
Happy reading.
Kebetulan hari ini tanggal merah, keluarga kecil Alya pergi olahraga padi di luar komplek perumahan nya.
Hari ini Alya diizinkan untuk ikut mereka karena mereka semua ikut, jadi masih ada mereka yang akan menjaga Alya.
Sesampainya di taman komplek, mereka pun mulai berlari lari di sana. Gara yang terus di samping sang istri, Mereka akan berlari bergantian agar Alya tetap ada yang menemani karena Alya sendiri hanya di suruh untuk berjalan-jalan aja jika ingin ikut.
"Mas aku mau makan bubur deh." kata Alya pada Gara.
Gara menoleh pada tukang bubur yang di tunjukkan istrinya lalu menatap putranya "Nih beliin Mama kalian bubur." ucap ya seraya menyodorkan uang pada nya.
"Kita makan di sana aja mas, ada tempat duduknya kok." kata Alya, ia mentap putra nya dan meminta persetujuan nya.
"Kita makan di sana juga ya, kalian kan juga belum sarapan sebelum kesini." lanjut Alya, memang benar jika mereka semua belum sarapan sebelum ke sini.
Mereka pun setuju dan pergi ke tukang bubur itu "Pak pesan bubur nya delapan ya pak." kata Gara pada penjualan bubur itu.
"Mas, aku mau mas yang buatin." bisik Alya pada Gara, Gara menatap sang istri sejenak dan tersenyum pasrah.
"Yaudah kamu tunggu di sini ya sayang." Alya mengangguk cepat seraya tersenyum manis lalu duduk di bangku.
"Mama ngidam ya." kata Arkan sembari mengelus perut Mama nya.
"Sepertinya begitu sayang." kata Alya lalu terkekeh.
"Ma." panggil Arsan saat sudah selesai berlari menghampiri Mama nya dan duduk di depan Mamanya.
"Tunggu ya, Papa lagi buat bubur nya untuk kita." kata Alya membuat Arsan, Alfan dan Argan lantas menatap Gara yang menyiapkan bubur nya.
"Papa cocok deh jadi tukang bubur." celetuk Alfan lalu tertawa, Gara menatap sinis putra bungsu nya, sepertinya Alfan punya dendam pribadi pada sang Ayah.
"Nih ayo makan." ucap Gara menyiapkan delapan mangkuk bubur untuk mereka semua.
"Mau kerupuk lagi nak?" tanya sang penjual.
"Boleh pak." jawab Alya, ia tuh paling suka makan bersama kerupuk apa lagi bubur yang seperti ini enak nya gak main-main.
"Makasih pak."
Mereka pulang saat matahari sudah sangat terik, Alya pun pulang dengan perasaan bahagia setelah mencicipi jajanan yang ada di taman komplek nya.
Yang lain hanya pasrah mengikuti keinginan ibu hamil itu, kalau enggak maka Alya akan terus merengek dan berakhir menangis. Air mata Alya ada kelemahan mereka semua.
"Assalamualaikum." salah Alya memasuki rumah.
"Kalian keringkan keringat kalian dulu baru bisa mandi." ucap Alya pada putra dan juga suaminya.
"Iya ma."
"Iya sayang."
"Mas besok jadi kan, kita jemput Aira di bandara." Gara menoleh dan menganggukkan kepalanya, tangan nya terulur mengelus rambut sang istri.
"Besok mas akan menjemput mereka."
Disisi lain, setelah mandi lima 'A' dan Rangga berkumpul di kamar Alfan untuk bermain game. Mereka kebetulan tidak ada kegiatan di Gana jadi memutuskan untuk bermain game saja.
"Sana pergi ambil cemilan." titah Arkan pada Alfan si pemilik kamar.
"Gak ah, capek gua." tolak Alfan.
Mereka bermain bergantian, jadi sekarang yang menganggur itu adalah Alfan, Argan dan Arsan. Mana mungkin Arkan menyuruh Argan ataupun Arsan yang lebih tua dari nya, ya meskipun mereka hanya beberapa menit saja, tapi kan tetap saja mereka Abangnya.
"Ayo sama gue," ucap Argan mengajak Alfan, Alfan pun bangkit mengikuti Argan turun kebawah.
Argan mengambil minuman, hanya ada susu dan juga yogurt. Alya melarang anaknya untuk minum yang bersoda jadi ia tidak stok di dapur.
Argan mengambil lebih dari jumlah mereka karena tahu adik nya tidak akan cukup. Alfan yang mengambil makanan dan mengambil cemilan kesukaan nya lebih banyak. Di rasa cukup mereka naik kembali.
Arkan segera mengambil satu kotak susu dan meminum nya "Makasih bang." ucapnya setelah menghabiskan satu kotak susu.
"Saat nya bergantian." ujar Arsan melihat game nya sudah selesai, Alfan tersenyum senang dan mengambil posisi untuk bermain.
Tbc.
40 like dan 10 komentar, aku langsung up hari itu juga. Yuk bisa yuk....