My Baby Boy 'A'

My Baby Boy 'A'
Chapter 105 S2



Happy reading


.


Di pagi hari di kediaman Alya, mereka semua dengan tenang sarapan bersama di meja makan.


"Ma, kami pamit ke sekolah ya." ucap sang anak sulung mewakili adik-adik nya.


"Iya sayang, hati-hati di jalan ya nak." mereka semua bergantian menyalimi Alya dan Gara, tak lupa memberikan kecupan untuk adik mereka yang masih di perut Alya.


"Kami berangkat, assalamualaikum." salam mereka meninggalkan Alya dan Gara di sana.


"Waalaikumussalam."


"Udah selesai sayang?" tanya Gara pada Alya, Alya hanya merespon dengan menganggukkan kepalanya saja.


"Bibi,"


"Iya tuan."


"Tolong bereskan ini semua ya bi, kami sudah selesai." ucap Gara.


"Baik tuan." jawab art itu dengan patuh.


"Ayo sayang, kita kedepan." Gara memeluk pinggang Alya lalu kedua berjalan keluar rumah, seperti biasa Gara akan mengajak Sila berjalan-jalan di pagi hari mengelilingi halaman rumah nya saja.


Jika di pagi hari, Gara yang akan menemani Alya di rumah. Seluruh pekerjaan akan di kirim oleh asisten Gara ke rumah, Gara baru ke kantor saat benar-benar penting dan jika anak-anak sudah pada pulang.


"Mas gak ada perkejaan yang penting hari ini?" tanya Alya membuka suara pertama kali.


"Sepertinya tidak ada sayang, mas hanya perlu memeriksa berkas yang di kirimkan lewat email aja." Alya menganggukkan kepalanya mengerti lalu ia di bawa duduk di kursi kayu untuk istirahat sejenak.


"Owh iya mas, minggu depan Aira sama Raka akan pulang ke Jakarta, nanti kita jemput di bandara ya mas."


"Kamu di rumah aja ya sayang, gak baik kalau naik mobil kelamaan." ucap Gara mencoba untuk membuat sang istri mengerti.


"Yaudah deh, nanti aku tunggu mereka di rumah aja." Gara mengelus surai hitam Alya, lalu mendaratkan kecupan mesra pada puncak kepalanya.


"Mas, kok aku tiba-tiba pengen makan pancake ya." ujar Alya, Gara lantas memandang Alya dengan mata berbinar.


"Kamu ngidam sayang?" tanya Gara bersemangat,  pasalnya Alya di kehamilan keduanya ini jarang ngidam atau menginginkan sesuatu, sama seperti waktu ia masih hamil lima 'A' mereka tidak rewel dan juga tidak merepotkan, sungguh Alya sangat bersyukur.


Dan saat ini Gara sangat berharap di repot kan dengan calon anak mereka "Kamu mau apa makan pancake apa sayang? Baby nya mau pancake apa?" seru Gara terlewat bersemangat.


"Mau pancake strawberry dan aja mas, tapi mas yang buatkan ya." pinta Alya.


"Aduh sayang aku kan cuma bisa masak yang simpel aja." mendengar itu Alya mendadak lesuh.


"Tapi demi istri dan anak aku, apa sih yang enggak bisa." lanjut Gara, wajah Alya langsung cerah karena bahagia.


"Makasih mas." seru Alya memeluk leher Gara, Gara membalas pelukan sang istri dan mengecup kening Alya singkat.


"Yaudah, ayo masuk." ajak Gara, ia kembali memeluk pinggang Alya dan berjalan bersama memasuki mansion.


Hingga sampai di dapur Gara menuntun Alya duduk di kursi meja makan untuk menunggu nya selagi ia memasak.


"Eh tuan nyonya, tuan mau buat apa? biar bibi yang buatkan."


"Gak papa bi, istri saya ngidam mau makan masakan saya bibi kerja yang lain aja." bi Ida mengangguk lalu pamit ke belakang.


Setelah beberapa menit menunggu, Alya akhirnya bisa memakan pancake buatan Gara "Di kipasin dulu sayang, terlalu panas." kita Gara membawa kipas mini lalu di arahkan pada pancake itu.


"Nah ayo coba." Gara menyodorkan pancake yang sudah ia potong menyuapi Alya, Alya dengan senang hati membuka mulutnya menerima suapan sang suami.


"Emmh." Alya mengunyah nya seraya memejamkan matanya.


"Gimana sayang, enak gak?" tanya Gara.


"Enak, enak banget!" seru Alya berbinar, ia menarik pancake itu kedepannya.


"Ini semua untuk aku ya mas." ucap nya tersenyum manis, Gara terkekeh mengelus puncak kepala Alya.


"Iya, habisin aja kan aku juga masak untuk kamu dan baby sayang."


"Makasih mas." setelah mengatakan itu Alya kembali menyuapi diri pancake tersenyum dengan senyum yang menghiasi wajah cantiknya.


Gara sesekali menghapus noda di ujung bibir Alya yang makan belepotan karena terlalu bersemangat memakan pancake buatan nya.


"Pelan pelan aja yang, cup" Gara mengecup pipi Alya yang membulat berisi pancake.


Tbc.