
Happy reading
.
.
.
Di pagi hari keluarga kecil Alya dan Gara sudah ada di meja makan untuk sarapan tapi itu terhenti saat bel rumah berbunyi
"Siapa yang bertamu pagi pagi gini" tanya Gara heran padahal ini hari senin hari sibuk
"Kalian makan aja biar Mama yang liat" ujar Alya tapi ditahan oleh Gara "Aku aja sayang yang liat kami di sini aja sama anak-anak" ujar nya
"Yaudah" kata Alya mengalah
"Siapa sih yang datang pagi-pagi gini" omel Gara di perjalanan nya
Cklekk
"Pagi" sapa orang itu m
"Lo"
"Ngapain ke rumah orang pagi pagi gini" tanya Gara kesal pada orang itu yang tak lain adalah Hendri
"Ya terserah gue dong" ucap Hendri dan menyelonong masuk tanpa di persilahkan
"Eh gue belum nyuruh masuk" kata Gara kesal, huh pagi pagi sudah ada yang bikin kesal
"Bodo amat" seru Hendri tanpa menoleh berjalan menuju dapur karena ia sudah tebak kalau mereka sedang sarapan, dan benar saja sampai nya disana ia melihat Alya dan anak-anak
"Selamat pagi" sapa Hendri tersenyum pada mereka
"Om Hendri"
"Ngapain om pagi pagi ke sini" tanya Rangga membuat Hendri tambah melebarkan senyumnya dan mendekati Rangga lalu duduk di sampingnya yang kebetulan kosong
"Mau anter kalian ke sekolah" ujar Hendri
"Bapak udah sarapan?" tanya Alya, Hendri menjawab dengan menggelengkan kepalanya
Gara sudah kembali dengan wajah yang tampak sekali "Gak usah nanya dia sudah makan atau enggak yank" kata Gara kesal
Hendri melihat itu pun gencar menggoda Gara "Belum nih" kata Hendri di buat buat membuat Gara mencibir nya
"Gak usah ke gitu juga ya ngomong nya" Hendri tertawa berhasil membuat Gara kesal
"Ok ok maaf" kata Hendri
"Sudah-sudah ayo duduk makan" ucap Alya menghentikan aksi mereka berdua
Dan mereka pun menyantap sarapan mereka hingga habis dan mulai pamit "Kita pamit ya ma assalamualaikum" ujar Argan sebagai anak tertua
"Iya sayang waalaikumsalam" ucap Alya
"Titip anak-anak ya pak" ucap Alya pada Rangga yang hendak masuk ke mobil nya "Iya Al kalau gitu saya pamit juga ya assalamualaikum" kata Hendri pamit dan segera masuk ke mobil dan menjalankan mobilnya keluar dari halaman rumah
"Aku juga pamit ya sayang" pamit Gara pada Alya "Iya hati-hati ya mas" kata Alya, Gara mengangguk kan kepalanya lalu mengecup puncak kepala Alya sedikit lama
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
***
"Selamat pagi" sapa Alya balik seraya tersenyum manis membuat karyawan tambah melebarkan senyumnya
Alya berjalan menuju ruangan nya lalu duduk di mejanya dan mulai memeriksa Laporan keuangan toko untuk bulan ini. Alya benar-benar bersyukur karena setelah ia membuka toko ini pendapatan toko kue nya ini meningkat drastis
karena memang sudah lama dan banyak yang menawarkan Alya untuk membuat cabang di Jakarta sehingga pada saat toko kue terbuka banyak warga yang ikut senang dan langsung berlangganan pada toko kue Alya
Meskipun demikian Alya juga banyak menerima nyinyiran ataupun kata-kata yang sedikit kasar pada sesama pemilik toko kue, karena setelah Alya membuat toko kue nya pembeli mereka berkurang dan berpaling pergi pada toko milik Alya
Alya hanya menanggapi mereka dengan senyuman tidak ada sedikitpun kata-kata kasar yang keluar dari bibir untuk meladeni mereka karena prinsipnya rezeki itu sudah di atur oleh yang maha kuasa
Perusahaan almarhum ayah nya juga belakangan ini pendapatan semakin besar dan Alya dibuat lelah karenanya, tapi Gara selalu ada di belakang Alya membantu nya. Karena Aira yang Tengah hamil tua sudah tidak diizinkan untuk bekerja pada Raka ataupun Alya sendiri
