My Baby Boy 'A'

My Baby Boy 'A'
Chapter 55



Happy reading


.


.


.


"Kak, ko kakak udah mau pulang aja sih kan rencana nya lusa kita pulang bareng" kesal Aira dari sebrang sana


"Maaf ra kakak gak bisa nunggu selama itu dan maaf juga kakak baru hubungin kamu sekarang, nanti kakak jelasin ya kakak udah mau berangkat ini" jelas Alya


"Yaudah deh tapi janji ya, kakak hati-hati"


"Iya Aira sayang kakak matiin ya, assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Tut


"Alya pamit ya bu pak" pamit Alya pada bu Sri dan pak Abi "Iya nak hati-hati, nitip salam ya sama cucu ibu" kaya bu Sri


"Iya bu" Alya mencium punggung tangan bu Sri dan pak Abi "Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


***


Tak banyak memakan waktu Alya sudah sampai dengan selamat di Jakarta, kini ia sedang menunggu kesayangan nya untuk menjemput nya tapi entah kenapa mereka lama sekali sampai nya ini sudah setengah jam lamanya Alya menunggu mereka


"Kenapa mereka lama sekali kalau gak bisa jemput kan bisa ngehubungin aku jadi aku bisa naik taksi, tapi mereka gak ada ngasih tau sama sekali di telpon pun gak ada yang aktif" omel Alya ya g terus melihat jam nya


"MAMA" teriak Alfan berlari menghampiri Alya dan memeluknya "Kangen" katanya, Alya membalas pelukan anak nya "Mama juga kangen sayang"


Mereka menjadi pusat perhatian karena kedatangan Gara dan


"Maaf telat ya sayang" ujar Gara yang datang bersama lain nya


"Mama kira kalian lupa kalau Mama pulang hari ini"


"Ya enggak dong ma, masa lupa" kata Rangga "Yasudah ayo kita pulang, Mama juga pasti capek" kata Gara


"Sini Argan yang bawa ma" ucap Argan ingin mengambil alih tas Alya "Gak usah sayang Mama bisa" tolak Alya seraya mengelus pipi Argan


"Yaudah sini Papa yang bawa" ujar Gara dan merebut tas di tangan Alya "Yasudah lah ayo sayang" ajak Alya meninggalkan Gara di belakang


Arsan memeluk pinggang Alya saat barang barangnya sudah Gara ambil, Alya tersenyum lalu mengelus rahang Arsan


"Sayang ko aku di tinggal sih" ujar Gara kesal lalu berjalan menyusul anak dan istrinya


***


"Jadi ada yang bisa jelaskan?" tanya Alya melipat tangannya didepan dada, mereka sudah sampai lima yang lalu dan sekarang duduk di ruang tengah


"Em sayang kamu kan baru sampai, mendingan kamu istirahat dulu ya nanti kita bicara lagi" kata Gara, Alya menggelengkan kepalanya menolak dan menatap anak-anak nya satu persatu "Tidak ada yang mau bicara?" tanya Alya membuat Rangga dan lima 'A' terdiam


"Ekhm" Argan berdehem membuat suasana yang tegang kembali menjadi normal


"Ya Argan?" tanya Alya


"Kemarin saat pulang sekolah kami singgah di suatu tempat dan lupa memberitahukan Papa, karena telat pulang Papa khawatir dan pergi mencari kami. Dan untuk tidak ada yang bisa dihubungi itu karena Papa lupa membawa hp nya saat keluar mencari kami" bohong Argan


"Jadi Mama tidak usah khawatir" lanjutnya menatap Alya seraya memegang tangan nya "Maaf Mama Argan berbohong lagi tapi Argan bener bener tidak ingin membuat Mama khawatir lagi" batin Argan


Menyadari tatapan itu Gara angkat bicara "Iya sayang Argan benar sekali, dan saat pulang aku melihat hp aku dan ternyata sudah mati karena lowbat"


"Iya ma" sahut Arkan


Alya menghembuskan nafasnya"Baiklah Mama tidak akan tanya tanya lagi" kata Alya


"Baiklah" ujar Alya


Sepeninggal Alya dan Afkan Arsan mendekati Argan lalu menepuk pundak "Tidak usah dipikirkan" ujarnya


