My Baby Boy 'A'

My Baby Boy 'A'
Chapter 57



Happy reading


.


.


.


Hari ini adalah hari yang ditunggu oleh Aira dan Raka, hari dimana mereka akan menjadi ayah dan ibu bahkan Alya dan yang lainnya pun sudah ada di Makassar pagi tadi dan sore hari nya baru Aira melahirkan bayi sangat tampan dan untuk Rangga dan lima 'A' mereka ada di rumah mertua Aira rencana nya mereka akan menjenguk sepupunya sebentar malam


Setelah Raka mengadzani putra nya baby Al diberikan kepada Aira untuk di susui. Aira tampak menitihkan air matanya saat pertama kali menyusui anaknya


Alya kira anaknya Aira perempuan karena dia sudah punya enam anak laki-laki tapi yang lahir laki-laki lagi, tapi hal itu tidak mengurangi rasa senang dan syukur Alya karena adik nya dapat melahirkan sang buah hati dengan selamat


Setelah Aira menyusui putra nya Alya mengambil baby Al dan mengendong nya, Gara mendekati sang istri dan mengelus lembut pipi merah baby Al "Dia sangat tampan ya mas" kata Alya pada Gara, Gara menganggukkan kepalanya setuju


"Jadi kalian sudah ada nama untuk anak tampan ini?" tanya Alya pada Aira dan Raka


Raka dan Aira tersenyum "Albian Putra Raka" Mereka tersenyum manis dan menyapa baby Al yang dengan tenang menatap mereka dengan polos. Sama halnya dengan lima 'A' dulu baby Al ini juga anak yang tidak rewel dan cenderung lebih diam


"Halo cucu nya nenek" kata ibu nya Raka pada cucu nya


"Ibu mau gendong?" tanya Alya, ibu nya Raka mengangguk dengan cepat, Alya pun memberikan baby Al pada sang nenek


Alya mendekati brangkar Aira "Kamu hebat" ucap Alya membuka Aira terharu dan memeluk sang kakak "Kakak juga hebat, melahirkan lima anak seperti lima 'A' Aira sayang kakak" Alya tersenyum mengelus kepala adiknya


"Sudah jadi ibu loh, jangan cengeng ah" kata Alya menghapus jejak air mata Aira


Gara menepuk pundak Raka membuat Raka menoleh "Selamat ya" ujar Gara membuat Raka tersenyum dan menjabat tangan Gara


"Lo jangan sia-siakan waktu lo untuk melihat perkembangan anak lo, gak seperti gua gak bisa liat perkembangan anak gue sendiri" lanjut Gara membuat Raka tersenyum dan menepuk pundak Gara


***


"Kau jangan terus mencium nya" kata Arkan pada Alfan yang sendari tadi tak henti mengecup pipi bulat baby Al


"Bilang saja kamu iri, iya kan?" tanya Alfan sinis


"Jangan berisik" ujar Argan membuat mereka seketika diam tapi masih melemparkan tatapan sinis saat sama lain


"Matanya" tegur Afkan menatap jenah kedua adik kembarnya itu. Sontak mereka melepaskan pandangannya


Orang tua yang ada disana hanya terkekeh melihat tingkah anak-anak itu "Sudah, jangan begitu nanti baby Al nya bangun loh" ucap Alya


"Maaf ma" kata keduanya


"It's ok boy" balas Alya tersenyum


"Ma besok Argan mau ke Gana, boleh?" Argan menghampiri Alya dan duduk di samping Alya yang kebetulan memang kosong


"Boleh nanti Mama antar, kebetulan besok Mama juga mau ke toko" kata Alya, Argan mengangguk lalu memeluk sang Mama


Oek oek oek


Tangis baby Al mengalihkan perhatian mereka, Raka langsung mengendong anaknya dan menimang nya tapi tangis baby Al tidak kunjung berhenti "Sini Mama yang tenangin" kata ibu nya Raka, Dewi


"Cup cup cup" cucu nenek kenapa nangis hm" kata ibu Dewi menepuk pelan paha baby Al mencoba menenangkan nya


"Sini ma, mungkin baby nya lapar" kata Aira


"Sudah bangun sayang?" tanya ibu Dewi lalu memberikan baby Al pada Aira dan segera di susui nya, tapi sebelum itu ibu Dewi menutup tirai nya terlebih dahulu dan setelah itu tangis baby Al pun tidak terdengar lagi


