My Baby Boy 'A'

My Baby Boy 'A'
Chapter 80



Happy reading


.


.


"Sayang nanti siang kamu bisa gak temani aku ketemu sama rekan bisnis aku?" tanya Gara, saat ini mereka sedang melaksanakan sarapan pagi sebelum memulai aktivitas.


"Bisa kok mas, di mana ketemu nya?" tanya Alya balik "Di restoran yank" jawab Gara, Alya pun mengangguk mengerti.


"Yaudah lanjut makan dulu gih nanti telat" ucap Alya.


"Ma kita udah selesai" ucap Argan, setelah sarapan nya habis, Alya menengok pada sang putra dan melihat piring mereka yang sudah kosong "Mau berangkat sekarang?" tanya Alya, mereka pun lantas mengangguk "Iya ma."


Mereka pun berdiri dan menyalimi Alya dan Gara "Kami pamit ya ma pa" ucap nya. Lalu beralih menyalimi Aira dan Raka.


"Hati-hati ya sayang"


"Hati-hati boy"


"Iya ma pa, assalamualaikum"


"Waalaikumussalam" jawab Alya, Aira, Gara dan Raka bersamaan lalu kembali menyantap makanan nya  hingga habis. Alya pun membereskan piring piring itu bersama Aira. "Enggak ngantor ra?" tanya Alya pada sang adik. Aira menggelengkan kepalanya "Enggak kak, tapi mungkin besok Aira baru masuk" jawab Aira, lalu ia dan Raka pamit untuk kembali ke kamar.


"Mas nanti pulang ke rumah dulu?" tanya Alya.


"Iya sayang, nanti kita sama-sama ke sana nya" jawab Gara, ia membantu sang istri untuk merapikan meja makannya kembali karena Aira sudah mencuci piring. Setelah siap Alya mengantar Gara di depan, seperti biasa Gara akan memberikan kecupan manis untuk sang istri sebelum berangkat dan Alya menyalimi sang suami.


"Mas berangkat ya sayang, nanti siap mas pulang" kata Gara pamit.


"Iya mas" sekali lagi Gara mengecup kening Alya.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumussalam"


Seperti yang dikatakan, siang hari nya Gara pulang ke rumah ia melihat istrinya sudah siap dengan dress yang sederhana tapi sangat elegan dan mewah. Gara benar-benar di buatnya jatuh cinta berkali-kali pada sang istri, Alya memang sangat unik menurut nya ia tidak ada habisnya untuk membuat Gara terkagum kagum padanya.


"Mas kok bengong sih, ayo cepat ganti baju gak enak kalau kita telat" ucap Alya membuyarkan lamunan Gara, Gara lantas cengengesan mendekati Alya dan mencium kening nya. "Cantik banget sih istri aku ini jadi gak rela di bawa keluar, mau nya di rumah aja" ujar Gara, Alya hanya tersenyum geli, ia sudah hapal dengan gelagat sang suami.


"Sana mas siap-siap nanti kita telat, gak enak sama temen kamu" kata Alya lagi.


"Iya sayang" Gara melesat masuk ke kamar mandi untuk bersih-bersih terlebih dahulu lalu memakai pakaian nya yang sudah Alya siapkan untuk nya.


Alya mendekati Gara dan membantunya merapikan kerah kemeja sang suami, lalu ia memakainya jas yang berwarna biru navy senada dengan warna dress yang ia gunakan "Nah siap deh" kata Alya.


"Makasih sayang" cup. Gara mengecup kening Alya lalu menarik tangan Alya untuk melingkarkan tangan Alya di lengangnya "Yuk berangkat" ajak nya, Alya mengangguk seraya tersenyum.


Setelah menempuh jarak beberapa menit mereka sudah sampai di restoran tempat Gara dan rekannya berencana untuk bertemu "Beliau di mana mas?" tanya Alya. "Ayo masuk dulu" ajak Gara, sampai nya mereka di dalam salah satu pelayan menghampiri mereka.


"Dengan tuan Gara dan nyonya Alya?" tanya nya menyapa.


"Iya mbak" jawab Alya, pelayan wanita itu pun tersenyum "Mari saya antar, tuan Rama dan nyonya sudah menunggu anda" ucap nya.


Alya dan Gara pun mengikuti pelayan tersebut hingga mereka sampai di ruang privat atau VIP yang ada di restoran itu "Tuan dan nyonya ada didalam, silahkan masuk" ujar pelayan tersebut seraya tersenyum ramah.


"Terimakasih" kata ku sebelum masuk dan dia mengangguk dan tersenyum.


"Assalamualaikum" salam kami masuk.


"Waalaikumussalam, Gara. Ayo sini duduk" ujar pria yang seumuran dengan Gara.