"Ya, dari pada kota jujur dan membuat Mama tambah khawatir" sahut Alfan


"Ya kadang kita perlu berbohong" timpal Arkan


Rangga hanya diam dia tidak tau mau bilang apa lagi tapi ia setuju dengan ucapan Arkan. Gara tersenyum melihat putranya yang begitu menyesal karena telah berbohong "Benar kata Arsan tidak usah di pikiran" ujar Gara menepuk pundak Argan menyenangkan nya


"Iya pa" ucap Argan


***


Mereka kembali ke aktivitas nya masing-masing, Alya langsung turun membuatkan makanan siang untuk suami dan anak-anak nya setelah bangun


"Wah harum sekali" puji Gara yang mendekati Alya yang tengah mengaduk masakannya


"Aku mau bantu sayang" pinta Gara, Alya mengangguk lalu menyuruh Gara untuk mencuci wortel dan kentang lalu memotong nya


"Potong dadu saya ya mas" kata Alya tanpa melihat Gara "Iya sayang" sahut Gara


Gara mulai mencuci wortel dan kentang itu lalu mulai mengupas kulit nya "Pakai ini mas" ujar Alya menyodorkan mengupas wortel saat melihat Gara hendak mengupasnya menggunakan pisau


"Hehehe" Gara cengengesan lalu mengambil pengupas wortel itu dan mulai mengupas kulit wortel nya terlebih dahulu


"Sayang ini sudah" kata Gara memperlihatkan wortel yang sudah ia kupas kulitnya "Pengupas kentang nya mana yank?" tanya Gara mencari mengupas kentang


"Pake itu juga lah mas" jawab Alya dan terkekeh "Owh kirain ada juga buat kentang" kata Gara cengengesan membuat Alya terkekeh kembali


Alya kembali ke masakan, ia mencicipi dan rasanya sudah pas ia pun mematikan kompor nya dan menyajikan masakan nya itu "Mas coba deh" kata Alya hendak menyuapi Gara dan diterima dengan senang hati oleh Gara "Emh enak yank pake banget lagi" puji Gara dan memperlihatkan dua jempol


"Suapin lagi yank" pinta Gara, Alya mengambil satu sendok lagi dan menyuapi Gara "Ehmm emm" Gara kembali mengupas kentang nya sampai selesai "Yank kentangnya udah juga" kata Gara pada Alya


"Yaudah potong dadu aja langsung" ujar Alya, Gara mengangguk mengerti dan memotong dadu mulai dari kentang


Selagi gara memotong sayuran nya Alya mulai memasak kuahnya dan untuk ayam nya Alya sudah menyiapkan nya nanti tinggal penyajian dia baru tambahan ayam yang sudah ia pisahkan dengan tulang nya


"Aku bantuin ya mas" kata Alya membantu Gara memotong kentang dan wortel "Banyak banget sih yank, kan gak sudah-sudah ini" Gara mulai mengeluh


"Kamu aja yang sangat pelan memotong nya jadi lama" kata Alya mulai memotong dengan cepat karena sudah terbiasa sedangkan Gara menatap nya ngeri


Bagaimana kalau tangan nya kepotong?


"Sayang pelan-pelan aja yank nanti tangan kamu luka" kata Gara menahan tangan Alya, meskipun ini bukan pertama kalinya Gara melihat Alya seperti itu tapi Gara tetap saja ngeri melihat Alya memotong begitu cepat kan gak ada yang tau yang namanya celaka kan?


"Gak papa mas aku udah biasa" kata Alya melepaskan tangan Gara yang memegang tangan dan lanjut memotong wortel itu


Dengan terpaksa Gara membiarkan Alya sesekali melirik Alya hingga semua nya selesai "Sini aku yang bereskan"


Gara menyimpan pisaunya lalu mencuci tangannya "Mau masak apa lagi yank?" tanya Gara


"Udah itu aja mas tinggal nunggu ini masak udah deh" jawab Alya, Gara mengangguk berjalan menuju meja makan dimana sudah ada masakan Alya tadi dan menyuapi dirinya lagi "Enak banget sih yank" puji Gara lagi


"Yaudah tapi jangan sampai di habisin ya mas" ujar Alya membuat Gara terkekeh "Yaudah deh aku panggil anak-anak aja sekalian nanti aku khilaf habisin semua nya" kata Gara mengecup kedua pipi Alya sebelum pergi


Bersambung


Maaf baru up ya teman-teman lagi banyak tugas sekolah dan juga persiapan ulangan semester soalnya


Like, komen dan vote nya jangan lupa ya agar aku tambah semangat juga ngetiknya :)


sampai jumpa di chap selanjutnya 😘


^^^Mawar Jk^^^