My Baby Boy 'A'

My Baby Boy 'A'
Chapter 52



"Sarah"


"Siapa itu?" tanya Hendri pada Gara


"Dia pasti yang menculik anak-anak, ini bukan pertama kalinya ia menculik anak-anak" ujar Gara membuat rahang Hendri mengeras, beraninya sekali Sarah Sarah itu menculik putra nya


"Gue udah suruh anak buah gue untuk mencari mereka" ujar Hendri "Tunggu sebentar, pasti bukan hanya rekaman ini yang ada Arsan pasti meninggalkan jejak lain untuk kita, mereka tidak seperti anak-anak diluar sana mereka itu pintar. Bisa saja mereka melawan anak buah Sarah itu tapi sepertinya anak buah nya Sarah membawa senjata tajam, mereka tidak ingin mengambil resiko sehingga ikut begitu saja" tebak Gara


"Ayo ke rumah terlebih dahulu" ajak Gara, Hendri mengangguk lalu mereka masuk ke mobil dan menuju rumah


***


"Sudah kuduga" gumam Gara tapi Hendri dapat mendengar nya dengan jelas "Bagaimana?" tanya nya


"Arsan meninggalkan jejak lainnya berupa lokasi nya saat ini berada" ucap Gara


"Tunggu apalagi ayo kita kesana" ajak Hendri tak sabaran "Tunggu sebentar lagi" ucap Gara membuat Hendri emosi


"Maksud lo apa tunggu sebentar lagi, tunggu sampai mereka di lukai atau pun lainnya hah?" tanya Hendri emosi "Gue khawatir a****g putra gue diculik" ceplos Hendri


"Putra apa maksud lo" tanya Gara, Hendri memaki mulut lemes nya itu, tapi mau bagaimana lagi dia sudah terlanjur keceplosan Hendri pun terpaksa mengakui semua nya


"Rangga putra gue" ucap Hendri


"Maksud lo apa sih, ngomong tuh yang jelas" tanya Gara sewot


"Rangga putra kandung gue, anak yang Risa kandung dulu adalah anak gue" kata Hendri jujur dan


Bughh


Gara menonjok wajah Hendri hingga Hendri terjungkal ke belakang "Br*ngsek lo" maki Gara


Hendri meringis seraya memegang sudut bibirnya nya yang robek karena kuat nya tonjokan Gara tadi "Gue akuin gue memang br*ngsek" ucap Hendri "Gue waktu itu terkejut ditambah ada masalah lain dan dengan emosi gue menolak kehadiran anak itu dulu, setelah gue balik dari Jerman gue bertemu dengan Rangga dan di situlah gue mengingatnya lagi" lanjut Hendri


"Gue menyuruh bawahan gue untuk mencari identitas Rangga dah disitulah gue tahu kalau Rangga adalah anak gue dan Risa,gue bener bener menyesal gar..gue.."


"Huff...gue juga pernah mengalami apa yang lo alami, tapi gue gak sebrengsek lo yang enggak bertanggung jawaban" kata Gara


"Maksud lo?" tanya Hendri


"Gue pernah ngerusak perempuan dalam keadaan tidak sadar" ucap Gara "Dan perempuan itu adalah istri gue sendiri, Alya" lanjut nya


"Dan anak itu lima'A'?" tanya Hendri lagi, Gara mengangguk


"Lo obatin aja tuh luka, lalu kita akan ke tempat anak-anak di sekap" ucap Gara, Hendri menurut tanpa membantah sama sekali lalu mengobati luka yang ada di bibir nya


***


"Bos mereka sudah kami kurang di tempat yang bos suruh" lapor anak buah Sarah pada Sarah


"Bagus, kalian bekerja dengan baik" Sarah memberikan amplop pada mereka "Pergi dan bersenang-senang lah" kata Sarah


Tap tap tap


Arsan mendengar suara langkah kaki itu, Arkan tebak itu adalah Sarah. Dengan tenang Arsan menunggu Sarah untuk membuka pintu nya