Aira dan Raka kini sedang menunggu hari hari kelahiran sang buah hati mereka, Aira sebenarnya ingin melahirkan di Jakarta saja tapi mertuanya meminta nya untuk melahirkan di Makassar saja karena keluarga besarnya ada di sana semua dan jadilah Aira tidak jadi menyusui Alya ke Jakarta, nanti rencananya Alya, Gara dan putra-putra nya akan ke Makassar untuk menanti kelahiran anak Aira dan Raka
***
Siang harinya setelah Alya menyiapkan makanan untuk putra-putra nya Alya bersiap untuk membawakan suami nya makan siang. Gara ada meeting yang penting sehingga ia tidak bisa pulang untuk makan siang seperti biasanya sehingga Alya berinisiatif untuk membawakan sang suami makan
Meskipun Alya sibuk dengan urusan kantor dan toko nya ia masih meluangkan waktunya untuk mengurus keluarganya, ia tidak mau hanya gara-gara kesibukan nya sendiri keluarga nya jadi tidak terurus
Alya hanya meninggalkan note di meja makan lalu pergi menuju kantor Gara. Hanya membutuhkan waktu beberapa menit ia sudah sampai di depan kantor Gara
"Selamat siang nyonya" sapa salah satu satpam yang ada di depan gerbang "Siang" jawab Alya seadanya sambil tersenyum
Alya berjalan masuk dan berhenti di depan resepsionis "Eh selamat siang nyonya" sapa resepsionis itu menunduk sopan
"Siang, apa suami saya ada di ruangan nya?" tanya Alya "Sepertinya pak Gara belum selesai meeting nyonya" jawab mereka, Alya menganggukkan kepalanya mengerti lalu pamit menuju ruangan Gara
Di perjalanan ia berpapasan dengan sekertaris sang suami "Selamat siang nyonya" sapa nya sopan "Siang" kata Alya
"Apa meeting nya belum selesai?" tanya Alya pada pria yang seumuran dengan Gara "Meeting nya sudah selesai nyonya tapi pak Gara sedang berbincang dengan klien" jawab nya
"Baik, kalau begitu saya tunggu di ruangannya" kata Alya "Iya nyonya saya akan sampaikan pada pak Gara " ujar nya pamit kembali pada ruangan meeting untuk memberitahukan ini pada bos nya
Tok tok
"Permisi pak" Egi mengetuk pintu meskipun pintu nya tidak tertutup
Gara menatap Egi dengan Alis terangkat, Egi yang mengerti pun kembali berbicara "Nyonya ada di ruangan menunggu ada pak" kata Egi, Gara mengangguk menanggapi nya lalu menatap klien nya
"Kalau begitu lain kali kita bicara lagi, istri saya sudah datang"
"Baiklah kalau begitu kami juga sudah mau pamit, kangen juga sama istri" ujar salah satu dari mereka membuat yang lainnya terkekeh "Titip salah ya sana istri anda" Gara mengangguk merespon nya. Setelah para kliennya pergi barulah Gara ikut pergi menuju ruangan nya yang dimana istri tercinta nya sudah menunggu nya
Gara membuat pintu dan melihat istrinya sedang
Mengeluarkan makan yang ia bawakan nya dari rumah tadi "Sayang..." Alya menoleh dan tersenyum manis saat melihat sang suami berdiri seraya tersenyum manis juga
"Sini mas duduk" titah Alya seraya menepuk sofa di sampingnya, dengan senang hati Gara menurut duduk dengan tenang disana
"Makan ya" kata Alya, Gara mengangguk semangat dan melahap makanan nya, begitupun dengan Alya memakan makanan nya
"Pelan-pelan dong mas" kata Alya membersihkan bumbu yang ada di ujung bibir Gara, Gara hanya tersenyum menampilkan gigi rata nya setelah menelan makanan yang ada di mulutnya
"Mas laper banget sayang" ujar nya cengengesan membuat Alya ikut tersenyum "Yaudah ayo makan lagi" Gara mengangguk semangat dan kembali melahap makanan nya begitupun dengan Alya
Bersambung.
maaf ya baru bisa up, kemarin aku ujian semester dan hari ini terakhir jadi ada waktu untuk ngetiknya, sekali lagi maaf ya yang udah lama nunggunya dan juga makasih yang selalu mendukung aku❤️
See u next part guys 👋
^^^Mawar Jk^^^