfan melempar senyum pada Alya


"Selamat menikmati"


Musik di buka terlebih dahulu oleh Afkan dan disusul Arsan dan Arkan, Argan pun mulai bernyanyi dan diselipkan puisi oleh Alfan. Mendengar itu banyak orang tua siswa menangis karena terbawa suasana


Alya pun tak kuasa menahan air matanya menatap haru putra-putra nya yang dulu ia rawat sekarang sudah sebesar sekarang. Gara memeluk sang istri saat istrinya menagis


"Jangan menangis sayang" bisik Gara, Alya mendongakkan kepalanya lalu mengangguk, tapi air matanya terus berjatuhan "Gak bisa berhenti keluar" ujar Alya polos membuat Gara terkekeh dan mengecup kening sang istri


Kembali pada lima 'A' yang sudah selesai dengan penampilan nya "Terimakasih" ucap Alfan setalah itu mereka undur diri karena akan ada penampilan selanjutnya


Mereka turun dan menghampiri kedua orang tuanya "Mama" panggil Argan, Alya tersenyum menyambut sang anak dan merentangkan kedua tangannya nya, lima 'A' lantas berlari dan memeluk sang mama tercinta


"Mama sangat suka dan bangga menyaksikan penampilan putra mama ini" ucap Alya mengeratkan pelukannya


"Oh astaga, cucu ku sangatlah manis saat menampilkannya, benarkah pa" ucap Diana berbinar setelah lima 'A' turun dari panggung, ia segera menghampiri anak menantu dan cucunya


"Owh kalian sungguh memukau saat di panggung sayang, Oma sangat bangga pada kalian" ucap Diana lalu memeluk cucu nya satu persatu "Oh iya Rangga dimana?" tanya Alya


"Rangga akan tampil sebentar lagi ma" jawab Arkan


"Baiklah ayo kembali duduk" ajak Fahmi, mereka menurut, lima 'A' ikut duduk disana bersama Alya dan Gara melihat penampilan siswa yang lain


Dan kini tiba saatnya Rangga, Dafa dan Andra yang tampil, mereka akan menampilkan sebuah dance yang yang akan membuat semua orang terpukau, itu yang dikatakan Dafa dan itu mungkin akan terjadi beneran, mungkin.


Alunan musik terdengar di telinga penonton, mereka melihat panggung itu yang gelap dan


Lampu menyorot ketiga nya dan mulai menggerakkan tubuhnya mengikuti musiknya. Para menonton pun ada yang ikut bergoyang menikmati nya. Alfan pun ikut bersenandung mengikuti musik tersebut hingga akhir lagu Andra, Rangga dan Dafa berpose terakhir membuat semua orang bersorak


Mereka memberikan hormat dan turun dari panggung dan beristirahat, nafas mereka yang tidak beraturan mencoba untuk tenaga "Nih minum" lima 'A' datang menghampiri mereka membawa handuk dan air


"Thanks"


"Gimana penampilan kita, keren kan?" tanya Dafa pada mereka


"Hem, lumayan" jawab Alfan


Bibir Dafa mencibir "Begitu yang dibilang lumayan, bagus banget itu, luar biasa malah" ujar nya dalam hati


"Yok lah pulang, capek ini mau bobok tampan" ajak Andra


"Iya, acaranya juga udah mau di tutup" timpal Arkan, yang lain mengangguk lalu menghampiri orang tua nya mengajak nya untuk pulang


"Yaudah ayo pulang, kalian pasti juga capek banget kan" ucap Alya final, Gara pun setuju dan pamit. Kebetulan disini ada papa dan mama nya maka biarkan lah kedua orang tuanya yang menurut acara ini


"Ayo pulang" ajak Gara. Keluarga kecil itu pun masuk ke mobil dan melaju ke rumah mereka, ini memang sudah sangat malam


***


"Pagi sayang" cup, Gara mengecup pipi Alya yang sibuk menyiapkan sarapan


"Pagi mas, anak-anak dimana?" tanya Alya, setelah mencium pipi sang istri Gara duduk di kursi di hadapan kopinya yang sudah di persiapkan Alya tadi


"Pagi kakak, pagi kakak Gara" sapa Aira datang


"Pagi ra" jawab Alya dan Gara


"Gembul belum bangun?" tanya Gara


"Belum kak, gak tau kenapa hari ini dia gak cepat bangun" jawab Aira dan langsung membantu sang kakak, tadi ia sudah membatu Alya tapi suami nya memanggil nya jadi ia ke kembali ke kamar dan baru kembali lagi


"Gak udah ra ini hampir selesai, kamu panggil yang lain aja" ucap Alya, Aira mengangguk lalu naik ke lantai dua memanggil suami dan keponakan untuk sarapan


"Ayo sini duduk" ajak Alya saat melihat mereka sudah datang


"Tumben si embul gak ada" ucap Alfan


"Masih tidur fan" ujar Raka


"Ayo makan" ajak Aira, mereka membaca doa terlebih dahulu dipimpin oleh Gara dan mulai menyantap sarapan nya dengan hikmat


Makanan mereka sudah habis dan satu persatu pergi ke ruang tengah, kebetulan sekolah libur jadi anak-anak bisa berleha-leha di sana sambil ngemil


"Boy papa berangkat" pamit Gara "Iya pa" jawab mereka seadanya


Alya tersenyum "Ayo mas" ajak Alya, seperti biasa Alya mengantar sang suami hingga di depan "Mas berangkat ya" kata Gara mencium lama puncak kepala Alya


"Iya mas, hati-hati ya" Alya mencium punggung tangan sang suami, itu sudah kegiatan mereka sebelum Gara berangkat bekerja


"Iya sayang" cup, Gara kembali mencium kening Alya lalu benar-benar berangkat, melihat mobil suaminya sudah tak terlihat, barulah Alya masuk ke rumah