"Ini semua gara-gara kamu, kan udah aku bilang jangan terus mencium nya kan baby Al jadi nangis" kata Arkan pada Alfan


"Loh ko aku? kan tante Aira tadi bilang kalau baby nya itu laper jadi nangis bukan salah aku" bantah Alfan


"Pokoknya itu tetap salam kamu"


"Bukan ya"


"Iya"


"Bukan"


"Iya"


"Bu-"


"Diam" kata Arsan dingin membuat keduanya langsung bungkam dan menelan ludah kasar


"Keluar" katanya lagi, Arkan dan Alfan lantas langsung berjalan keluar sesuai perintah Arsan


"Lo diam" kata Arkan dan Alfan bersamaan, berganti kata lo-gue saat hanya mereka saja dan berbeda kalau besar keluarga nya yang lain apalagi kalau sang Mama


Rangga menghela nafasnya, disaat dia ingin angkat bicara lagi tiba-tiba Gara dan Raka datang "Kalian kenapa ada di luar?" tanya Raka


"Di usir" jawab Alfan


"Makanya jangan nakal" kaya Gara "Kita gak nakal pa" bantah Raka


"Iya iya" kata Gara


"Ayo masuk, kita pamit aja udah malam ini" lanjut Gara, mereka mengangguk lalu lalu mengikuti Gara dan Raka


"Kalian sudah datang" kata ayah nya Raka, Gunawan


"Iya pa" kata Raka


"Iya om, ayo sayang kita pulang" ajak Gara pada Alya, Alya mengangguk lalu pergi menghampiri Aira berniat pamit


"Ayo" ucap Alya setelah nya


Alya dan yang lainnya pun meninggalkan ruang inap Aira "Pa nanti mampir beli hamburger" pinta Alfan pada Gara


"Iya sayang"


Hingga ia sampai di depan sebuah restoran "Kalian mau pesan juga?" tanya Gara anak nya yang lain


"Boleh pa, sampai aja" kata Argan, Gara mengangguk mengerti


"Mama juga mau?" tanya Gara pada Alya


"Enggak mas, aku masih kenyang"


"Ok kalian tunggu disini aja" pamit Gara dan keluar dari mobil


Tak lama kemudian Gara datang "Nih" kata Gara memberikan makanan pesanan anak-anak nya


"Makasih pa" kata mereka menerima pesanan nya


"Iya"


"Oh iya pa, kapan oma dan opa pulang?" tanya Rangga


"Mungkin tiga hari lagi, udah kangen ya?" tanya Gara


Rangga mengangguk "Iya pa kita udah kangen" timpal Arkan, Fahmi dan Diana sudah hampir satu bulan di LA karena urusan bisnis. Sesekali mereka bertukar kabar dengan saling vc ataupun hanya menelpon saja


"Pokoknya Rangga mau minta oleh-oleh yang banyak" kata Rangga


"Alfan juga" seru Alfan


"Iya-iya nanti kita telpon oma dan opa nya ya, sekarang kalian habiskan makanan kalian gak baik makan sambil berbicara nanti tersedak loh" kata Alya menasehati


"Iya ma hehehe" cengir Arkan


Mereka pun memakan kembali hamburger mereka dengan tenang hingga habis, tapi setelah itu mereka tertidur di perjalanan kecuali Arsan yang memang tidak mengantuk


Cit


Mereka sudah sampai di rumah Raka "Yang lain tidur ma" adu Arsan


"Gak usah di bangunkan, biar Papa yang angkat mereka" jawab Gara


"Mereka berat loh mas" kata Alya


"Kamu pikir mas gak kuat?" tanya Gara


"Enggak, cuman kan..."


"Udah ma, Papa bisa ko kita masuk aja ayo ma" ajak Arsan pada Alya


"Yaudah" kata Alya pasrah dan masuk ke rumah bersama Arsan, sedangkan Gara mengangkat anak nya satu persatu memasuki rumah untung saja kamarnya bukan di lantai dua, kalau tidak bisa-bisa Gara pegal mengendong mereka berlima satu naik tangga


Bersambung


see u next part guys 😘👋


Jangan lupa like dan komen nya yaa...


^^^Mawar Jk ^^^