My Baby Boy 'A'

My Baby Boy 'A'
Chapter 84



Happy reading


.


.


"Eughh a-aku dimana" lenguh Alya melihat sekelilingnya, ruangan yang kotor dengan beberapa kardus yang tersusun. Alya ingin bergerak tapi tertahan, ia pun menunduk melihat badan diikat dengan kursi yang diduduki nya.


"Astaghfirullah i-ini" Alya panik, ia mencoba untuk melepaskan tali yang melilitnya tapi tidak bisa, tangan nya sudah memerah karena ia paksa untuk melepaskan diri nya.


"Tolong.... tolong... siapa pun tolong aku" teriak Alya, untung saja mulut nya tidak di bekap sehingga ia kelulusan untuk berteriak. Alya terus berteriak hingga ia berhenti saat mendengar suara langkah kaki.


*Tap tap tap


Cklekk


"Hi" sapa orang tersebut tersenyum manis yang tidak lain adalah Manda sendiri "Akhirnya lo bangun juga Al" lanjut nya menghampiri Alya hingga tepat di hadapannya Manda menarik rambut Alya sedikit kasar sehingga Alya mendongak ke atas.


"Akhh" ringis Alya kesakitan saat Manda menarik rambut nya "L-lepassh" Manda tersenyum remeh lalu memasang wajah sedihnya.


"Ups maaf, sakit ya" kata nya, ia melepaskan jambakan nya dan beralih mengelus rambut Alya pelan dan sedetik kemudian Manda kembali menjambak rambut Alya "Arghh s-sakit mbak" kata Alya. Manda kembali tersenyum remeh dan melepas jambakan nya.


"Mbak tolong lepas kan ikatan ini mbak, sakit mbak" pinta Alya.


"Tapi gue gak mau tuh ngelepasin nya" kata Manda.


"Mbak, aku salah apa sama mbak sampai mbak ngelakuin ini saka aku mbak" ujar Alya sedih, ia tidak menyangka kalau kalau Manda bisa nekat melakukan hal ini padanya.


"Alya Alya lo itu polos banget sih, gak bisa bedain yang tulus dan yang tidak tulus. Apa tadi? lo tanya lo salah apa? salah lo itu banyak Alya BANYAK!" ujar Manda dan berakhir berteriak.


Alya memejamkan matanya mendengar teriakkan Manda "Alya rasa Alya gak pernah menyinggung mbak sama sekali atau apa pun mbak, dimana letak kesalahan Alya? dimana?" tanya Alya.


"Kau!" Manda menunjuk Alya dan menarik rambut nya kembali "Akhh mbak" Alya meringis kesakitan saat Manda kembali menarik rambut nya dengan kasar "Lepas, mbak lepas mbak."


"Ini baru permulaan Alya kau akan merasa sakit yang lebih besar dari pada hari ini" Manda melepas jambakan dengan kasar dan pergi meninggalkan Alya yang sudah terisak.


"Kalian jangan memberikan makanan atau pun minum sedikit pun, saya ingin pulang. Jaga wanita itu saya akan kembali besok" jelas Manda pada anak buah nya.


"Hiks hiks mas Gara hiks tolong Alya hiks" tangis Alya pecah, ia kembali memberontak mencoba untuk melepaskan tali yang melilitnya.


"Shh seperti luka" gumam nya sesegukan saat merasakan tangan nya perih bukan main dan apalagi tali yang mengikat nya sedikit kasar.


"Mas Gara tolong cepatlah kemari mas" batin Alya dan kembali terisak pelan.


Disisi lain Gara kelimpungan saat pulang kerja mendapatkan kabar kalau sang istri keluar dan belum pulang sampai sekarang, begitupun dengan lima 'A' dan Rangga mereka juga baru pulang dari latihan di Gana terkejut mendapat kabar kalau sang Mama tercinta hilang.


"Bawa aja ke atas Raka tenangkan Aira dulu" ujar Gara pada Raka.


"Iya kak, ayo sayang kita naik ya, kasian baby Al sendiri" ucap Raka menuntun Aira.


"Bagaimana?" tanya Gara pada Arsn yang sibuk di depan laptop nya.


"Sebentar lagi" bukan Arsan yang menjawab, tapi Afkan karena Arsan sangat fokus pada laptop nya.


"Dapat" kata Arsan, mereka langsung mengerumuni Arsan untuk melihat "lokasi Mama menunjukkan Mama berada di jalan xxx" ujar Arsan.


"Baiklah ayo kita kesana" sambar Rangga cepat.


"Sial ternyata dia cepat sekali bertindak" batin Arsan mengepalkan tangannya.


Mereka segera berangkat menuju lokasi Alya yang Arsan temukan "Afkan deteksi berapa banyak orang yang ada disana" titah Argan, Afkan mengangguk mengerti lalu menyalakan tab nya dan mendeteksi lokasi itu sesuai titah Argan.


"Belum bisa terdeteksi bang" ujar Afkan.


"Sepertinya kita harus meningkatkan kualitas tab mu itu" ujar Arsan dingin, di saat-saat seperti ini tab itu tidak bisa mendeteksi benar-benar tidak berguna.


"Sedikit lebih dekat lagi mungkin bisa terdeteksi" ucap Afkan yang terus menatap tab nya. Gara menjalankan mobilnya sedikit lebih dekat pada bangunan itu, mereka takut jika ketahuan Alya akan di sakiti jadi mereka melakukannya secara diam-diam.


"Lantai dua di ujung ruangan. Penjaga nya hanya ada sepuluh lebih, di atas lima dan di bawah lima lebih" jelas Afkan saat sudah mendeteksi nya.


"Kita bisa menyingkirkan nya dengan mudah" kata Arkan menanggapi.


"Kita bagi tugas dan jangan ada yang gegabah" kata Argan.


"Papa hanya perlu masuk dan mencari Mama, biar kami yang menghadapi para bawahan itu" ujar Arsan mendapat gelengan dari Gara, meskipun Gara mengetahui kemampuan sang anak tapi tetap saja ia sebagai Papa khawatir kalau hanya mereka yang menghadapi nya.


"Papa jangan khawatir, kita bisa menanganinya tanpa terluka kok. Percaya pada kami pa" timpal Alfan meyakinkan.


"Baiklah, kalian hati-hati dan saling melindungi satu sama lain" kata Gara, mereka semua pun mengangguk patuh dan turun dari mobil.


Tbc.


...Like dan komen!...


... See u next part ❤️...


^^^Mawar Jk^^^