Cklekk


"Hi nak" sapa Sarah tersenyum ramah, Arsan hanya memandang datar Sarah "Kenapa hem?" tanya Sarah, Sarah menjulurkan tangannya untuk memegang kepala Arsan tapi segera di tepis kasar oleh Arsan, Arsan paling tidak suka seseorang memegang atau pun mengelus kepala nya kecuali Alya dan Aira karena pada Gara pun ia masih suka tidak suka


Arsan tidak menjawab ia malah mengalihkan pandangan dari Sarah membuat Sarah memegang dagu Arsan sehingga Arsan kembali menatap Sarah tapi kini dengan tatapan tajam nya


"Gara-gara kamu saya tidak sadarkan diri selama satu minggu" desis Sarah mencengkeram erat dagu Arsan bukan nya meringis Arsan malah tersenyum remeh membuat Sarah merasa di rendahkan lalu mendorong Arsan ke samping


"Tidak sopan" kata Sarah menatap Arsan tajam seakan akan ingin menusuk Arsan saat itu juga


Arsan tersenyum di dalam hati nya, ternyata dia emosian, ia akan memancing emosi Sarah agar Sarah keluar dari sana secepatnya karena ia butuh waktu untuk melacak keberadaan saudara nya yang lain


Hingga Sarah bener bener dibuat kesal setengah mati dan keluar dari sana, dan yang paling bodoh nya Sarah tidak menempatkan cctv satu pun disana membuat Arsan leluasa melakukan apapun tanpa ia takut ketahuan sedikit pun


Setelah memastikan Sarah benar benar pergi dari sana Arsan langsung melacak keberadaan yang lain dengan jam tangan nya itu dan yah, ia mendapatkan nya mereka tetap berada di bangunan yang sama tetapi beda ruangan


Arsan ingin menghubungi Argan tapi ia tahan dulu, ia akan memastikan kalau disana mereka tidak dijaga sehingga ia bisa leluasa berbicara dengan Argan dan begitu pula sebaliknya


"Bagaimana Bang, ada kabar soal bang Arsan?" tanya Alfan pada Argan yang terus memeriksa jam tangan nya


"Belum ada al, tapi gue sudah mengaktifkan lokasi kita saat ini dan Arsan pasti sudah mengetahui keberadaan kita dan mungkin dia sedang mengatur rencana jadi sabar lah dulu" jelas Argan


Mereka semua mengangguk dan dia kembali, tidak ada rasa takut sama sekali di diri mereka jika mereka bersama sama, tapi jika mereka ada yang terpisah maka yang utama adalah mereka akan membuat rencana agar bisa berkumpul bersama lagi


***


Disisi lain Alya yang berada di Makassar lebih tepatnya di rumah bu Sri dan pak Abi, Alya tampak gelisah entah kenapa tapi ia seperti mengkhawatirkan sesuatu tapi Alya sendiri pun tidak tahu


"Kenapa nak ko gelisah seperti itu" tanya bu Sri


"Gak tau bu, dari tadi aku merasa ada sesuatu yang terjadi tapi aku gak tau itu apa" ucap Alya, wajah nya memucat membuat bu Sri tambah khawatir "Ya sudah kamu istirahat dulu ya, nanti ibu bangunkan kalau mau makan" ucap bu Sri


Alya mengangguk lalu pergi ke kamar dan membaringkan tubuhnya, ia mencoba untuk tertidur tapi tidak bisa. Alya pun menutup matanya semoga dengan begitu ia cepat mengantuk tapi sampai beberapa menit pun kantuk itu belum datang, Alya membuka matanya dan menghubungi Gara


"Angkat dong mas" ucap Alya


"Ko gak di angkat sih" Alya terus menghubungi Gara tapi Gara tetap tidak mengangkat telepon nya


"Yaallah lindungi lah anak dan suami ku yaallah" doa Alya dalam hati, hati nya benar benar tidak tenang saat ini Alya pun pergi mengambil wudhu dan mengambil Alquran, semoga hari nya menjadi tenang saat membaca ayat suci Alquran


Bersambung.


Jangan lupa like dan komen nya teman-teman, sampai jumpa di chap selanjutnya 😘👋


^^^Mawar Jk^^^