Gara tersenyum dan mereka bersalaman ala laki-laki, wanita yang ada di samping rekan Gara menyambut Alya dengan ramah "Mari duduk" ajaknya, Alya pun ikut tersenyum juga dan duduk bersama Gara.


"Maaf kami sedikit telat" ucap Gara.


"Ah tidak telat sama sekali, kami juga baru sampai. Iya kan sayang" jawab laki-laki itu. "Benar sekali" sahut perempuan yang ada di sampingnya.


"Oh iya, perkenalkan ini istri saya Alya" ucap Gara memperkenalkan Alya, Alya pun tersenyum "Halo tuan, nyonya" ucap Alya ramah.


"Tidak udah terlalu formal, kita tidak membahas pekerjaan kok hanya ingin menyambung silaturahmi" ujar perempuan itu "Oh iya perkenalkan nama saya Raya" lanjut nya.


"Panggil saya Rama saja" timpal laki-laki itu yang bernama Rama. Alya tersenyum seraya mengangguk mengerti.


Mereka pun mengobrol hingga keadaan yang tadinya sedikit canggung sudah lebih baik lagi dan makanan pesanan mereka pun sampai "Maaf kalau bukan makanan kesukaan kamu ya Al" kata Raya, memang benar kalau mereka pesan sebelum Alya dan Gara tadi datang.


"Baiklah mari makan" ajak Raka, mereka pun mulai menyantap hidangan tersebut.


"Makan yang banyak sayang" bisik Gara memberikan potongan daging di piring Alya, Alya menoleh dan mengangguk.


Setelah selesai makan para pelayan membereskan semuanya dan membawa makanan penutup yang mewah "Mari makan" ajak Raya.


Setelah itu mereka pun berpamitan pulang "Lain kali kita ketemu lagi ya Al" ucap Raya pada Alya.


"Iya mbak, lain kali kita ketemu lagi"


"Baiklah kalau begitu kami permisi, assalamualaikum" ucap Gara pamit


"Waalaikumussalam"


***


"Eh tau gak, kemarin tuh ada game keluaran terbaru dan gue udah minta sama Papi untuk di beliin" kata Dava pada yang lain. Saat ini mereka nongkrong di atap gedung yang sudah di sediakan sofa.


"Yang bener?" tanya Rangga, Dava pun mengangguk menanggapi.


"Wah gue mau minta sama Ayah deh, pasti langsung di belikan" seru Rangga senang.


"Gue telpon Ayah dulu" Rangga menekan jam tangan dan menelpon Hendri.


"Halo nah ada apa?" suara Hendri dari seberang sana.


"Halo yah Rangga mau beli game boleh? Kata teman Rangga ada game keluaran terbaru yah kemarin baru keluar Rangga mau dong yah, boleh kan" tanya Rangga.


"Boleh sayang, nanti Ayah belikan ya. Sekarang Rangga masih di sekolah kan"


"Iya Ayah Rangga masih di sekolah"


"Baiklah kalau begitu belajar yang rajin ya sayang, ayah tutup dulu telpon nya sebentar lagi Ayah akan meeting"


"Iya Ayah, Ayah semangat kerja ya Rangga matikan telepon Nya assalamualaikum"


"Iya sayang makasih anak Ayah, waalaikumsalam"


"Yeah, gue juga dapat" kata Rangga tersenyum bangga.


"Lo pada gak mau?" tanya Dava pada lima'A' dan Andra.


"Gue sih sudah di belikan juga sama Ayah gue, tadi malam gue minta nya" jawab Andra.


"Kita gak beli" jawab Argan.


"Mendingan uang nya di tabung" jawab Afkan.


"Gak penting" jawab Arsan.


"Mainan kita masih banyak" jawab Arkan.


"Game kemarin masih bagus kok" jawab Alfan.


"Buset" gumam Dava, Andra dan Rangga terkekeh mendengarnya.


"Ya gak papa sih" kata Dava lalu mengambil keripik yang ada di depannya lalu memakannya. Alfan mengambil susu kotak rasa pisang dan meminumnya "Eh minta keripik nya dong" kata Alfan.


Dava membuka bungkusan keripik pisang itu lebih lebar dan menaruh di meja agar yang lain juga bisa menikmati nya "Beli keripik ko Suma satu sih" kata Arkan.


"Gak baik makan terlalu banyak ar" ucap Afkan memperingati.


"Iya bang" kata Arkan.


Mereka pun memakan cemilan yang sudah di beli nya satu per satu hingga bell berbunyi dan mereka kembali masuk ke kelas nya.


Tbc.


Jangan lupa like dan komen ya..


See u next part


^^^Mawar Jk^^^